PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 50


__ADS_3

Setelah kecelakaan yang menimpa Alana Raka menjadi semakin over protektif dalam menjaga Istrinya itu.


Ia menempatkan dua pelayan pribadi sekaligus, khusus buat Alana. Raka tidak mau terjadi sesuatu dengan Istrinya, apalagi kandungan Alana sudah membesar, dan sebentar lagi akan melahirkan.


Sedangkan Jessy dan Darren sudah di penjara, dengan di jatuhkan hukuman selama 20th penjara atas tuduhan kasus pembunuhan berencana.


......................


Tak terasa hari berlalu begitu cepat. Hari ini adalah hari wisuda Alana. Raka mendampingi Istrinya beserta Mommy dan ibu mertuanya.


"Sebagai mahasiswi yang mendapatkan nilai IPK tinggi 3,9 yaitu Alana Putri Hendrawan dari fakultas bisnis" ucap pembawa acara.


Alana maju ke depan dengan senyum renyah di wajahnya, ber make up tipis dan baju size jumbo menunjang penampilan Alana, di temani Suaminya sambil mendorong kursi roda. Raka takut istrinya nanti terpleset.


Pita topi di pindahkan sebagai tanda kelulusan Alana. Semua bertepuk tangan melihat pencapaian Alana.


Raka dan para orang tua Alana bangga, Alana tak hanya cantik, namun dia juga begitu cerdas. Raka merasa berterima kasih dengan tuhan dan Mommy nya yang sudah menjodohkan dirinya dengan Alana.


Meskipun awal nya Raka membuat kesalahan, namun selama ini Raka mencoba memperbaiki semuanya, dan mengganti kasih sayang Alana berkali kali lipat.


"Selamat Sayang, aku bangga memilikimu" ucap Raka mencium kening Alana. Lalu memberi sebuket bunga kepada Istrinya.


"Terima kasih Sayang" ucap Alana.


Tak ketinggalan para orang tua pun memberikan selamat kepada Alana. Mereka bangga dengan pencapaian putrinya itu.


Setelah selesai acara kampus, Raka membawa Istrinya ke suatu tempat. Raka akan memberikan suprise untuk Istrinya.


Sebelum sampai tujuan, Raka menutup mata istrinya dengan menggunakan kain terlebih dahulu.


"Kenapa di tutup Sayang" tanya Alana. Sebenarnya Suaminya ini ngajak dia kemana, sampai harus di tutup segala matanya.


"Suprise Sayang" jawab Raka. Alana memanyunkan bibirnya karena tidak dapat jawaban dari. Raka terkekeh mencubit bibir Istrinya yang monyong.


Mereka sampai di tujuan. Raka membantu Alana turun dari mobil, Semua orang tua mengikuti langkah Raka yang menuntun Alana.


"Sekarang kamu bisa membukanya Sayang" ucap Raka.


Alana mulai membuka penutup matanya di bantu oleh Raka, dia mengerjabkan matanya karena pandangannya masih terlihat buram.


"Suprise Sayang" Ucap Raka.



Alana terkejut, ia begitu takjub melihat rumah mewah bergaya eropa itu di hadapannya.


Suaminya benar benar mewujudkan rumah impian dirinya.


"Ini rumah untuk kamu, untuk kita dan juga anak anak" ucap Raka.


"Really??" ucap Alana yang masih terbengong.


"Sure" sahut Raka sambil mencium pelipis Alana.

__ADS_1


"Makasih Sayang, I love you" ucap Alana langsung mencium bibir Raka. Tanpa memperdulikan pandangan orang tuanya.


Para orang tua cuma bisa menggelengkan kepalanya, dasar anak dan menantunya itu benar benar tidak tahu tempat.


"Ayo masuk Sayang" Ajak Raka sambil menggenggam erat tangan Istrinya.


Mereka berkeliling melihat Rumah baru Raka dan Alana, rencana Raka akan pindah kalau Alana sudah melahirkan. Dia ingin mandiri, membangun Rumah tangganya sendiri tanpa campur tangan orang tuanya.


Mereka makan siang yang sudah di siapkan Raka dengan bantuan Andre sang Asisten yang begitu setia mendampinginya.


*


*


*


Malam hari di mansion keluarga Wijaya di gegerkan oleh Raka yang panik melihat istrinya mengalami kontraksi melahirkan.


"Kau ngompol Sayang" ucap Raka yang sedang meraba bokong padat Istrinya.


"Ssshhh sakit Sayang, sepertinya aku akan melahirkan Sayang" ringis Alana.


"Kau mau melahirkan Sayang? bukankah masih seminggu lagi" tanya Raka yang masih terlihat santai.


"Jangan banyak omong Raka, perut aku sakit" teriak Alana yang melihat suaminya belum bereaksi apa apa.


"Sayang" pekik Alana membuat Raka tersadar.


Raka langsung beranjak dari kamar tidur dan menggendong Alana.


"Dad, itu Raka teriak teriak kenapa" tanya Mommy Ella yang tak begitu jelas mendengar suara Raka dari kamar nya.


"Ayo kita lihat Mom, jangan jangan Alana mau melahirkan.


Sepasang suami istri paruh baya itu pun berjalan dengan tergesa keluar dari kamarnya.


"Kenapa kak" tanya Arga yang mendengar teriakan kakaknya.


"Bantuin kakak bawa mobil cepat, Alana mau melahirkan" ucap Raka panik.


Arga langsung mengambil kunci mobil dan berlari menyusul Raka.


"Kenapa Ga" tanya Daddy Rudi .


"Kak Alana mau melahirkan Dad" ucap Arga sambil tergesa.


"Buruan Ga bantu kakakmu, nanti Dady sama Mommy menyusul, sekalian membawa perlengkapan Alana" seru Daddy.


Alana dan Raka sudah dalam perjalanan ke rumah sakit dengan di sopir Arga.


"Akhhh.... sakit Sayang" teriak Alana sambil mencengkram tangan Raka.


"Akkhhhh" teriak Raka dan Alana bersamaan, karena Alana menjambak rambut Raka.

__ADS_1


Arga dari spion menahan tawa sekaligus kasihan melihat kakak nya teraniaya.


"Sabar ya, anak anak papa, tahan dulu jangan keluar sekarang"ucap Raka asal sambil mengelus perut Alana.


Plak


Alana memukul tangan Raka.


"Kenapa Sayang" tanya Raka.


"Kenapa bilang tahan tahan, ini sudah sakit perutnya" mencebik kesal Alana.


"Ga buruan Ga" perintah Raka.


"Sebentar lagi sampai kak"jawab Arga.


Sampai di plataran Rumah sakit Raka langsung membawa masuk Alana, dan dokter langsung membawa Alana masuk kedalam kamar bersalin.


Raka mengecupi setiap inci wajah cantik Alana yang terlihat pucat.


Dokter datang mengecek jalan pembukaan bayi, dokter memasukan jarinya ke inti tubuh Alana.


"Nyonya sekarang masih pembukaan lima tuan" ucap Dokter.


"WHAT? terus kita harus menunggu sampai pembukaan berapa? tanya Raka sedikit emosi.


"Kita harus menunggu sampai pembukaan sepuluh tuan" jawab dokter ngasih penjelasan ke Raka.


"Tapi Istriku sudah kesakitan seperti kenapa mesti harus menunggu ha" seru Raka dengan nada tinggi.


"Wajar tuan, karena Nyonya Alana sedang mengalami kontraksi" jawab dokter sabar menghadapi pertanyaan pertanyaan Raka.


"Sayang" panggil Alana menghentikan kemarahan Raka.


Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Alana, tak terasa nampak butiran bening mengalir dari sudut mata Raka. Raka tak tega melihat penderitaan Istrinya yang terus meringis karena sakit dan buliran keringat dingin sudah memenuhi dahi Istrinya. Raka rapuh bahkan kekuasaan yang Raka miliki pun tidak bisa menolong Istrinya.


"Sayang, operasi cesar saja ya, aku tidak kuat melihatmu yang terus menahan sakit" saran Raka dengan tatapan sendunya.


Alana menggeleng, doa kekeuh akan melahirkan secara normal.


sedangkan di luar ruangan.


"Ga mana kakakmu" tanya Mommy Ella yang baru sampai dan di susul Mama Lita, sebelum ke rumah sakit Mommy Ella langsung mengabari besannya terlebih dahulu.


"Kak Raka sudah di dalam Mom menemani kak Alana" jawab Arga.


Mereka semua duduk sambil terus berdoa untuk keselamatan Alana beserta kedua buah hatinya.


Bersambung


Semoga persalinannya lancar 😇


Jangan lupa like, komen, vote🙏

__ADS_1


dukung terus karya Author man teman🙏**


__ADS_2