Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Hanya Drama


__ADS_3

Di ruang rapat yang berada di Istana Kerajaan Langit. Mengumpul para anggota pengurus kerajaan dan besertanya.


"Tiga hari lagi, kita akan mengadakan pameran tahunan dan juga tahun baru. Mulai sekarang kita harus mempersiapkannya. Para kasim segera kirim undangan pada kekaisaran lain," titah Xiao Zhan yang duduk di singgasana. Memerintahkan pada anggota-anggota penting.


Anggota seisi ruang rapat segera berdiri lalu membungkukan tubuh secara bersamaan.


"Baik Yang Mulia terhormat," jawab serempak semuanya. Lalu mereka berdiri kembali.


Panglima Liu Te yang berdiri di samping tempat duduk Kaisar Xiao Zhan segera menepi dan mendekati kaisarnya itu ingin membisikan sesuatu.


"Yang Mulia, sesuatu penting. Si kunyuk itu sudah mulai membawa kerusuhan, dia menculik beberapa gadis dan dikurung sebagai pemuas nafsu," bisik Panglima Liu Te. Topeng tak pernah lepas menutupi setengah wajahnya.


"Apa bajingan itu tidak ada kerjaan?" Xiao Zhan langsung berdiri dari bangkunya. Dia berjalan keluar menginjak karpet merah melewati semua orang dalam ruang rapat itu.


***


Malam hari, bulan bersinar terang sepenuhnya dihiasi bintang kecil sekitarnya menghiasi langit yang bewarna gelap.



Dalam kamar kedua sepasang suami istri yang tiada duanya itu, Xiao Zhan dan Fung Li. Mereka berdua tampak sedang berbaring di atas ranjang dengan tubuh telantang seraya memandang ke atas sambil berbisik sesuatu sedari tadi.


"Bagaimana? Apa kau setuju dengan ideku?" tanya Xiao Zhan. Dia menatap lama mimik wajah wanita di sampingnya itu yang sedang berpikir keras.


"Tidak," tolak Fung Li santai langsung mendapat lirikan tajam dari Xiao Zhan. Fung Li pun tak kalah menatap pria itu balas lebih tajam hingga terjadilah perang tatapan.


Lama bertatapan, seringaian tipis nampak dibibir Xiao Zhan membuat Fung Li merasakan firasat aneh akan pria itu.


"Kau turuti perintahku atau aku akan menciummu," ancam Xiao Zhan. Dia dengan santainya mengganti posisinya naik ke atas tubuh Fung Li.


Fung Li melebarkan matanya sambil membangkitkan tubuh ingin segera beranjak. Namun semua itu sia-sia Xiao Zhan kembali mengunci tubuhnya di atas.


Seringaian terukir di bibir tipis pria itu menatap wajah wanita di bawahnya yang nampak begitu kesal.


"Sayang, malam ini kita lakukan lagi yah." Xiao Zhan tersenyum manis menampakan lesung pipinya pada Fung Li seraya mengedip-ngedipkan matanya. Sungguh sangat tampan dan manis wajah pria itu, bahkan bisa-bisa wanita lain yang melihatnya bisa menjerit gila.


Fung Li yang langsung mengerti arti tatapan dan kedipan mata itu balas tersenyum manis.


"Tentu," jawabnya. Fung Li segera menggantungkan kedua tanganya di leher Xiao Zhan.


Sementara tidak jauh dari luar kamar itu, Ibu Suri Mia dan Permaisuri Xiao Yu sedang berjalan berdampingan menuju kamar Xiao Zhan dan Fung Li. Di sekitar kamar itu memang terlihat sepi, tidak ada yang bertugas menjaga karena memang keinginan Kaisar.


Sesampainya mereka di depan kamar, mimik wajah kedua wanita itu yang awalnya santai-santai saja seketika berubah kaget.


Ibu Suri Mia dan Permaisuri Xiao Yu segera mendekatkan diri mereka pada pintu dan mendengar suara yang berasal dari situ.


"Akhh!"


"Lebih keras!"


"Baik istriku!"


Rona memerah timbul dipipi dua wanita berusia itu, mendengar suara yang berasal dari dalam kamar dihadapan mereka.


Dengan segera mereka pergi dari situ sambil tersenyum-senyum puas.

__ADS_1


Lainnya dengan Xiao Zhan dan Fung Li dalam kamar, mereka kini saling menatap dari jarak yang sangat dekat dengan posisi Xiao Zhan yang berada di atas tubuh Fung Li.


Suasana hening menimbulkan rasa canggung setelah berakting mengeluarkan suara tadi.


"Sudah selesai bukan? Menjauhlah!" Fung Li mendorong bidang dada kekar Xiao Zhan di atasnya dan langsung beranjak pergi menjauh dari ranjang.


Xiao Zhan pun juga beranjak dari atas ranjang dan menahan tangan Fung Li yang ingin membuka pintu.


"Jangan pergi dulu, aku serius ingin bicara padamu tentang apa yang terjadi," pinta Xiao Zhan.


Fung Li pun menghembuskan napas dengan kasar lalu membalikan tubuh menghadap Xiao Zhan.


"Baiklah."


***


...Paviliun Hui...


Dalam kamar Selir Wei Wei, terdengar suara kegaduhan malam-malam.


Suara bantingan keras dan suara pecahan gelas menambah rasa takut dari pelayan yang ada dihadapan Selir itu.


"Ampuni saya selir memberitahukan hal ini pada Anda!" mohon pelayan yang sujud dibawah kaki Selir Wei Wei.


"Pelayan bodoh!" Tiba-tiba dia langsung menendang jauh tubuh pelayan malang itu hingga tubuhnya terpental jauh.


"Pergi dari sini sekarang! Aku sudah muak mendengar Fung Si Fung Si, tidak bisakah dia lenyap dari sini! Sudah ******! Merebut mantan tunanganku Kaisar Xiao Zhan!"


Selir Wei Wei begitu marah, dia melampiaskan semua emosinya dengan betindak kasar pada pelayannya bahkan melempar beberapa kali barang yang ada dalam kamar.


Semua itu karena rasa bencinya mengingat kejadian pagi tadi, dimana Xiao Zhan yang mencium Fung Li di depan semua orang. Ditambah lagi, pelayan itu membawakan kabar dari mata-matanya bahwa Xiao Zhan dan Fung Li sedang menikmati malam panjang.


***


"Kau ingin lanjut atau tidak?"


Pertanyaan keluar dari mulut pria yang memasang wajah dingin dengan sorot mata tajam itu.


Fung Li yang sedang asiknya memandang bulan di langit langsung mengalihkan pandangan pada Xiao Zhan.


"Aku akan memperjelas padamu, sepertinya kau harus tahu ini. Aku dan Raja Zha Wey tidak ada hubungan apapun, dia hanya bernostalgia akan kenangan masa kecil saat aku menolongnya waktu itu."


'Maksudnya Putri Fung Si yang menolongnya saat itu' batin Fung Li.


"Jadi kau jangan salah paham saat di hutan waktu itu."


Dengan tegas Fung Li memperjelas kesalahpahaman yang terjadi. Dia yakin Xiao Zhan marah karena itu, tapi dia sebenarnya juga heran untuk apa pria itu marah hanya karena itu.


Xiao Zhan yang memasang wajah yang tadinya begitu dingin seketika berubah santai dan sedikit tersenyum tipis.


'Jadi dia tidak ada hubungan khusus dengan pria brengsek itukan' batin Xiao Zhan merasa senang.


"Apa kau cemburu?" tanya Fung Li tiba-tiba.


"Hah cemburu? Untuk apa aku cemburu, kau juga bukan kekasihku," jawab Xiao Zhan berbohong. Bahkan dia sekarang tidak berani menatap langsung mata Fung Li.

__ADS_1


"Baik," balas singkat Fung Li mendengar itu.


Tiba-tiba terlintas ingatan kejadian itu pagi tadi yang membuat Fung Li begitu kesal. Wajah Fung Li yang tadinya santai-santai saja berubah nampak menahan marah.Jika bisa dilihat mungkin asap tebal sudah mengelilinginya.


Xiao Zhan yang merasa hawa tiba-tiba mencekam kini memalingkan mukanya pada Fung Li.


Tiba-tiba satu buah buku melayang dan menghantam wajah tampan Xiao Zhan begitu tidak terduganya.


"Ssstt"


"Ku kira selama sebulan ini kau menjauhiku kaunya berubah, tapi sama saja menyebalkannya!"


"Ciuman pertamaku kau juga merebutnya! Kau pikir aku gadis murahan yang mau disentuh-sentuh olehmu seperti itu! Aku tidak seperti gadis lain. Kenapa setiap bertemu denganmu ak sela...," cibir Fung Li terpotong.


"Mmmm."


Xiao Zhan membungkam bibir Fung Li dengan bibirnya tanpa terduga. Tapi hanya dengan sejenak, dia melepaskannya lagi dan langsung mengangkat tubuh wanita itu. Membawanya ke atas ranjang kembali.


Xiao Zhan langsung menindih tubuh Fung Li dengan sorot mata tajam menatap wanita di bawahnya yang menggertakan gigi.


"Aku tau kau bukan gadis seperti itu, kau itu gadis nakal, bodoh, pemarah, cerewet. Sudah cukup kau mengomel sekarang giliran aku akan menghajarmu!"


Raut wajah Xiao Zhan berubah jadi tersenyum jahil, matanya tiba-tiba memandang perut Fung Li dan dengan nakalnya menggelitiknya.


"Rasakan ini!"


"Zhan!"


"Hahaha, hahaha." Fung Li jadi berguling kesana kemari jadi tertawa menahan rasa geli diperutnya.


"Hah ternyata ini kelemahanmu yah monyet jelek." Dengan senyum jahilnya Xiao Zhan semakin menggelitik perut Fung Li sampai gadis itu kewalahan tertawa.


"Sudah hentikan Zhan! Selesai aku akan membunuhmu"


"Hahaha ... Hahaha"


Tawa memenuhi ruangan kamar mereka, suasana yang tadinya begitu sunyi jadi penuh dengan canda dan tawa. Sungguh memang aneh mereka tadinya bertengkar, dan kini sekarang bercandaan.


Dari luar kamar, berdiri Panglima Liu Te menghalangi jalan Selir Wei Wei yang ingin menemui Kaisar Xiao Zhan.


"Maaf Anda tidak boleh masuk sekarang ataupun menemui Yang Mulia!" tegas Liu Te.


'Jangan sampai ular ini menganggu Yang Mulia dan Permaisuri yang sedang asiknya mereka memperbaiki hubungan,' batin Liu Te


Selir Wei Wei mengepalkan kedua tangannya menatap arah pintu kamar, dan tidak sengaja mendengar suara tawa wanita yang sudah bisa ditebaknya siapa.


'Dasar gadis ******! Dia pasti merayu Yang Mulia dengan tubuh sampahnya itu!' batin Selir Wei Wei.


'Kau pikir aku akan berdiam dan bertingkah bodoh seperti ini melihat Xiao Zhan ku bersamamu? Cihh!'


Tiba-tiba Selir Wei Wei menjatuhkan tubuhnya dan pingsan di tempat membuat Panglima Liu Te terkejut.


...Bersambung ......


Maaf yah author baru nongol😂 kayanya banyak nih pembaca yang udah lupa sama ceritanyakan? Author aja agak lupa udh 4 bulan hiatus gak nulis. Jadi yang mau baca ulang silakan yah.

__ADS_1


Utor juga jarang bnget up, krna sibuk juga sekolah, trus ini lagi PAS. Insyaallah deh selesai PAS author mau up lagi. Cerita perjalanan mereka juga masih panjang nihh, masih bakal seru kok nanti bakal traveling dan berpetualang Xiao Zhan dan Fung Li.


Tunggu aja yah! Ba ba bay


__ADS_2