Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Perbatasan


__ADS_3

"Apa yang kau pikirkan monyet? aku merasa ada yang kau sembunyikan," tanya Kaisar Xiao Zhan.


Fung Li tersentak, ia langsung mengelengkan kepala pertanda tidak ada apa-apa.


Kaisar Xiao Zhan mengangguk melihat jawaban Fung Li, dia memalingkan wajah kesamping dengan wajah datar.


***


Setelah lama berlalu, kini dua kereta dan kuda banyak sudah tiba di perbatasan kerajaan. Tempat yang sekitarnya berupa hutan seperti bangunan besar yang berada di pinggir jalan dikelilingi pohon-pohon banyak.


Dua orang yang berada dalam kereta masing-masing keluar secara bergantian lalu mereka pergi masuk dalam bangunan perbatasan itu. Sedangkan yang berkuda mereka memakirkan kuda terlebih dahulu di kawasan tengah dari bangunan itu.


Di dalam bangunan...


Fung Li, Kaisar Xiao Zhan, Pangeran Xiao Rei dan Silli berjalan berdampingan menyusuri halaman perkamaran.


Keadaan hanya hening, tidak ada keluar sepatah kata apapun seiring jalan, hentakan kaki terdengar secara bergantian. Hingga sampai pada Sosok orang yang berjalan paling depan menghentikan langkah kakinya membuat tiga orang di belakang juga menghentikan langkah kaki.


"Kalian masuklah kekamar yang ada disini, istirahatlah setelah itu kita akan sarapan bersama," titah Kaisar Xiao Zhan tanpa menoleh kebelakang.


Setelah mengatakan itu, Kaisar Xiao Zhan berjalan kembali dan masuk disalah satu kamar terdekat lalu menutup pintunya.


Pangeran Xiao Rei melirik kearah Fung Li yang terdiam di tempat. Sepertinya kakakku tidak tertarik dengan gadis ini, tapi dia memang benar-benar sangat cantik sangat disayangkan, kaka itu bodoh atau memang, batinnya.


"Silli, ikuti aku." Fung Li langsung melangkahkan kakinya. Berjalan menuju kamar yang berada di hadapan kamar dimasuki Kaisar Xiao Zhan diikuti Silli.


Pangeran Xiao Rei terdiam memandang kepergian Fung Li dan juga Silli.


***

__ADS_1


Dalam kamar yang di tempati Fung Li.


Fung Li dengan gerakan cepat duduk di kursi menghadap meja kosong. Dia memejamkan mata sekejap mengeluarkan buku tebal yang dia simpan dari dalam ruang dimensi.


"Tringg"buku kecil namun tebal itupun muncul diatas meja dalam sekejap membuat Silli yang berdiri di belakang kursi di duduki majikannya heran.


"Silli, kau jangan pernah memberitahu hal ini pada siapapun, berjanjilah," lontar Fung Li membuka mata cantiknya dengan perlahan.


"Janji apa Putri?" Silli menaikan sebelah alisnya merasa heran dan juga penasaran.


"Aku akan memberitahumu setelah selesai menyalin sesuatu di buku ini." Fung Li tersenyum tipis menarik buku di hadapannya lalu membukanya.


"Tutu keluarlah dan lihat ini," pinta Fung Li dengan wajah datarnya memandang tulisan cantik halaman lembar pertama buku yang di bukanya.


Silli bertambah penasaran melihat tulisan di buku itu.


***


Dua Pria dengan sosok rupawannya berdiri saling berhadapan menatap wajah sesama.


"Kak, jika Anda tidak menyukai gadis itu mengapa memilih dia menjadi calon istrimu?" tanya Pangeran Xiao Rei dengan raut wajah datar menatap Pria di hadapannya.


Kaisar Xiao Zhan tersenyum mendengar pertanyaan adiknya. Dia melipat kedua tangan di depan dada dan menatap balik adiknya, "karena sesuatu, kau tidak perlu tahu Rei Rei," jawabnya dengan santai.


Pangeran Xiao Rei memincingkan matanya, "mengapa aku merasa kakak menyembunyikan sesuatu? sebuah rahasia besar benar tidak?," tanyanya menyeringai tipis.


Kaisar Xiao Zhan terkekeh, "jika kau tahu diamlah seperti biasa." Dia lalu pergi menuju pintu kamar dan membukanya.


Kreeekk ...

__ADS_1


Pintu terbuka Kaisar Xiao zhan langsung keluar dari dalam kamar. Sementara Pangeran Xiao Rei tersenyum aneh mengingat jawaban sang Kakak.


***


Di halaman dapur di bangunan besar itu keadaan begitu ricuh. Para prajurit sedang sibuknya memasak, memotong bahan sambil menyaji kepiring masing-masing tugas mereka memenuhi dapur itu.


Suara hentakan pisau, dentingan sendok besar dan sebagainya menambah suasana hidup di dapur yang sudah berlengkapan itu.


Meski mereka seorang Pria. Namun tidak mempersalahkan jenis kelamin mereka mengejarkan pekerjaan wanita, selagi itu bisa dikerjakan mengapa tidak mencoba.


Mereka begitu sibuknya mempersiapkan makanan karena memang sudah tugas mereka melayani ketua terhormat.


Sedangkan di kamar Fung Li tempati, di depan pintu kamar luar tampak Kaisar Xiao Zhan mengulurkan tangannya ingin mengetuk pintu.


Tok ... tok ... tok,


Ketuk Kaisar Xiao zhan mengetuk daun pintu.


Di dalam kamar Fung Li yang baru selesai menyalin resep membuat pil kebuku lain terkejut. Dia gerak cepat menyimpan buku kembali dalam ruang dimensi dengan sekejap memejamkan mata.


Burung phoenix yang berdiri diatas meja juga ikut menghilang sekejap pergi dalam ruang dimensi yang berada di pertama cincin yang melekat di jari tangan kiri Fung Li


Silli ikut terkejut sampai-sampai dia tersungkur di lantai.


Fung Li menutup buku kecil di hadapannya dengan cepat. Pintu pun terbuka didorong oleh Kaisar Xiao Zhan.


Kaisar Xiao Zhan melirik Fung Li yang duduk di kursi dari belakang lalu melihat Silli yang tersungkur di lantai belakang kursi itu.


Brengsek, mengapa dia selalu muncul tiba-tiba? batin Fung Li.

__ADS_1


__ADS_2