
Tiba-tiba tidak jauh dari belakang Fung Li terlihat satu buah anak panah panjang yang melesat cepat dengan ujung kilauan mengkilat tajam.
"Hei ka ...," panggil Xiao Zhan terpotong saat sudah dekat dengan bangunan kamar Fung Li karena tiba-tiba terkejut melihat anak panah yang melesat menuju Fung Li.
"Sialan!" teriak Xiao Zhan meloncat dan terbang tinggi mendekati Fung Li.
Anak panah yang melesat sedikit lagi mendekati belakang tubuh Fung Li. Namun gerakan cepat Xiao Zhan tiba di hadapan Fung Li membuat keterkejutan gadis itu.
Xiao Zhan mendengkap tubuh Fung Li lalu menariknya dan berputar membalikan posisi. Fung Li terkejut buku di tangannya jadi melayang tinggi keatas.
Buuukk! dua orang itu jadi terjatuh di tanah di hadapan bangunan kamar itu dengan posisi tumpang tindih.
Satu buah buku yang melayang tadi jatuh mengenai kepala Xiao Zhan yang membuat wajahnya jadi lebih dekat pada Fung Li di bawahnya.
Di atas atap muncul Panglima Liu Te melempar sebuah cahaya hitam pada anak panah yang melesat lurus tidak jadi mengenai tubuh Fung Li. Begitu tepat sasaran cahaya hitam itu berhasil hangus sekejap jadi debu.
Panglima Liu Te menangkap seseorang dengan pakaian serba hitam sudah berlari cepat menjauh dari atap ke atap. Melihat itu dia jadi geram dan menghilang sekejap di tempat.
"Kau baik-baik sajakan?" tanya Xiao Zhan menatap wajah Fung Li di bawahnya.
Fung Li mencoba duduk dan Xiao Zhan pun beranjak dari atas tubuhnya.
Xiao Zhan berdiri sambil mengibas-ngibaskan jubah yang dipakainya menghilangkan kotoran debu.
"Hmm," dehem Fung Li menjawab sambil menatap siku tangan kirinya yang terluka dan mengalir darah banyak keluar.
Xiao Zhan yang melihat itu jadi mengulurkan tangannya membuat Fung Li mendongakan kepala.
"Jangan cengeng," lontar Xiao Zhan melempar senyum menyebalkan dimata Fung Li.
Fung Li menepis tangan Xiao Zhan dan berdiri sendiri dengan wajah tampak kesal masih teringat akan kejadian tadi sore.
Tiba-tiba Xiao Zhan langsung menarik sebelah tangan kanan Fung Li dan membawanya berjalan masuk dalam kamar.
***
__ADS_1
Dalam kamar, Fung Li melepaskan tangan Xiao Zhan dengan kasar yang memegang tangannya dan membawanya sampai di depan ranjang.
"Cukup, pergi!" bentak Fung Li menghadapkan tubuhnya pada Xiao Zhan.
Xiao Zhan menghembuskan napas berat menatap gadis di hadapannya. Namun tiba-tiba dia mendekat dan mengangkat tubuh Fung Li membuat sang empunya melebarkan mata.
Dengan cepat, Xiao Zhan mendudukkan Fung Li di atas ranjang dan berdiri tegak.
"Jangan bergerak sedikit pun!" Xiao Zhan menunjuk dengan jari telunjuknya pada Fung Li melarang gadis itu yang ingin berdiri.
Fung Li pun berdiam dan menundukan kepala memandang luka besar di siku tangan kirinya.
Xiao Zhan pun berjalan mendekati lemari meja yang berada di samping ranjang dan membuka laci mengambil sesuatu di dalamnya.
"Mengapa kau kesini?" tanya Fung Li yang asik menyentuh sikunya yang berdarah.
Xiao Zhan menutup laci selesai mengambil peralatan obat dan mendekati Fung Li kembali lalu duduk di sampingnya.
Fung Li seketika berdiri dan ingin melangkahkan kaki berniat menjauh dari Xiao Zhan.
"Duduk," pinta Xiao Zhan.
Dia memegang bahu Fung Li dan mendudukan gadis itu kembali.
"Aku tidak ingin melihatmu!" bentak Fung Li.
Fung Li berdiri kembali. Namun dengan sikap keras kepala yang sama Xiao Zhan menekan bahu Fung Li terduduk kembali.
"Ku mohon diam!" bentak balik Xiao Zhan duduk kembali di samping kiri Fung Li.
Fung Li pun terpaksa diam dengan raut wajah tampak menahan marah.
Xiao Zhan meraih lengan tangan kiri Fung Li dengan lembut dan memandang siku Fung Li yang terluka agak dalam. Melihat itu wajah Xiao Zhan tampak menahan marah melihatnya.
"Keras kepala sekali, biar aku mengobati lukamu," ketus Xiao Zhan. Kemudian mengulurkan tangannya melewati hadapan Fung Li.
__ADS_1
Xiao Zhan mengambil kotak peti kecil yang berada disamping kanan gadis itu lalu meletakannya dipangku Fung Li.
"Fung Li, itu nama ubahanmu kan?" tanya Xiao Zhan sambil membuka peti dengan sebelah tangannya karena satu tangannya memegang lengan Fung Li.
Fung Li tersentak. "Dari mana kau tau?" tanyanya.
Xiao Zhan tersenyum mengambil dua kapas berbentuk bulat dari dalam peti lalu menempelkannya di kulit siku Fung Li yang berdarah.
"Sudah lama, saat waktu pertunanganmu dengan Huang Li itu kita berdua terjatuh di bawah jembatan dan pelayanmu yang meneriakan namamu." Xiao Zhan dengan lembut sambil membersihkan luka darah di siku Fung Li.
Fung Li terdiam. Dia menatap wajah pria yang dengan lembut membersihkan lukanya.
"Tadi mengapa kau menggunakan kekuatan Qi mu untuk menolongku?" tanya Fung Li yang membuat Xiao Zhan terkejut.
"Kau tau kekuatan Qi? iya aku hanya sedikit terbang tadi." Xiao Zhan meletakan kapas kedalam peti selesai membersihkan luka Fung Li.
"Oh," balas Fung Li mengalihkan pandangan dari Xiao Zhan.
Xiao Zhan beralih mengusap-usap luka Fung Li dengan memejamkan mata yang membuat Fung Li seketika menatap Xiao Zhan kembali.
Xiao Zhan membuka mata kembali tepat menatap bola mata Fung Li yang juga menatapnya.
"Jangan menatap seperti itu nanti kau semakin jatuh cinta padaku," tegur Xiao Zhan tersenyum menggoda.
Fung Li yang mendengar itu tersenyum geli dengan memutar bola mata malas.
"Sudah." Xiao Zhan melepaskan tangannya dari siku tangan Fung Li yang berubah tidak ada luka.
Xiao Zhan mengusap-usap atas rambut Fung Li lalu berdiri. "Aku pergi dulu mengurus orang yang berani berniat buruk seperti tadi, mulai sekarang di paviliun ini pasukanku akan bertugas menjaga keamanan, orang ini pasti orang dekat," lontarnya.
Xiao Zhan langsung pergi dari kamar.
Fung Li memandang siku tangan kirinya yang sudah tidak ada luka maupun bekasnya secelah pun.
'Hebat juga dia' batin Fung Li.
__ADS_1
...Bersambung ......