
"Aku akan meminta restu kepada kedua orang tuamu untuk menikahimu secepatnya" ucap Alex tiba-tiba.
Dhuarr
Sherli kaget mendengar ucapan spontan Alex, dadanya berdebar lebih kencang dari biasanya. Ia menatap kosong ke depan.
Sherli merasa ini semua hanya mimpi, bagaimana mungkin bosnya akan langsung menikahinya.
Setelah memakan waktu perjalanan selama kurang lebih satu jam, kini mobil Alex tiba di pekarangan rumah Sherli.
Terlihat Alex sudah membuka seatbelt nya.
"Bapak yakin dengan ucapan bapak,? saya punya perasaan pak saya tak mau bapak memainkan perasaan saya nantinya" ucap Sherli. Sherli tak mau kalau ternyata ucapan Alex itu hanya ucapan sesaat saja, Sherli sudah terlalu lelah jika harus merasakan sakit hati setelah dulu Dimas berkhianat dengan kakak nya sendiri.
Alex memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Sherli, ia memegang kedua bahu Sherli sambil menatap intens mata Sherli.
"Aku yakin dengan ucapanku, pantang bagiku mengingkari ucapan yang sudah aku katakan, aku tak pernah main-main kalau masalah hati. Aku memang bukan orang baik, aku sering bermain wanita tapi asal kau tahu bukan wanita biasa seperti mu yang aku mainkan, tetapi mereka memang berprofesi sebagai wanita bayaran yang sering aku bayar untuk menemaniku" ucap Alex.
Alex sudah yakin dengan hatinya untuk memilih Sherli, makanya dia menceritakan masa lalu nya ke pada Sherli, lebih baik dia bicara jujur dengan Sherli, dari pada nanti Sherli tahu dari orang lain. Begitulah pemikiran Alex.
"Bukan begitu, aku tak mau gagal lagi" lirih Sherli sambil menunduk.
"Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu, aku tak bisa berjanji untuk tidak menyakitimu karena aku tak tahu ke depannya akan seperti apa" tegas Alex.
Dalam sebuah hubungan itu pasti kelak akan ada masalah, jadi bulshit kalau dia berjanji kalau tidak akan menyakitinya. Dia bisa berjanji sekarang tapi untuk kedepannya siapa yang tahu.
"Lebih baik sekarang kita masuk, dan temui kedua orang tuamu" ajak Alex. Sherli mengangguk, Alex mengecup pucuk kepala Sherli. Setelah itu mereka berdua keluar dari mobil untuk menemui kedua orang tua Sherli.
"Assalamualaikum ma, pa" sapa Sherli ketika memasuki rumahnya.
"Waalaikum salam nak" sahut papa Sherli yang bernama Jimmy.
"Pa Sherli pulang bersama pak Alex. Pak Alex ada mau bicara sama papa dan mama" ucap Sherli gugup.
"Memangnya ada apa nak" tanya widi mama Sherli yang penasaran.
__ADS_1
"Paling dia membuat masalah di kantornya mam" cletuk Sera dengan tampang sinis.
"Jaga bicaramu Sera, papa tidak suka kau selalu menyudutkan adikmu" Jimmy.
Jimmy tidak terlalu condong dengan kedua putrinya, ia memperlakukan kedua putrinya sama saja. Tpi kalau masalah Sherli yang hobby melukis Jimmy memang ikut melarangnya, karena dia cuma bisa berharap sama Sherli saja untuk meneruskan perusahaanya. Kalau Sera Jimmy sudah lelah menyuruh ia untuk ikut terjun ke perusahaanya. Karena istrinya terlalu memanjakan putri sulungnya itu.
"Sekarang atasan kamu dimana nak" tanya Jimmy lembut.
"Pak Alex ada di ruang tamu pa" jawab Sherli menatap papanya.
"Ayo mam, kita temui dia di ruang tamu" ajak jimmy kepada istrinya. Widi pun berdiri mengikuti langkah suaminya ke ruang tamu. Dengan tak tahu malunya Sera juga mengikuti mereka ke ruang tamu.
"Selamat malam om, tante saya Alex atasan Sherli" sapa Alex sambil berdiri menyambut kedua orang tua Sherli.
"Selamat malam nak, silahkan duduk kembali" jawab Jimmy dengan tersenyum ramah.
"Sebentar, sepertinya saya tak asing dengan wajah kamu. Wajah kamu seperti pak Damanik rekan kerja saya dulu" ucap Jimmy yang seperti mengenal Alex.
"Anda benar om, karena saya merupakan putra sulung Damanik papa saya" jawab Alex tersenyum. Memang dulu ia sering di ajak papa nya ke acara-acara bisnis pada waktu itu, sebelum papanya menyerahkan tanggung jawab perusahaannya kepada dirinya.
"Papa saya baik om, dia lagi sibuk keliling dunia bersama mama" jawab Alex dengan sedikit bergurau.
"Sial, dia ternyata anak orang kaya. Sepertinya kekayaan Dimas tidak ada apa-apanya di banding miliknya" batin Sera.
"Sungguh membuatku iri, sayang putri om belum ada yang mau meneruskan perusahaan om" keluh Jimmy sambil menghela nafas pelan.
Jimmy selama ini memang membiarkan Sherli untuk bekerja di perusahaan lain, supaya putrinya itu lebih banyak ilmu lagi sebelum menggantikan dirinya.
"Kata Sherli ada yang mau kamu bicarakan nak" ucap jimmy yang tadi sempat melupakan tujuan awalnya.
"Kedatangan Alex kesini, Alex ingin mengatakan kalau Alex mencintai putri om yaitu Sherli, Alex berniat akan menikahinya dalam waktu dekat ini om. Alex menemui om dan tante dengan harapan om dan tante bisa merestui pernikahan saya dan Sherli, Jika Sherli,om dan tante setuju nanti Alex akan membawa papa dan mama kemari" ucap Alex yakin.
"Om senang kamu mau menikahi Sherli, om akan merestui kalian, tapi om akan serahkan semua jawabanya kepada Sherli putri om, karena dia yang akan menjalani semuanya bukan om" jawab Jimmy.
Jimmy tidak ingin ikut campur masalah jodoh kedua putrinya, selagi calonnya itu baik jimmy akan merestuinya.
__ADS_1
"Gimana nak? Apa kamu menerima pinangan nak Alex?" tanya Jimmy kepada Sherli.
"Tidak, dia tidak boleh menikah sebelum aku menikah, aku kakak nya harusnya aku dulu yang menikah bukan dia" sela Sera seraya menunjuk ke arah Sherli. ia tak terima melihat Sherli akan di nikahi Alex.
"Tidak, siapa yang lebih dulu di lamar berarti dialah yang akan menikah lebih dulu" tegas Jimmy. Dia tidak mau Sherli sakit hati lagi setelah putus dengan Dimas karena ulah putri sulungnya itu.
"Pa, tapi kan aku kakanya Sera nggak terima kalau Sherli yang lebih dulu menikah dengan pak Alex, seharusnya dia melamar Sera bukan Sherli" cerocos Sera yang tak tahu malu.
"Kenapa saya harus melamar kamu" ucap Alex mengerutkan dahinya.
"Karena saya kakanya, seharusnya anda melamar kakanya terlebih dahulu" balas Sera dengan percaya diri.
"Stop Sera, kamu sudah memiliki Dimas seharusnya kau menyuruh Dimas untuk melamarmu, bukan malah meminta nak Alex untuk melamar mu" sentak Jimmy.
"Pa.." ucap Widi.
"Tidak ma, mama jangan selalu menuruti kemauan dia, dulu dia sudah merebut Dimas dari Sherli, sekarang dia mau meminta nak Alex untuk melamar nya." Jimmy memotong ucapan istrinya. Dia tidak terlalu suka dengan cara istrinya mendidik Sera.
"Pa bukan Sera yang mengambil Dimas dari Sherli, tapi Dimasnya sendiri yang mendekati Sera" ucap Sera membela diri.
"Jangan kau kira papa tidak mengetahui semuanya Sera, papa tahu kalau kamulah yang merayu Dimas" tegas Jimmy yang sudah muak dengan tingkah putri sulungnya.
Bersambung
Happy reading guys🙏
Jangan lupa
Like
Koment
Vote
Follow🙏💕
__ADS_1