PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 90


__ADS_3

Tiba di pulau Raka dan yang lainnya membantu menurunkan barang bawaanya dari kapal.


Sedangkan Anak-anak sudah berlarian sambil bermain kejar-kejaran di pinggir pantai.


Alana menata barang bawaannya dulu, setelah itu dia memanggil anak-anak untuk makan siang. "Babies, kita makan siang dulu yok....nanti lanjut lagi mainnya" Panggil Alana.


Mereka berlari memenuhi panggilan Alana. "Iya mama, Anty" sahut mereka serempak.


Alana menggiring semua anak masuk kedalam Villa, "Ayo duduk, jangan berebut" peringatnya.


Mereka patuh, duduk di kursinya masing-masing sambil menunggu mamanya yang sedang melayani suaminya. "Mama, Nay sudah lapal" keluh Nay sambil memangu wajahnya dengan keduan tangannya.


"Ala judha mami" timpal Ara.


"Sebentar sayang, mama, mami ambilkan makan buat papa dulu ya" sahut Alana dan Chika.


Membuat Nayla dan Ara mencebikan bibirnya.


"Papa kan sudah besal mama, kenapa halus di ambilkan sih" protes Nayla.


Alana tersenyum seraya mengelus surai panjang putrinya. "Nay, mau makan pakai apa sayang" tanya Alana.


"Nay mau udah sama sayul mama" jawab Nayla dengan mata berbinar melihat udah besar di atas meja.


Alana mengambilkan makanan sesuai permintaan putrinya, "Ini sayang" ucap Alana sambil memberikan piring yang sudah berisi makanan.


Nayla menerima piring dari tangan mamanya. "Telima kasih mama" ucap Nayla.


Setelah itu baru dia melayani putranya yang dari tadi sabar menunggu gilirannya. "Naren mau makan sama apa sayang" tanya Alana.

__ADS_1


"Mau ayam goreng saja ma" jawab Narendra.


Alana menghela nafas, putranya itu tak suka sayur, dia harus di paksa terlebih dahulu baru mau makan sayur.


Mereka makan dengan hikmat, tidak ada yang bersuara, yang ada hanya suara dentingan sendok dan garpu yang saling bersahutan.


Lima belas menit berlalu mereka tengah menyelesaikan makannya.


Anak-Anka sudah pada merengek minta ganti baju untuk bermain air di pantai.


"Mami, Ala mau pakai baju lenang, Ala mau main ail di pantai sama papi" rengek Ara.


"Nay juga mama, Nay mau bikin istana pasil di pantai" pinta Nayla.


Mau tak mau Alana dan Chika menuruti kemauan putrinya, terlebih suaminya sudah pada main jetski di pantai


Usai ganti pakaian Nayla dan Ara langsung berlari keluar Villa menyusul Narendra dan Sky yang sudah lebih dulu di pantai.


Raka mengelus puncak kepala putrinya. "Ayo girl, papa akan membawamu ke tengah sana" ajak Raka sambil menunjuk ke tengah laut.


"Tapi Nay takut papa" sahut Nayla berubah pikiran.


"Terus jadi ikut papa ngg? Kalau ngga papa akan mengajak abang" tanya Raka sambil mengerutkan dahinya.


Nayla menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba nyalinya menciut setelah memperhatikan air laut yang begitu luas. "Nda papa, Nay main pasil saja sama Ala" jawab Nayla.


*


Dari kejauhan orang suruhan Jessy memantau aktivitas Raka melalui teropong.

__ADS_1


"Shitt, bagaimana kita bisa menculik anaknya kalau penjagaannya begitu ketat" umpat salah satu orang suruhan Jessy.


"Sepertinya kita harus mencari cara lain, mending kita sabotase salah satu mobil mereka" saran temannya yang lain.


"Sepertinya ide kamu lumayan bagus, karena kalau menunggu mereka lengah itu tak akan mungkin, kau bisa lihat penjagaannya, untuk mendekat kesana saja rasanya tak akan mungkin." ujarnya.


Temannya mengangguk. "Ayo lebih baik kita kembali ke pelabuhan, bukankah mereka memarkirkan mobilnya di sana"


Akhirnya dua orang suruhan Jessy memilih peegi meninggalka pulau, dia akan menyabotase salah satu mobil Raka.


Kembali ke Raka.


Orang suruhan Raka membisikkan sesuatu ke telinga Andre, karena Raka sedang bermain jetski bersama Narendra ke tengah laut.


Andre mengepalkan tangannya setelah mendengar laporan dari anak buahnya Raka. "Kalian tangkap mereka sebelum melakukan aksinya, sstelah itu kalian bawa ke gudang kosong seperti biasa" perintah Andre.


"Baik tuan" sahut anak buah Raka.


Dari jauh Raka melihat anak buahnya sedang membisikkan sesuatu ke Andre, dia memutuskan untuk menepi.


Raka berjalan menghampiri Andre yang sedang duduk di kursi santai. "Ada laporan apa Ndre" tanya Raka setelah menjatuhkan bokongnya di kurai hadapan Andre.


Andre menarik nafas dalam-dalam. "Anak buah kita baru saja memberi info kalau ada seseorang yang mengikuti kita" ucap Andre. Sebenarnya siapa yang mengeluarkan Jessy dari tahanan Ka, sepertinya kali ini Jessy hanya di jadika pion oleh orang itu." sambung Andre.


Raka mengalihkan pandangannya ke laut lepas yang ada di depannya. "Aldi Ndre yang membebaskan Jessy, dia masih dendam denganku, dia mengira kematian adiknya itu karena padahal semuanya tidak benar" jelas Raka.


"Kenapa kamu tidak memberi tahu dia yang sebenarnya" tanya Andre.


"Sudah Ndre, namun dia tetap tak percaya...dia hanya masih belum bisa menerima kepergian adik satu-satunya yang dia miliki" jawab Raka.

__ADS_1


Kalau tidak memandang Aldi sebagai teman, dari dulu Raka sudah menghancurkan Aldi.


Bersambung


__ADS_2