Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Dia lagi?


__ADS_3

Di dalam kamar yang berada di Kediaman milik Fung Li. Tampak sosok gadis berjalan mondar mandir dalam kamar junjungannya.


"Ya Tuhan, semoga Kak Fung Li sampai kesana secepatnya tanpa diketahui siapapun, aduh aku jadi cemas akan Kak Fung Li," lontar Silli.


Silli berjalan mondar-mandir sambil mengigit jarinya karena merasa cemas sekaligus panik.


"Jika sampai diketahui aku yakin, Para tamu akan membicarakannya dan musuh-musuh akan berkesempatan mencari masalah dengan Kak Fung Li dan membuat pertunangan terhambat, semoga saja Kak Fung Li sampai di samping Pangeran tanpa dicurigai siapapun," lontarnya lagi.


Asiknya mondar-mandir sambil berucap, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tok ... tok ... tok


Silli melebarkan matanya, dia langsung berjalan dengan langkah pelan mendekati lemari besar dalam kamar lalu masuk dalam lemari itu dan menutup pintunya dengan rapat.


Suara ketukan pintu semakin keras, "Nak Fung Si, ini ibu Li Zu, apa kau sudah siap?" tanya Permaisuri Li Su berucap dari luar kamar dengan senyuman hangat serta wajah keheranannya.


"Semua orang sudah menunggu untuk melihatmu, aku tau menantuku pasti sangat cantik kalian semua sangat salah mengira wajahnya buruk," lontar Permaisuri Li su lagi sekaligus menyindir para istri menteri yang berdiri di belakangnya.


"Apa yang Permaisuri katakan?"


"Itu tidak benar bukan?"


"ssstt, diamlah,"


Bisik-bisik para istri menteri itu yang terdengar ditelinga Permaisuri Li su.




Di jembatan besar dipenuhi para tamu yang berlalu lalang melihat pemandangan indah dari jembatan yang hanya dibatasi pagar pendek sebatas setengah lutut itu.



Tampak sosok wanita dengan membungkus kepalanya dengan kain selendang merah yang tidak transparan sampai wajahnya pun tidak dapat terlihat, ia berjalan sambil melihat kebawah menatap sepatu sandalnya.



Sepanjang jalan menginjak lantai papan jembatan, tidak ada satupun mata yang menatapnya curiga.



Sampai pada saat,



Brrukk ...



Wanita itu tak sengaja menabrak tubuh seseorang di hadapannya.



"Siapa lagi!" gumam Fung Li.



Fung Li agak kesal mencari sedikit celah melihat seseorang di hadapannya.



*Siapa orang ini mengapa aku tidak bisa menganalisis identitas dia*? batin Fung Li heran.


__ADS_1


"Hei! jika berjalan memakai mata wanita aneh, tidak ada yang berjalan disini kepalanya ditutupi seperti itu, hah apakau akan menikah jadi menutupi kepala dengan kain merah seperti itu?" tanya orang di hadapan Fung Li terdengar jelas di telinga gadis itu.



*Suara Pria*? batin Fung Li.



Fung Li pun tidak ambil pusing. Dia langsung saja mengambil jalan kepinggir dan melewati Pria itu. Namun tiba-tiba langkahnya di hentikan kembali.



Pria itu berbalik dan menarik selendang kain yang menutupi kepala Fung Li dari belakang.



Fung Li jadi melebarkan matanya. Dia seketika berbalik dan menarik selendangnya kembali yang ingin terlepas.



Pria yang sekejap melihat setengah rupa wajah Fung Li sedikit terkejut, "gadis gila itu? si pemukul kepala? bukankah kau akan bertunangan den...," ucap Pria itu dengan sengajanya terpotong.



Fung Li mendekat kehadapan pria itu dan membungkam mulutnya yang terhalang cadar, "diam pria brengsek"geramnya.



Fung Li menggertakan gigi dari balik selendang yang menutupi wajahnya.



Pria itu melepaskan tangan Fung Li yang menyentuh cadar yang dipakainya.




"Cukup jangan ganggu aku!" Fung Li langsung berbalik kembali dan ingin melangkahkan kakinya melanjutkan jalan.



Akan tetapi saat Fung Li ingin melangkah, terdengar teriakan memekik telinga.



"Kakak Xiao Zhan!" seorang anak kecil berlari kencang langsung menabrak tubuh Fung Li dari belakang.



Fung Li jadi melototkan matanya dari balik selendang. Tubuhnya jadi terhuyung kesamping karena larian anak kecil itu.



Pria yang berdiri dibelakang Fung Li pun dengan sigap maju kehadapan Fung Li dalam waktu setengah detik, sebelah tangannya meraih pinggang gadis itu dengan sigap.



Angin kencang tertiup melepas selendang yang menutupi kepala Fung Li. Sehingga wajah cantik yang disembunyikan begitu tampak dimata Pria di hadapannya.



Pria itu jadi tercengang sampai-sampai ia tidak sadar cadar yang dipakainya tertarik oleh Fung Li dan terlepas begitu saja.


__ADS_1


Cetarrrr,



Semua mata jadi terpusat akan pemandangan romantis dua orang di pinggir jembatan itu ingin terjatuh.



Merasa tidak pokus, tubuh Fung Li pun jadi oleng. Dia menarik dengan cepat kerah jubah yang dipakai Pria yang memegang pinggangnya saat ini.



Pria itu melebarkan matanya dengan tarikan kuat Fung Li sampai tubuhnya menyodong kedepan.



Wajah dan tubuh mereka begitu dekat, bola mata indah saling bertabrakan dan kedua bibir seksi yang tidak sengaja bersentuhan di depan mata semua orang dalam sekejap.



Byuurrr



Tidak terduga dua orang jadi pusat perhatian itu menyebur dalam air yang berada di bawah jembatan itu dengan posisi Fung Li yang berada di bawah.



Fung Li memegang kuat kerah baju Pria di atasnya. Mereka sama-sama membelalakan mata sampai-sampai bola mata mereka ingin terlepas saja saking terkejutnya dari dalam air.



Semua orang yang berada di atas jembatan maupun dekat dengan jembatan itu ikut membelalakan mata dengan mulut menganga.



"Kakak-kakak!" teriak anak kecil yang menabrak tubuh Fung Li tadi jadi ikut terkejut sampai berteriak.



Terdengar langkah kaki cepat dan banyak keatas jembatan. Semua orang berminggiran dan memberi jalan pada Para pemuda yang begitu tampan mempesona yang berlari mendekati anak kecil berteriak tadi.



"Apa yang terjadi adik kecil?" tanya salah satu pemuda langsung menggendong anak kecil yang berjenis kelamin perempuan itu.



"Kakak terjatuh bersama seorang gadis sangat cantik dan mereka berciuman," jawab anak gadis itu tersenyum memperlihatkan gigi rapinya.



Semua bertambah terkejut mendengar apa yang di lontarkan anak kecil itu. Orang-orang yang berada di sekitar hampir ingin pingsan melihat dari dekat bahkan mungkin sudah ada yang pingsan.



Dari kejauhan dekat perairan itu Pangeran Huang Li jadi menelan ludahnya dengan susah payah melihat kejadian yang tak di inginkan terjadi di depan matanya.



Di atas jembatan, terdengar teriakan kencang, "Kak Fung Li,"teriak Silli. Gadis itu berlari menyela perkumpulan orang-orang yang menepi kepinggir jembatan.



*bersambung* ...

__ADS_1


__ADS_2