
Tangan Chi Chi mengepal, sorot matanya penuh dendam ke arah Yux Si. Bibirnya terangkat bersamaan menarik napas dalam-dalam.
"Kaulah pelakunya Permaisuri Yux Si! setiap hari selama Selir telah menjadi istri di harem Yang Mulia Raja Zha Wey tidak ada satupun hari yang menenangkan bagi Selir! beliau hanya bisa mengeluh padaku betapa dia tidak bisa tidur tenang karena kau selalu mengancamnya!" teriak Chi Chi mengeluarkan segala yang sudah lama dipendamnya.
Cetarrr! bagai ada petir yang menyambar pagi hari itu, mendengar pengakuan sang pelayan setia mendiang Selir Qian Yu itu. Semua melototkan matanya dengan wajah syok.
"Saya bersumpah atas apa yang saya katakan!" tegas Chi Chi.
Raja Zha Wey seketika melirik Yux Si di sampingnya. Sangat sulit untuk menjelaskan bagaimana raut ekspresi pria itu. Sungguh dia kaget setengah mati.
"Yang mendorong Selir di danau juga adalah dia! kau wanita keji tidak berhati. Melenyapkan junjunganku dengan racun! Permaisuri Fung Si tidaklah bersalah, bahkan dialah yang telah menolongku selamat tadi malam." Suara Chi Chi jadi serak karena habis berteriak.
"Apa itu semua benar Kakak Ipar Yux Si?" tanya Putra Mahkota Xu Kang di tempat duduknya.
Tubuh Yux Si mematung di tempat duduk. Kedua tangannya mengepal erat menahan kemarahan, rasa takut dan panik bersamaan menghantuinya. Semua orang menatap ke arahnya dengan wajah keterkejutan, keringat dingin saja bertambah bercucuran di sekitar wajahnya tidak berani menatap siapapun.
"Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan selir? hikss hikss beliau telah kehilangan calon anaknya itu karenamu juga dan sekarang dia sudah meninggalkan dunia ini itu semua karenamu, kau tega melakukan itu? hikss hikss, aku sangat bersalah tidak sempat menolong selir hikss hikss uhukkk uhukkk."
Chi Chi terbatuk-batuk penuh isak tangis yang begitu menusuk hati orang-orang yang mendengarnya. Pipinya saja sudah basah memerah akan air mata yang seolah tak berhenti keluar.
Yux Si merasa tidak tahan lagi dengan emosinya yang dia tahan, rasa takut tadi seakan dia lawan karena merasa tidak bersalah dan terima akan semua ini. Dia berdiri dan langsung mendekat ke hadapan pelayan Chi Chi.
Yux Si mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan telapak tangannya pada wajah Chi Chi berniat ingin menampar gadis pelayan itu.
Chi Chi menutup matanya rapat tampak takut akan tamparan yang akan mengenainya. Namun pergerakan seseorang berani menahan tangan Yux Si membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
"Seperti inikah kau selalu memperlakukan orang?" tanya Fung Li dengan sorot mata yang begitu dingin pada Yux Si. Dia menghempaskan tangan Yux Si dengan menggertakan gigi.
"Fung Si aku kakakmu! kau lebih membela dia? dia mengatakan omong kosong berani menuduhku seperti itu! dia pikir dia siapa? hanya seorang pelayan berani sekali," oceh Yux Si tampak marah.
"Kau memang pantas dikatakan seperti itu," balas Fung Li menambah keterkejutan orang melihat sikap berani dan blak-blakannya.
Semua orang tegang menonton itu, tidak dengan Xiao Zhan, dia malah tersenyum tipis mengamati tingkah Fung Li sedari tadi. 'Aku penasaran, gadis yang dirumorkan penakut bahkan jelek tapi sepertinya kau bukanlah seperti itu,' batinnya.
"Aku juga punya bukti lagi." Fung Li mengambil sesuatu dalam selipan lengan hanfunya. Menunjukan sebuah titah pada semua orang.
"Ini adalah pernyataan yang di tulis mendiang Selir Qian Yu selama dia masih hidup, kalian bisa membacanya dan itu tidaklah palsu."
Lagi lagi semua orang dibuat terkejut oleh Fung Li. Wanita itu memang suka membuat orang terkejut
Yux Si melototkan matanya melihat titah bergulung di tangan Fung Li. Dia sangat tidak menyangka wanita yang dia anggap bodoh dan penakut itu bisa bertindak diam-diam di belakangnya.
Fung Li menaikan sebelah alisnya melirik ke arah Xiao Zhan yang duduk di atas sana. 'Apa yang ingin dia buktikan?' batinnya.
Tiba-tiba beberapa anggota prajurit dari Kekaisaran Langit masuk dengan menyeret seorang pria paruh baya dengan tubuh pendek dan perut yang buncit serta berpakaian mewah dengan setiap aksesoris kekuningan melekat pada tubuhnya. Seperti kalung emas, cincin emas, dan serba emas.
"Bersujud!" perintah salah satu prajurit Kaisar Xiao Zhan saat sudah berada di tengah aula jadi pusat perhatian semua orang.
"Katakan atau mati?" tanya Panglima Liu Te mendekat ke pria yang langsung bersujud itu.
"Sa sa saya ada adalah saya adalah," ucap pria yang bersujud itu terbata-bata karena merasa takut. Apalagi dia sejenak melirik ke arah wanita yang berada di samping Raja Zha Wey.
__ADS_1
"Hmm," dehem salah satu prajurit langsung mengarahkan ujung pedangnya pada leher pria itu, begitu dekat sampai kulitnya tergores dan mengeluarkan darah segar.
"Sa sa saya, hmm saya ...." Lagi-lagi pria paruh baya itu memotong omongannya. Dia sungguh merasa takut sekarang ingin berbohong atau mengatakan yang sebenarnya. Melihat raut wajah wanita yang mengancamnya jika mengatakan sesuatu membuat dia semakin sulit beradu dengan pikiran.
Prajurit Kaisar Xiao Zhan yang mengarahkan pedang jadi geram akan pria paruh baya itu.
"Saya saya adalah penjual dan pembuat racun dari bisa ular tersembunyi di gunung Weimeng, seseorang membelinya kepada saya tiga hari sebelumnya, dia dia adalah Permaisuri Yux Si!" ungkap pria paruh baya itu dengan berkata cepat. Dia tidak berani mendongakan kepalanya dan membentur kepalanya pada lantai aula dengan keras sampai pingsan di tempat.
Cetarrrr, petir sesungguhnya telah menggema di langit yang menggelap. Cuaca yang tadinya cerah berubah gelap, awan hitam yang menggumpal begitu tebal.
Semua melototkan matanya mendengar ungkapan pria paruh baya itu yang memang sepertinya benar. Siapa yang berani mengelak jika sudah Pasukan Kaisar Xiao Zhan yang bertindak.
"Itu semua tidaklah benar!" teriak Yux Si langsung mendekati Raja Zha Wey kembali. Dia menggenggam tangan Zha Wey dan menatap wajah pria itu dengan tampang menyedihkan.
"Kau percaya padakukan Zha Wey? aku tidak akan melakukan hal seperti itukan?, kau percaya padakukan? hikss hikss." Yux Si menangis pilu sambil menggoyang-goyangkan tubuh Zha Wey. Menyadarkan pria itu yang melamun dengan tatapan kosong tidak ingin menatapnya.
"Cih drama sekali." Fung Li berjalan mendekat pada meja sidang. Dia memberikan titah pada Hakim Tian untuk diperiksa dan dibacakan.
Tiba-tiba Raja Zha Wey menghempaskan dengan kasar tangan Yux Si yang memegang tangannya di hadapan semua orang sampai tubuh wanita itu terdorong jauh dan jatuh di lantai dengan posisi tiarap.
Semua menutup mulutnya yang terbuka dengan tangan, kaget melihat Raja Zha Wey yang tidak biasanya bertingkah kasar pada wanita yang sangat dia cinta dan manjai itu.
Yux Si menyentuh dahinya yang berdarah terbentur keras menghantup lantai. Dia merasa geram dengan yang terjadi, tapi juga sedih akan perlakuan Raja Zha Wey padanya, memalukan dia di depan umum.
"Apa arti semua ini Yux Si? kau mengkhianatiku di belakang? mengapa?!!" bentak Raja Zha Wey dengan wajah marah bercampur kecewa dan sedih akan pernyataan yang ada.
__ADS_1
...Bersambung ......
Jangan lupa LKV yh ( Like komen and Vote) terima kasih semuanya.