
Raja Xu Kai menyatukan kedua telapak tangannya ke depan memberi hormat pada sosok pria tua itu yang memang benar adalah gurunya.
"Salam," lontar Raja Xu Kai.
"Hmm, diberkati." Si tua itu menyentuh tangan Raja Xu Kai dengan tersenyum tipis.
Raja Xu Kai bersalam dengan si gurunya itu dengan melempar senyum penuh arti.
"Bagaimana dengan kemampuanmu setelah kembali?" tanya si guru.
"Lumayan, ada hal baik yang ingin saya beritahukan pada Guru Ki Chen," jawab Raja Xu Kai.
Guru Ki Chen menarik tangannya kembali lalu menuangkan arak di teko pada gelas kecil di atas meja, kemudian meminumnya.
"Guru, malam tadi Anda pasti tahu jika yang menyebabkan masalah di Kekaisaran Wexi adalah saya. Gagal atau tidaknya, semua tidak masalah karena saya hanya ingin mengetahui sesuatu." Raja Xu Kai tersenyum sambil jari-jari tangannya mengetuk atas meja.
"Apa yang kau ketahui Nak?" tanya Guru Ki Chen agak penasaran melihat raut wajah tersimpan anak muridnya itu.
"Mengetahui jika pria bajingan itu, ternyata telah berhasil melupakan cintanya. Sekarang saya tahu karena malam tadi membuktikan jika dia menyukai sosok permaisurinya."
Guru Ki Chen meletakan dan tersenyum merasa tertarik dengan yang dikatakan pria muda di hadapannya.
"Akan tetapi, ada hal yang membuat saya merasa agak kecewa. Ck ck ck," dengus Raja Xu Kai.
"Saya kecewa tidak mengetahui yang mana Permaisuri Fung Si karena tamu yang berdatangan malam tadi di sana rata-rata tidak ada gadis yang begitu jelek dan buruk rupa. Membuat saya agak bingung, tapi kali ini sebagai gantinya akan lebih menguak tentang wanita yang selalu jadi topik obrolan rakyat itu," tukas Raja Xu Kai yang membuat Guru Ki Chen penasaran.
"Fung Si?"
***
Kekaisaran Wexi. Paviliun Bunga Melati di Kediaman Raja Zha Wey.
Panglima Zen beserta orang pintar lainnya yang di panggil khusus oleh Raja Zha Wey sedang seriusnya mengamati lokasi kematian Selir Qian Yu.
Dalam, luar, samping maupun semua tempat di paviliun itu diselidiki benar-benar. Bahkan tidak boleh ada yang terlewat sedikit pun.
Banyak yang berpencar ke sana ke mari demi mencari dan memecahkan kasus bunuh diri itu apa memanglah benar atau tidak karena Raja Zha Wey merasa janggal tidak menemukan sosok benda bekas penyimpanan racun.
Itu mencurigakan karena jika pun melakukan bunuh diri pasti ada yang tersisa entah itu sebuah botol yang menyimpan racun ataupun lainnya.
Asiknya mereka pokus mencari tahu, tiba-tiba terdengar suara teriakan yang mengundang perhatian orang-orang yang sibuknya menyelidiki.
"Saya telah menemukan ini!" teriak orang itu yang berasal dari belakang kamar Selir Qian Yu.
Semuanya yang sedang menyelidiki bergegas pergi ke asal suara dengan wajah begitu penasaran.
__ADS_1
Semua berkerumun mengelilingi Panglima Zen yang memegang sebuah botol bening kecil yang kosong di sebelah tangan kirimya dan tangan kanannya memegang sebelah sepatu sandal elok yang dipastikan milik seorang wanita.
"Apa kalian mengenal sepatu sandal ini? mengapa aku merasa tidak asing?" Panglima Zen menatap semua orang dengan wajah begitu serius.
"Coba saya yang mengamati sepatunya Panglima." Salah satu orang pintar yang di tugaskan memajukan tubuh pada Panglima Zen.
Panglima Zen menyerahkan sandal sepatu itu, dan orang itu pun mengamatinya begitu serius. Semua pun juga ikut mengamati sepatu itu.
Tiba-tiba mata orang yang mengamati sepatu sandal itu terbelalak kaget membuat semua orang jadi ikut kaget.
"Ada apa?"
"Mengapa?"
"Panglima Zen, i ... ini ini adalah se ... sepatu sa sa sandal," ucap orang yang mengamati sepatu sandal itu terpotong.
"Ayo cepat katakan." Semua orang tampak tidak sabaran melihat raut wajah terpasang orang yang memegang sepatu itu.
"Ini sepertinya adalah sepatu milik Permaisuri Fung Si, maafkan saya mengatakan ini melihat dari ukiran di bagian bawah tanda gambar burung elang dan matahari, ini menandakan sebuah lambang Kekaisaran Langit." Orang itu mengatakannya dengan cepat langsung menyorongkan kembali sepatu sandal itu pada Panglima Zen.
Cetarrr, semua terkejut mendengar lontaran orang itu. Betapa kaget jika sepatu sandal itu milik permaisuri dari seorang kaisar tinggi, melihat sepatu itu memang sangat bagus dan tidak asing semakin membuktikan itu benar.
"Sepatu ini memang sangat khusus Panglima Zen, tidak ada yang lain seperti ini jika hanya ini miliknya Permaisuri Fung Si."
Mereka pun dengan serentak pergi untuk melaporkan mengenai hal penting dan mencurigai yang berhasil ditemukan.
***
Sementara di ruangan penghormatan pada orang yang telah meninggal yang masih berada di Kediaman Raja Zha Wey, tampak semakin ramai.
Orang-orang keluar masuk dari ruangan sebelum atau setelahnya melihat jasad Selir Qian Yu untuk terakhir kalinya.
Tampak Permaisuri Yux Si dan Fung Li berdiri di sebelah kanan dan kiri depan pintu menyambut setiap orang yang berkunjung.
Tidak ada yang lagi ingin masuk, Fung Li sejenak melirik ke samping melihat Yux Si tersenyum sendiri. Melihat itu Fung Li jadi heran dan merasa janggal maupun curiga.
"Yux Si, ayo sarapan dari pagi kau tidak sarapan mengapa?" Raja Zha Wey berdiri di tengah pintu berasal dari dalam. Tepatnya di samping Yux Si, menyentuh wajah wanita itu dengan tatapan lembut.
Fung Li memalingkan tubuhnya dengan tersenyum geli tidak ingin melihat tingkat mesra pasangan itu.
Yux Si berbinar haru dengan sorot mata menyedihkan. "Aku tidak lapar Zha," balasnya.
Zha Wey mencium puncak rambut Yux Si lalu menyapunya dengan lembut.
"Sekarang ayo kita makan, jangan menolak." Zha Wey menarik tangan Yux Si dan ingin melangkah tiba-tiba berhenti saat melihat gerombongan Panglima Zen.
__ADS_1
Panglima Zen besertanya menghadap Raja Zha Wey dengan wajah tampak masih terkejut, apalagi melihat sosok wanita itu kebetulan ada, ini menambah pikiran mereka menyatakan itu benar.
Raja Zha Wey jadi melepaskan genggaman tangannya pada Yux Si karena melihat raut wajah Panglimanya tersirat suatu hal yang penting.
"Ada apa Zha Wey?" tanya Yux Si.
Panglima Zen menyatukan kedua tangan di depan dada di ikuti beberapa orang di belakangnya, sementara sisanya berdiri tidak jauh juga menyatukan kedua tangan memberi hormat.
"Yang Mulia, kami telah menemukan sesuatu di sekitar Paviliun Bunga Melati dan ini berkaitan dengan pelaku si pembunuh Selir Qian Yu." Ucapan Panglima Zen membuat kaget Raja Zha Wey, bahkan orang-orang yang berada dalam ruangan jadi mendekati pintu masuk ketika mendengar itu.
Yux Si tampak kaget, dia sekilas melirik Fung Li yang masih terdiam.
Tanpa basa-basi lagi, Panglima Zen membalikan tubuhnya mengambil barang bukti pada orang di belakangnya yang memegang bukti itu.
Semua yang berkunjung ke situ ikut melihat dan mengamati.
Panglima Zen membalikan tubuhnya kembali dengan nampak memegang sebelah sepatu sandal cantik dan satu botol kecil kosong. Dia menyodorkan kedua benda itu pada pria di hadapannya.
Semua orang yang berada di dalam jadi berbisik-bisik dengan wajah tentu kaget. Mereka menganggap berarti kematian Selir Qian Yu tidak disengaja. Ini sangat mengejutkan.
Raja Zha Wey langsung mengambilnya dan mengamati botol lalu sepatu sandal itu dengan wajah seriusnya.
Panglima Zen tiba-tiba bersujud di hadapan Raja Zha Wey membuat semua orang heran.
"Maafkan saya Yang Mulia, menurut penyelidikan kami semua, sepatu sandal itu adalah milik Pe pe perma ... permaisuri Fung Si! dan botol kecil itu bekas simpanan racunnya. Kami sudah menyelidiki dua benda ini Yang Mulia, jika ini salah kami bersiap menerima hukuman." Panglima Zen mengatakan itu dengan tubuh bergetas dan mata yang tertutup rapat karena agak takut. Takut karena menyebut Permaisuri dari Kekaisaran yang begitu tinggi.
"Apa!" kaget Raja Zha Wey melototkan matanya.
Cetarr, semua orang terkejut bukan main mendengar pernyataan itu. Saking terkejutnya bola mata mereka hampir saja ingin keluar.
Fung Li sontak mendekati Raja Zha Wey dengan wajah kaget dan sorot mata tajam mendengar tuduhan menuju padanya.
Raja Zha Wey mengamati sepatu sandal dengan wajah syok menemukan ukiran yang menandakan logo Kekaisaran Langit yang memang jarang di temukan. Hanya dua orang yang semua barangnya berlogo bukan main-main itu Kaisar Xiao Zhan dan Permaisurinya.
Bukan masalah tuduhannya, kasus ini akan menjadi besar karena menyangkut nama permaisuri dari Kekaisaran tertinggi itu. Mengundang perhatian seluruh kekaisaran.
Fung Li langsung merebut sepatu sandal yang hanya sebelah itu lalu mengamatinya. "Ini memang sepatu milikku, siapa yang berani mencurinya?" tanyanya.
"Kau menanyakan siapa yang mencurinya? sebaliknya aku bertanya padamu Permaisuri Fung Si mengapa sepatu milikmu bisa ada di paviliun Selir Qian Yu? ini sudah jelas kau telah sengaja meracuni Selir Qian Yu!" bentak Raja Zha Wey marah.
Fung Li mengepalkan kedua tangannya dengan wajah menahan marah mendengar Zha Wey. Dia melirik ke arah Yux Si yang langsung berhambur memeluk dirinya.
"Apa yang kau katakan Zha Wey?! adikku tidak akan melakukan ini! adikku Fung Si bukan gadis jahat seperti itu, kalian tega sekali menuduhnya. Hikkss hiksss." Yux Si memeluk Fung Li dari samping dengan air mata yang mengalir banyak dan menggeleng-geleng kepala.
...Bersambung ......
__ADS_1