
Dalam hitungan detik, melayang sebuah koin emas bulat dengan terpapang gambar matahari ditengahnya, koin itu sengaja dilempar arahkan pada satu vampir yang berniat melukai Fung Li oleh seorang pria berdiri di tengah pintu masuk dengan tampang gagahnya.
Alhasil begitu tepat sasaran koin itu menembus tubuh vampir yang sudah begitu dekat dengan Fung Li. Tubuh vampir itu seketika mengeluarkan cahaya merah kejinggaan lalu semakin hitam dan menghangus menjadi abu.
Fung Li yang selesai memperbaiki topeng yang ingin terlepas di wajahnya sontak membalikan tubuh dan kaget saat melirik dari jauh sosok lria yang dikenalnya tidak lain ialah Kaisar Xiao Zhan.
Fung Li melebarkan matanya melihat Xiao Zhan. Namun sepertinya dia merasa pria itu tidak dapat mengenalinya.
Merasa seperti itu Fung Li bergegas berlari memakai ilmu peringan tubuh tingkat tinggi yang jarang orang gunakan di zaman kuno itu karena sangat berisiko akan tenaga.
Ilmu yang digunakan Fung Li itupun membuat orang yang masih berada dalam aula seketika mimisan darah bahkan ingin muntah dan pingsan merasakan tekanan kuat.
Pria yang melempar koin tadi menatap sekilas dengan tatapan menelisik gadis bertopeng yang lewat seperti angin melawatinya. Sedikit ada perasaan ingin menahan gadis itu. Namun dia hurungkan karena sepertinya gadis itu ingin pergi cepat-cepat.
"Fung Li!" teriak sosok pria itu yang adalah Xiao Zhan. Dia berlari ke dalam aula sambil tengok kanan dan kiri menelisik dalam aula mencari keberadaan wanita yang dicarinya sedari tadi.
Orang-orang di lantai dua mulai keluar dari lingkaran fortal pelindung lalu berhambur menuju lantai dasar dan melihat sekeliling apa yang terjadi.
"Cepat bereskan tubuh-tubuh mayat ini!" Putra Mahkota Xu Kang yang berlari kearah Xiao Zhan dengan wajah cemas.
Beberapa orang ternama berlari mendekati Xiao Zhan yang memutar tubuh melihat sekeliling aula.
Muncul banyak prajurit baru dari pintu masuk aula. Mereka bergegas membersihkan kekacauan yang terjadi dalam aula.
"Ada apa Yang Mulia Kaisar Xiao Zhan?" tanya Putra Mahkota Xu kang yang sudah sampai di hadapan Xiao Zhan.
Tanpa menjawab Xiao Zhan membalikan tubuh dan menghilang sekejap di tempat membuat orang-orang yang ingin mendekatinya bertanya kaget sekaligus heran.
"Ada apa dengan Dewa Xiao Zhan?" tanya salah satu pangeran.
"Sepertinya sedang mencari keberadaan Permaisuri Fung Si, dia semenjak sebelum pemasangan cincin sudah pergi dan belum kembali sampai saat ini," jawab Pangeran Hang Kang yang berkacak pinggang.
"Tapi siapa yang menyebabkan kekacauan ini?" tanya yang lainnya.
"Sepertinya penyerangan ini dari anggota klan vampir yang berada di Kekaisaran Langit," sahut Raja Zha Wey memasang wajah serius.
"Tapi siapa gadis hebat yang melawan tadi hanya dengan seorang diri? aku sangat penasaran dan aku merasa gadis itu tidak asing," sambung Permaisuri Yux Zi yang berdiri di samping Raja Zha Wey.
Raja Zha Wey merangkul pundak Yux Si dengan hangat, "aku juga merasa tidak asing," balasnya dengan raut wajah tampak heran.
__ADS_1
"Dimana Fung si? apa Kak Yux Si tidak berniat mencarinya?" tanya Fei Si yang muncul di belakang Zha Wey dan Yux Si.
Yux Si seketika melepaskan rangkulan Zha Wey dan membalikan tubuh melirik asal suara.
'Aiss, biarkan saja wanita ja'lang itu menghilang, jika lebih baik dia mungkin mati digigit vampir, itu sangat baik, mungkin dia memang sudah lenyap,' batin Yux Si.
"Fei Si, bukannya aku tidak mencarinya, aku baru tahu akan itu." Yux Si menggandeng lengan Zha Wey dan mendongakan kepalanya menatap wajah pria itu.
"Suamiku, ayo bantu mencari adikku Fung Si, kasihan dia," ajak Yux Si dengan mata berbinar sedih pada Zha Wey.
***
Di jalan istana empat persimpangan, keadaan tampak sedikit gelap. Namun diterangi lentera yang dipasang pada tiang-tiang pendek di setiap pinggirnya.
Terdengar langkah kaki pelan dari seorang gadis cantik yang berjalan di situ, dia berjalan sambil memperbaiki pakaiannya yang kurang rapi.
"Uhh, semoga tidak ada yang tahu," gumam gadis itu ialah Fung Li.
Fung Lu berjalan sambil mengusap-usap dan meniup telapak tangannya agak merasa kedinginan. Dia tengok kanan lalu kekiri melihat-lihat lentera yang terpasang melekat di tiang-tiang.
Hanfu yang dia kenakan masih sama dan pakaian pelayan yang jadi samaran hanya semata guna menutupi identitasnya.
Sambil berjalan pelan dan menikmati angin malam setelah tadinya menghadapi banyak vampir Fung Li membuka jalur telepatinya pada binatang-binatang spritnya yanga berada dalam ruang dimensi.
^^^'Saya tidak menyangka, Anda lebih kejam dari yang Saya pikirkan, dulu Tuan pertama pemilik Saya agak ragu-ragu jika ingin membunuh,' sambung Rubah Sembilan.^^^
'Kalian jangan berlebihan, biasa saja, aku membantu karena ingin orang yang tidak bersalah agar tidak terluka, tapi bagaimana dengan pelayan yang meminjamkan pakaiannya?' balas Fung Li dalam hati.
Tiba-tiba terdengar hentakan kaki cukup keras tidak jauh dari Fung Li. Mendengar itu Fung Li seketika menutup jalur telepatinya. Dia menghentikan langkah kakinya melihat seseorang yang berlari dari jalur berlawanan menuju kearahnya.
"Fung Li!"
Seseorang itu tiada lain adalah Xiao Zhan, dia berlari semakin kencang dengan wajah tampak sangat cemas yang tidak dapat dia sembunyikan.
Sampai di hadapan Fung Li, sontak Xiao Zhan langsung memeluk erat tubuh wanita itu dengan wajah cemas setengah mati.
Fung Li melebarkan matanya seperti mendapat sengatan akan tubuhnya yang dipeluk tiba-tiba.
"Kau dari mana saja bodoh? aku sedari tadi mencarimu, kau membuatku sangat cemas," tanyanya dengan suara sedikit melemah.
__ADS_1
Wajah Fung Li yang menempel di dada Xiao Zhan merasa kesulitan bernapas akan pelukan pria itu seperti dililit ular.
"Lepaskan." Fung Li berusaha menjauhkan tubuhnya agar lepas.
"Tidak akan," tolak Xiao Zhan malah semakin menarik tubuh Fung Lu dan memeluknya lebih erat dari yang sebelumnya.
Xiao Zhan sungguh tidak ingin melepas pelukannya pada wanita itu. Dia kembali teringat akan yang terjadi tadi, di mana pelayan yang terbunuh bukan sosok Fung Li.
"Kau baik-baik saja kan? apa ada yang terluka? apa ada yang menyerangmu?" tanya Xiao Zhan begitu antusias.
"...." Tidak ada sautan sama sekali dari wanita yang ditanyanya. Bagaimana bisa menjawab wajah Fung Li saja ditenggelamkan begitu dalam di bidang dadanya sendiri secara tidak sadar lagi saking cemasnya akan gadis itu.
"Mmm," gumam Fung Li. Diq memukul-mukul dada Xiao Zhan guna menyadarkan pria itu.
Alhasil Xiao Zhan sedikit merenggangkan pelukannya. Namun tidak melepasnya. Dia menunduk menatap wajah Fung Li yang tampak kesal.
Fung Li mendongakan kepalanya menatap wajah Xiao Zhan. Saat dua pasang bola mata cantik itu bertemu entah setan apa yang merasuki dua insan itu hingga bertatapan begitu lama.
Angin berhembus menerpa rambut keduanya, seakan hanyut dalam tatapan lama.
Di jalan persimpangan, sosok oria mematung beku melihat dua orang yang terlihat berpelukan sambil menatap itu. Dia tidak tahan harus berbalik kembali dan pergi dengan wajah kecewa.
Keduanya mulai tersadar ketika tiba-tiba Xiao Zhan ingin muntah di hadapan Fung Li membuat wanita itu terkejut dan heran.
"Wooeeek." Muntah Xiao Zhan menjauhkan tubuhnya. Tampak muntahan darah yang keluar dari mulut pria itu membuat Fung Li yang melihatnya jadi cemas.
"Kau baik-baik saja kan? mengapa kau mun ...," tanya Fung Li terpotong.
Brukkk ...
Xiao Zhan menjatuhkan tubuhnya pada Fung Li. Matanya tertutup dan tampak melemah. pria itu memeluk tubuh Fung Li dengan bibir bergetar.
Fung Li tentu terkejut, kedua tangannya jadi ikut melingkar dan memeluk tubuh Xiao Zhan yang terasa begitu panas.
"Ikuti aku, jangan membantah," lirih Xiao Zhan terdengar sangat lembut dan agak melemah.
Tiba-tiba Xiao Zhan dan Fung Li yang tampak berpelukan seketika menghilang sekejap di situ. Membuat seorang gadis yang bersembunyi tidak jauh dari balik pohon terkejut.
"Bisa-bisanya wanita ja'lang itu menggoda Dewa Xiao Zhan bahkan Pangeran Huang Li juga, cih memang pantas dijuluki wanita penggoda," gumam gadis itu yang tiada lain adalah Putri Sian, adik Raja Zha Wey.
__ADS_1
...Bersambung ......
Kira-kira kenapa Xiao Zhan muntah darah yah?