
Malam telah menjelang, langit tampak gelap dihiasi bintang-bintang kecil yang berkilau terang menemani bulan separuh.
Istana Kerajaan langit, di luar aula jalan lurus menuju pintu besar yang dipasangi tikar atau karpet merah sampai kedalam aula. Tampak dua sosok orang berlawanan jenis berjalan dengan anggun dan tubuh tegapnya.
Di pinggir karpet dan di luar aula keadaan sangat ramai akan para penghuni istana memenuhi wilayah luar melihat secara langsung sosok dua orang akan menikah.
Tampak wajah mereka yang menganga bengong. Ada yang melototkan mata dengan hidung keluar darah, ada yang air liurnya keluar tidak sadar, bahkan sampai-sampai ada yang langsung pingsan melihat dua sosok berlawanan jenis itu yang berjalan pelan di atas karpet merah jadi sorotan semua mata.
Lentera maupun lilin yang menyala di mana-mana tidak terlalu terang jadi tidak memudarkan kecantikan yang terpancar di wajah Fung Li.
Terlihat bersinar dan bercahaya. Sama halnya dengan sosok Pria yang berjalan disamping Fung Li tidak kalah bersinar, alis yang tegas, hidung yang sangat mancung, bibir merah seksi dan tampak lesung di kedua pipinya menambah ketampanan pria itu.
Sungguh dua sosok yang terlihat sangat cocok, para gadis seakan iri melihat pakaian, mahkota dan segala aksesoris yang melekat pada Fung Li.
"Berjalanlah dengan baik, gandeng lengan tanganku saat memasuki aula," bisik Kaisar Xiao Zhan menatap Fung Li di sampingnya.
Fung Li hanya berdiam dan memandang lurus jalan.
'Aku tidak mengerti mengapa harus terjebak dalam hubungan pernikahan palsu ini, ingin melarikan diri itu bukanlah diriku jadi aku hanya akan menjalaninya sampai berakhir' batin Fung Li.
Saat dua orang itu baru melangkah masuk dalam aula, semua orang atau tamu terhormat yang berada di aula seketika melirik kearah pintu masuk.
Kaisar Xiao Zhan melihat Fung Li tidak menuruti permintaannya langsung meraih tangan kanan gadis cantik itu lalu bergandengan.
Fung Li agak terkejut merasakan sentuhan hangat terasa ditelapak tangannya, dia ingin menarik tangannya yang digenggam kuar oleh Kaisar Xiao Zhan. Akan tetapi pria itu semakin mengeratkan genggamannya dengan melempar senyum manis pada Fung Li.
Fung Li jadi terdiam sejenak melihat senyuman yang dilemparkan Kaisar Xiao Zhan terlihat begitu manis. Sedangkan Kaisar Xiao Zhan menarik tangan Fung Li dan membawa gadis itu berjalan.
Di sepanjang jalan menuju atas singgasana, para tamu yang berdiri di pinggir sebelah kanan maupun kiri memenuhi aula tidak ada yang tidak melongo.
Mereka bak patung tidak bergerak sama sekali di tempat melihat dua orang berjalan di karpet merah membungkam mereka.
"Tersenyum," bisik Xiao Zhan dengan tatapan lurus.
Fung Li yang merasa dirinya kena sindiran menghembuskan napas lalu tersenyum tipis begitu tipis.
Sesampainya Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li di atas singgsana yang terdiri enam dudukan khusus yang terisi oleh keluarga kerajaan itu. Dua orang yang akan menikah memberi salam terlebih dahulu kepada orang-orang yang duduk di tempat khusus terutama pada Sang Ibu Suri yang sudah berusai lanjut.
Beberapa kasim dan salah satu perdana menteri yang berada di bawah melangkah maju dan bersusun rapi di bawah membawa perlengkapan nikah.
"Perdana Menteri Min Min naikla." Permaisuri Xiao Yu atau Ibu Kaisar Xiao Zhan berdiri dari dudukannya dengan wajah datar.
Perdana menteri yang berada di bawah pun menaiki tangga menuju atas sana diikuti tiga kasim berstatus tinggi.
Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li yang masih bergenggaman tangan berdiri menghadap ruangan luas aula. Menatap para tamu-tamu terhormat mulai dari yang jauh maupun dekat tidak bisa dikenali jelas karena sangat banyak.
Xiao zhan melepaskan genggaman tangannya, dia menyatukan kedua tangan memberi salam pada semua tamu dari atas situ, Fung Li pun mengikuti apa yang dilakukan Xiao Zhan.
"Salam hormat pada semua tamu yang berdatangan ke acara pernikahanku, terimakasih atas kehadiran kalian semua yang menjadi saksi," ucap Xiao Zhan dengan lantang agar terdengar semuanya.
Fung Li melirik ke samping menatap wajah Xiao Zhan yang benar-benar sangat tampan memancarkan cahaya.
Perdana menteri dan tiga kasim yang sudah sampai di atas langsung menundukan kepala berdiri tidak jauh dari samping Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li.
"Yang Mulia, apa acara akan segera dimulai? kami menunggu perintah Anda," ucap Perdana Menteri Min Min yang tampak berusia sekitar lima puluh tahunan.
__ADS_1
"Mulai sekarang," titah Xiao Zhan melempar senyum pada Perdana Menteri Min Min.
Tiga Kasim yang berdiri di belakang menteri itu berdiri tegak kembali.
"Di mana buku kitabnya?" Perdana Menteri mengulurkan tangannya.
Kasim yang berdiri di belakang langsung menyodorkan sebuah buku tebal dari belakang dengan tangan bergetar hebat.
Perdana Menteri itu mengambilnya lalu berjalan dan berdiri di belakang Kaisar Xiao Zhan dan Fung Lu yang menghadap ke semua orang.
'Semoga cepat selesai, aku muak melihat tatapan para gadis di bawah sana' batin Fung Li.
Saat Menteri Min Min sudah berdiri di belakang Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li. "Harap kedua mempelai pengantin saling berdiri menghadap sesama," pintanya dengan wajah serius.
Xiao Zhan dan Fung Li pun berdiri saling berhadapan saling menatap. Semua mata yang berada di bawah maupun di atas singgsana terpusat pada dua pengantin.
Keadaan hening, menunggu menteri atau ahli hukum agama itu membuka suara.
Xiao Zhan menatap saksama Fung Li dari atas sampai bawah begitu pula dengan Fung Li. 'jelek' batin keduanya secara bersamaan.
"Khem khem, salam hadirin semua yang berdatang ke-acara pernikahan Yang Mulia Kaisar Xiao Zhan dan Putri Fung Si. Kali ini pernikahan akan di laksanakan dengan adat empat macam, tradisi ini hanya berlaku pada seorang pemimpin kerjaaan menikah," ucap Perdana Menteri Min min dengan lantang dan tegas.
Semua berdiam dengan wajah serius, banyak orang di bawah yang pandangannya tidak bisa lepas dari Fung Li, begitu pula dengan Kaisar Xiao Zhan karena penampilan dua orang itu sangat mempesona.
"Pertama-tama adat yang di lakukan paling penting ialah pengucapan sumpah dan janji." Menteri Min Min dengan wajah serius membuka buku kitab di tangannya di hadapan Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li.
Kaisar Xiao Zhan mengulurkan tangan kanannya pada Fung Li dengan senyuman. Fung Li pun menerima uluran tangan pria di hadapannya dengan mencoba tersenyum tulus membuat Xiao Zhan yang melihatnya jadi melamun.
Menteri Min Min yang ingin meminta kedua belah pihak pengantin saling bergenggaman tangan jadi batal melihat pengantin sudah lebih dulu melakukannya. Senyum tipis tampak di bibirnya melihat itu, dia berpikir Xiao Zhan dan Fung Li tidak sabar untuk terikat hubungan nikah.
Keadaan jadi tegang, hening dan penuh perasaan tidak sabar menunggu.
"Kepada Yang Mulia Kaisar Xiao Zhan, apakah Anda bersedia menjadi suami Putri Fung Si dan menerimanya sebagai istri Anda? wanita yang akan menemani semasa hidup Anda. Apa Anda bersedia berjanji seumur hidup di depan saksi mata dan alam ini?" lontar Menteri Min Min berucap keras terdengar menggema dalam aula itu.
Kaisar Xiao Zhan menunduk menatap tangannya yang mengenggam telapak tangan kanan Fung Li lalu beralih memandang wajah cantik gadis itu dengan senyuman tipis.
"Aku bersedia dan berjanji!" jawab Kaisar Xiao Zhan dengan lantang di hadapan semua orang.
Fung Li terkekeh dalam hati, 'Entah berapa lama akting ini akan lulus sensor jadi perfilm-an' batinnya.
Keadaan bertambah tegang menunggu pengucapan
"Kepada Putri Fung Si, apakah Anda bersedia menjadi istri Kaisar Xiao Zhan dan menerimanya sebagai suami Anda? pria yang akan menemani semasa hidup Anda. Apa Anda bersedia berjanji seumur hidup di depan saksi mata dan alam ini?" lontar menteri itu lagi dengan keras mengeluarkan seluruh suaranya.
"...." Hening Fung Li masih terdiam, di benaknya terlintas suatu pikiran. 'Tidak usah pikirkan hal lain, semua ini adalah palsu katakan saja' batinnya.
Sikap diam Fung Li membuat semua heran terutama Kaisar Xiao Zhan. Dia mengeratkan genggaman tangan Fung Li yang dia genggam menyadarkan gadis itu.
"Aku bersedia dan berjanji." Dengan lantang Fung Li membuka suara.
"Di depan alam semesta dan semua yant berada di sini sebagai saksi kalian menyatakan dengan penuh keyakinan, mulai sekarang kalian berdua adalah sepasang suami istri sah, sah!" tegas menteri itu.
"Sah!" sorak semua orang membalas.
Prok ... prok ... prok
__ADS_1
Semua orang dalam aula bertepuk tangan dengan meriahnya begitu senang. Ada yang saling berpelukan tanpa sadar saking senangnya.
Fung Li langsung menarik tangannya yang digenggam, dia tersenyum tipis menatap wajah Kaisar Xiao Zhan begitu pula dengan Xiao Zhan.
Kaisar Xiao Zhan tersenyum, dia mendekat kedepan Fung Li dan memegang pundak gadis itu karena tubuhnya lebih tinggi sehingga tinggi Fung Li hanya sebatas bahunya. Dia mendekatkan wajahnya pada wajah Fung Li.
Bola mata Fung Li dan Xiao Zhan saling bertemu, manik mata Xiao Zhan yang bewarna biru diperhatikan saksama oleh Fung Li.
Sibuknya memperhatikan, tidak sadar terasa sentuhan lembut menyapu keningnya membuat tubuhnya seketika mematung.
Xiao Zhan melepaskan kecupan singkatnya, dia menunduk dan menatap manik mata Fung Li dengan tersenyum.
Dua kasim yang lamanya terdiam langsung mengamburkan keatas kelopak bunga mawar yang mereka bawa dalam mangkok emas. Kelopak bunga mawar jatuh indah mengenai sepasang pengantin itu.
Semua orang yang berada di bawah bertepuk tangan meriah, bersorak-sorak ramai.
Di dudukan khusus, sosok dua wanita tua tersenyum lebar melihat itu.
"Ibu, kakak itu sangat cantik,"vucap gadis kecil yang duduk di atas pangkuan sosok wanita yang duduk di tempat khusus keluarga itu.
"Dia sekarang adalah istri Kakak Zhan mu, sangat cantik bukan?"tanya wanita yang memangku gadis kecil itu.
.
.
.
Setelah adat pertama, sekarang adat ketiga permintaan restu pada tetua atau wali masing-masing.
Kaisar Xiao Zhan menarik tangan Fung Li membawanya berjalan menghadap Ibu dan neneknya yang duduk di tempat khusus samping tempat duduk terhormatnya.
Sesampainya di hadapan dudukan dua wanita terhormat, Fung Li menundukan kepala dengan senyuman.
"Ibu, nenek dan Xian, namanya ialah Fung Si, istriku," jelas Xiao Zhan berdiri di samping Fung Li dengan senyuman hangat.
"Aigooo, kesinilah istri Zhan sangat cantik, ayo nak Fung Si." Wanita tua dengan rambutnya yang sudah memutih melambaikan tangan pada Fung Si dari tempat duduknya di samping ibu Xiao zhan.
Fung Li pun mendekat dan diajak duduk di samping wanita tua itu dengan perasaan canggung karena tidak terbiasa.
"Hai kakak," sapa tiga pria tampan yang duduk dikursi khusus lainnya berdiri secara bersamaan. Mereka adalah tiga pangeran yang dikenal keahliannya masing-masing.
Tiga pangeran itu berjalan mendekati Fung Li yang duduk bersama wanita tua.
Xiao Zhan ikut mendekati Fung Li lalu ia bersujud di bawah kaki wanita tua yang tersenyum hangat asiknya menyentuh pipi mulus Fung Li.
"Nenek, res ...," ucap Xiao Zhan terpotong.
"Nenek merestui kalian berdua, semoga aku cepat memiliki buyut." Wanita tua beralih menyapu-nyapu rambut Fung Li.
Fung Li dan Xiao Zhan seketika saling menatap mendengar ucapan nenek itu.
Keluarga yang tampak baik namun di mana ayah pria brengsek ini?, batin Fung Li.
Bercmbung😙...
__ADS_1