Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Tidak akan peduli padamu lagi


__ADS_3

Paviliun Xia, dalam ruang kerja Kaisar Xiao Zhan.


Terlihat Xiao Zhan dan panglimanya Liu Te sedang mengobrol dengan wajah serius saling berdiri berhadapan.


"Apa kita harus berdiam dan membiarkan saja Ketua? orang yang berniat jahat pada Permaisuri Fung Si sudah diketahui namun itu akan membuat hubungan yang baru Anda bangun dengan Ayah Selir Yuwer akan buruk," lontar Liu Te menatap pria di hadapannya yang melipat kedua tangan di depan dada sedang berpikir.


"Itu tidak bisa dibiarkan, kejahatan tetaplah kejahatan, aku tidak bisa membiarkan demi sebuah hubungan harus menguburkan kejahatan, si monyet itu adalah Permaisuri kekaisaran ini sudah sepastinya orang yang berniat jahat dihukum berat! besok pagi kita akan mengejutkan orang yang berani berniat akan itu," tegas Xiao Zhan menatap tajam Liu Te.


"Pilihan Anda adalah yang terbaik, tapi siapa si monyet ketua?" heran Liu Te memasang wajah berpikir.


Xiao Zhan melangkahkan kaki lewat dari samping Liu Te dan menepuk-nepuk bahu Liu te. "Permaisuri Fung Si maksudku," jawabnya lalu pergi.


Liu Te membalikan tubuhnya dan memandang kepergiaan Xiao Zhan dengan tersenyum. "Lucu sekali Permaisuri Fung Si panggilannya monyet, ppfttt, kurasa ketua mulai aneh," gumamnya.




Pagi harinya, matahari bersinar menerangi lingkungan alam.



Di aula kerajaan yang sangat luas dan besar di penuhi akan para penghuni istana yang sedang berkumpul. Namun beda dari biasanya karena para keluarga kerajaan ikut dalam perkumpulan itu.



Para menteri, kasim, jenderal, pengawal, prajurit dan pelayan yang berdiri di lantai berbaris secara rapi sesuai kelompok mereka. Sedangkan para pangeran yang terhormat duduk di dudukan khusus singgasana secara masing-masing dan Sang Kaisar terhormat duduk di dudukan besarnya berada di tengah antara dudukan Pangeran.



Keadaan hening sekali. Semua berdiam asik dengan pikirannya masing-masing memikirkan apa yang akan diumumkan Sang Kaisar yang tiba-tiba memerintah berkumpul pagi hari sekali.



Di singgasana, Kaisar Xiao Zhan asiknya berbincang dengan Fung Li yang duduk tepat di sampingnya.



"Kau tenang saja, aku akan memberi hukuman yang layak pada orang yang berani berniat jahat pada permaisuri kerajaan ini." Xiao Zhan menatap wajah wanita di sampingnya.



Fung Li hanya melempar senyum tipis mendengar ucapan Xiao Zhan. Dia menatap ke sekeliling aula menangkap para pangeran dan lainnya yang diam-diam menatapnya dengan Xiao Zhan.



Tiba-tiba di pintu masuk aula yang sudah terbuka masuk seorang wanita yang memakai hanfu dengan warna pink mencolok dan penampilan yang agak berlebihan. Puluhan pengawal berpakaian serba biru tua mengikutinya di belakang.



Sontak semua mata melirik ke arah wanita itu dengan wajah terkejut sekaligus heran melihat rantai besi melingkar di pergelangan tangannya.



Keadaan seketika jadi ricuh, orang-orang jadi saling berbincang sesama mereka tentang apa yang dilihat sangat membuat mereka heran.



"Apa yang terjadi Yang Mulia Kaisar? mengapa Saya baru bangun tidur pergelangan tangannya langsung dirantai dan di bawa kesini?!" Wanita itu melangkah cepat ketengah karpet merah yang menuju singgasana.



Para pengawal yang mengikuti wanita itu berhenti di tempat dengan tubuh tegap dan wajah datar.



"Selir Yuwer?" tanya Pangeran Xiao Fei keheranan di tempat duduknya.



"Apa yang terjadi nak?" tanya Permaisuri Xiao Yu, ibunya Xiao Zhan merasa heran.



Fung Li melirik kearah wanita yang berdiri di bawah dengan wajah tampak menyedihkan minta penjelasan.



^^^'*Ketua, dia adalah wanita yang berniat ingin menyerang Anda dari belakang malam tadi, dia sengaja menggunakan ilmu hitam agar tidak disadari keberadaannya, tampang di luarnya memang polos tapi dia sungguh licik dan ahli ilmu hitam ketua, Anda harus hati-hati*', telepati dari Tutu yang berada di ruang dimensi.^^^



^^^'*Aku tau, kau urus saja dirimu dan istirahat dengan lama di sana melewati masa penyembuhan*,' balasan telepati dari Fung Li.^^^



^^^'*Baiklah Ketua, Anda tenang saja, saya hanya ingin memberitahu*,' balas Tutu.^^^



Xiao Zhan mengabaikan pertanyaan para keluarganya padanya. Dia malah melirik wanita di bawah yang menyandang gelar selir di haremnya itu.



Dengan tatapan begitu tajam menusuk orang yang juga menatapnya. "Selir Yuwer, katakan saja langsung atau perlu kuungkapkan?" tanya Xiao Zhan yang membuat semua lagi-lagi heran.



Selir Yuwer yang berdiri di bawah seketika melebarkan matanya. Dia sontak menggeleng-gelengkan kepala dengan wajah tidak mengerti.



"Apa yang Kaisar maksud? maaf hamba tidak mengerti." Selir Yuwer langsung bersujud di lantai dengan kepala yang digeleng-gelengkan.

__ADS_1



"Lantas!" bentak Xiao Zhan tiba-tiba membuat semua orang dalam aula terkejut bukan main.



Suasana jadi tegang dan mencekam melihat Sang Kaisar itu tampak marah.



Xiao Zhan berdiri dari dudukannya. "Mengaku atau tidak?! sebelum aku memberitahu semuanya Selir Yuwer apa yang kau lakukan malam tadi di paviliun Permaisuri Fung Si?" tanyanya dengan raut wajah tampak dingin.



Semua jadi heran dan penasaran mendengar lontaran Kaisar pada Selir Yuwer yang sudah tak berkutik di tempat.



Selir Yuwer bergetar hebat tubuhnya, keringat dingin mengalir di sekitar wajahnya merasa sangat tertekan.



'*Apa yang harus kukatakan, aku tidak menyangka malam tadi gagal dan sia-sia, seandainya berbuah hasil kematian Permaisuri Fung Si itupun tidak masalah, ini semuanya gagal, apa yang harus kulakukan Kaisar Xiao Zhan pasti akan membunuhku*,' batinnya.



"Selir Yuwer cepat katakan! jangan membuat kakakku sampai marah besar," pinta Pangeran Xiao Rei yang duduk di kursi khusus dengan kedua tangan dilipat di depan dada.



"Hikss ... hiksss ... hiksss, ha ... hamba tidak melakukan apapun, hamba semalaman berada di Paviliun Hu dan istirahat cepat tadi malam," ungkap Selir Yuwer menjawab diiringi isak tangis.



Mendengar itu, Xiao Zhan pun akhirnya turun dari singgasana dan mendekati Selir Yuwer.



Sesampainya Xiao Zhan di hadapan wanita yang bersujud di lantai. "Ka ...!" bentaknya terpotong.



"Iya Yang Mulia, hamba bersalah dan semua itu benar," sela Selir Yuwer dengan wajah ketakutan.



Semua jadi membelalakan mata mendengar lontaran wanita yang tampak ketakutan itu. Keadaan tegang membuat bulu kuduk semua orang berdiri melihat raut wajah pria yang tampak menahan emosi di hadapan wanita itu.



Xiao Zhan menghembuskan napas berat mencoba menormalkan emosinya kembali. "Liu Te urus wanita ini, segera penjarakan dan besok saat matahari terbit akan dihukum mati di hadapan semua orang, keputusanku tidak akan berubah," tegasnya memandang semua orang dalam aula.



Selir Yuwer seketika berdiri dan memegang lengan Xiao Zhan.




Semua yang berada dalam aula terkejut di tempat. Keadaan jadi heboh mendengar keputusan langsung Sang Kaisar muda itu.



Kini terdengar dari para penghuni istana suara mulut ke mulut membicarakan apa yang terjadi menambah suasana ricuh dalam aula itu.



Mendengar lontaran Selir Yuwer dan tangisan sedih wanita itu, Xiao Zhan menepis tangan wanita yang tak segan menyentuhnya itu. "Tidak tau diri," sindirnya dengan wajah dingin.



Setelah itu Xiao Zhan langsung bergegas pergi meninggalkan aula dengan wajah masih tampak jelas marah. Sontak semua orang membungkukan badan sepanjang jalan saat Xiao Zhan lewat.



Selir Yuwer seketika ambruk di lantai pingsan dan para prajurit langsung membawa wanita itu pergi seperti perintah Sang Kaisar.



"Baru kali ini melihat Kak Zhan bisa semarah tadi? sangat jarang terlihat," tukas Pangeran Xiao Jei dengan wajah tampak heran memandang saudara lainnya di tempat duduk lain.



"Mengejutkan, biasanya Kak Zhan hanya biasa saja jika menghadapi masalah besar apapun, tapi ini?" heran Xiao Fei yang memegang kipas mengipasi wajah tampannya.



"Sudahlah kalian jangan heran, itu semua karena Zhan peduli dengan menantuku Fung Si, benarkan?"jawab Permaisuri Xiao Yu di tempat duduknya. Dia melempar senyum pada Fung Li yang sedari tadi hanya berdiam.



Mendengar perkataan Ibunya Xiao Zhan sampai ke telinga Fung Li. Gadis itu seketika berdiri dari tempat duduk dan melempar senyum pada Permaisuri Xiao Yu.



"Saya menyusul Zhan, permisi semuanya," tutur lembut Fung Li. Kemudian bergegas pergi ikut meninggalkan aula.



Setelah kepergiaan Fung Li, perkumpulan dibubarkan hingga aula besar dan megah itu mengosong.


__ADS_1


\*\*\*



...**Paviliun Xia**...



Terdengar suara gemercakan air yang berasal dari dalam kamar mandi Kaisar Xiao Zhan.



Tampaknya Xiao Zhan sedang mandi dan merendam tubuh di kolam sauna kamar mandi besarnya itu. Duduk santai dengan punggung yang bersandar di batuan pinggir kolam.



"Uhh, hampir saja tidak bisa menahan emosi tadi," gumamnya. Lalu membuka mata yang sedari dipejamkan.



Tidak lama berselang, pria tampan itu menyudahi kegiatan mandinya dan keluar dari kamar mandi memakai hanfu handuk tipis dengan bidang dada dan perut sixpack yang terekspos jelas.



Saat keluar dari kamar mandi, Xiao z


Zhan jadi berhenti melangkah, jadi kaget di tempat melihat sosok gadis yang duduk manis di pinggir ranjang dengan melipat kedua tangan di depan dada.



"Mengejutkan saja," kesal Xiao Zhan memandang sekitar kamar dengan senyuman menggoda.



"Aku ingin memperjelas sesuatu padamu," balas Fung Li dengan wajah datar melirik Xiao Zhan yang begitu mempesona dan bercahaya melelehkan wanita lain yang melihatnya.



"Khemm," dehem Xiao Zhan. Dia berjalan pelan mendekati Fung Li.



Sesampainya di hadapan Fung Li. "Apa yang ingin kau perjelas?" Xiao Zhan memutar bola mata melihat sekitar kamar menghindari menatap gadis di hadapannya.



Fung Li berdiri dan menatap pria di hadapannya dengan senyum tipis. "Aku hanya ingin memperjelas dan meminta agar kau tidak mencampuri urusanku lagi, seperti menolongku dari Selir Yuwer dan lainnya," pintanya.



Xiao Zhan seketika mendekat dan lebih dekat ke hadapan Fung Li. Tiba-tiba tubuh Fung Li didorong kuat oleh Xiao Zhan sampai jatuh terhempas di atas ranjang.



Fung Lu melebarkan matanya. Dia ingin bangkit, tapi Xiao Zhan langsung menghimpit tubuhnya di atas.



"Apa kau sama sekali tidak pernah memikirkan untuk berterima kasih pada orang yang menolong dan membantumu?" tanya Xiao Zhan menatap tajam manik mata Fung Li.



"Lagipula kau hanya berpura-pura, kau hanya mencari muka padaku , semua itu tidak tulus benarkan?" lontar Fung Li menatap tajam balik Xiao Zhan.



"Mencari muka? kau menganggap aku berpura-pura atas semua yang ku lakukan hah?" Xiao Zhan tampak marah mendekatkan wajahnya lebih dekat pada Fung Li di bawahnya.



Fung Li mengalihkan pandangannya ke lain. "Maaf membuatmu marah, sebenarnya aku juga ingin berterima kasih tapi aku tidak tau caranya bagaimana, aku merasa kata terima kasih pun tidak cukup, tapi aku ingin memperjelas lain kali setelah ini kau jangan mencampuri urusanku lagi sampai terlibat masalah karena aku tidak ingin merepotkan siapapun," lontarnya yang diangguki Xiao Zhan.



"Baiklah, kali ini dan seterusnya aku tidak akan mencampuri urusanmu, terjadi apapun padamu aku tidak akan peduli, camkan itu," tegas Xiao Zhan.



Dia langsung beranjak dari atas tubuh Fung Li dan menjauh pergi masuk dalam ruang ganti dengan wajah kesal.



Fung Li duduk dan memandang Xiao Zhan yang masuk dalam ruang ganti dan menutup pintu dengan kasar sampai terdengar keras suaranya.



'*Aku berkata seperti itu hanya karena agar ke depannya tidak menyusahkanmu lagi, sudah cukup kau menolongku dari bahaya, kini saatnya aku pokus dengan apa yang ingin ku lakukan*,' batin Fung Li.



Tiba-tiba ...



"Kebakaran ... kebakaran!" teriak heboh orang-orang di luar mengejutkan semua penghuni di Paviliun Xia itu.



Kaisar Xiao Zhan sontak keluar dari ruang ganti dan melirik kearah ranjang. "Fung Li!" teriaknya.



...*Bersambung* ......

__ADS_1



Jgn lupa like readers love love love saranghiu, sarangburung❤


__ADS_2