
Pakaian wanita itu dilumuri banyak darah, sampai tampak kulit yang tersayat banyak. Pakaian itu sangat tidak asing di mata Xiao Zhan membuat wajah pria itu berubah sangat cemas rasa ingin mati.
Kedua telapak tangan Xiao Zhan menyelip ke bawah tubuh wanita itu dan membalik tubuhnya mengubah posisinya telantang.
Saat tubuh wanita itu dibalikan, Xiao Zhan tersentak melihat wajah wanita itu yang bukan Fung Li. Namun malahan seorang pelayan yang memakai pakaian seperti persis seperti Fung Li.
***
Sementara di aula, keadaan semakin rusuh karena bertambah munculnya banyak vampir memasuki aula, munculnya semakin banyak karena banyak juga vampir yang lenyap begitu cepat oleh seorang gadis bertopeng mengenakan pakaian seorang pelayan.
Gadis itu ialah Fung Li yang begitu memukau orang-orang yang masih banyak tersisa dalam aula berlindung masing-masing. Dia berputar bagai gasing menebas kepala para manusia vampir hanya dengan sekali putaran.
Bahkan ada beberapa kelompokan vampir yang tidak berani melangkah maju merasakan aura begitu kuat dari gadis itu. Mengenakan pakaian pelayan dan topeng membuat dirinya tidak dapat dikenali siapapun.
"Kyaaaaa!" Begitu ganas dan bengisnya Fung Li sekejap membuat para vampir sudah melayang nyawanya.
Dalam aula itu para mayat vampir sudah terkapar berserakan di mana-mana hanya ulah satu orang gadis itu. Semua yang tersisa dalam aula itu melongo dengan wajah bengong dan tegang melihat Fung Li yang membuat seisi aula itu seperti arena perang dan laut merah bersimbahan banyak darah.
Fung Li membalikan tubuh kearah pintu masuk aula, angin menerpa hanfu pelayan yang dikenakannya. Rambut hitam panjangnya pun tertiup angin ke belakang, hanya sepasang manik mata hitam yang tampak dan bibir merah seksinya begitu menggoda.
"Tersisa tiga ratus anggota lagi, ada tiga golong kuat ahli yang suka menghilang-hilang," lontar Fung Li dengan dingin. Seolah-olah dia sudah bisa menebak.
Fung Li mengeratkan belati di kedua tangannya bersebalahan dengan mata tajamnya yang menyala merah penuh arti. 'Aku harus bisa memusnahkan semuanya, sebelum banyak orang yang tidak bersalah terluka,' batin Fung Li.
Tiba-tiba dari arah pintu besar masuk aula muncul secara bersamaan manusia vampir mengelilingi Fung Li begitu banyak sampai gadis itu tidak tampak.
__ADS_1
Puluhan vampir itupun serentak langsung bergerak menyerang Fung Li dengan mengarahkan kuku panjangnya yang sangat tajam, gigi taringnya ditampakan begitu jelas menakuti setiap mangsanya.
Dengan senyum smirk yang tampak dibibir Fung Li, tubuhnya mulai bergerak secepat kilat kesana sini menyerang vampir yang belum sempat mendekatinya dalam satu detikan saja.
Tanpa ampun dan merasa takut ataupun terancam. Fung Li menggunakan ilmu peringan tubuh dengan cekatan berpindah kesana kemari seperti angin yang lewat saja sulit dideteksi gerakannya oleh lawan.
Para pangeran, putri, raja dan kaisar yang berada di lantai dua berlindung dibalik lingkaran cahaya perisai biru keamanan transparan merasa kaget sekaligus kagum dengan sosok gadis yang hanya menyerang sendirinya melawan ratusan vampir itu.
Fung Li dengan cekatan dan wajah dingin menusuk atas kepala manusia vampir, mencolok matanya hingga dicungkil keluar, menebas kepala tanpa ampun membuat orang yang melihatnya bergidik ngeri.
Potongan kepala, tangan, kaki bahkan potongan mengerikan tubuh lainnya sudah berserakan memenuhi lantai aula yang sudah seperti laut merah.
Semua orang yang tersisa dalam aula selain vampir sudah tidak bisa berkutik di tempat. Mereka bungkam bagai patung melihat begitu mengerikannya apa yang terjadi di depan mata mereka terutama sosok gadis yang melawan para vampir tidak diketahui identitasnya.
"Siapa dirimu?" tanya salah satu vampir yang berdiri tidak jauh di belakang Fung Li.
"Ketua tidak akan mengampuni orang yang berani melenyapkan banyak anak buahnya," ungkap vampir satunya lain yang berada di depan Fung Li.
Satu vampir nya hanya terdiam tidak mengeluarkan kata. Bamun tiba-tiba dia terbang ke arah Fung Li dengan wajah tampak dendam.
Fung Li seketika menahan kedua tangan vampir yang ingin mencakar wajahnya yang dihalangi topeng lalu mendorong kuat hingga tubuh vampir itu terbanting jauh menghantup dinding aula.
Belum sempat lagi, dua vampir menyerang dari belakang Fung Li sontak membuat semua yang melihat tegang penuh rasa takut.
"Kyaaaaa!" teriak kedua vampir secara bersamaan mengeluarkan kedua pedang tajam mengarahkannya ujung tajamnya pada Fung Li.
__ADS_1
Sontak Fung Li membalikan tubuh, dia melompat tinggi dan melakukan salto melayang di udara menghindari serangan dua pedang yang hanya sejengkal ingin mengenainya. Semua orang yang melihat melongo dengan mata berbinar kagum akan kepintaran gadis itu yang dengan cepat menghindari serangan secepat kilat.
Takkk ...
Sepatu sandal yang dipakai Fung Lu menginjak lumuran darah hingga bawah hanfunya sedikit kena cipratan noda darah.
Dua vampir yang melayangkan pedang tadi seketika menghilang dan muncul tepat di hadapan Fung Li membuat kaget orang yang melihatnya.
Fung Li pun menghilang dan muncul dengan cepat tidak jauh di belakang dua vampir. Sebelah tangannya terulur lurus dengan mengarahkan jari telunjuk dan tengah.
Kedua vampir yang sudah menebak Fung Li akan menyerangnya dari belakang sekejap menghilang dan muncul tepat di samping kanan dan kiri Fung Li. Namun sayangnya Fung Li sudah menebak lebih dari itu, dia tahu bahwa vampir itu akan muncul di sampingnya hingga itulah dia sengaja menipu akan menyerang dari belakang.
Dengan wajah santai, Fung Li merentangkan kedua tangannya dan mengarahkan jari telunjuk tangan kanan maupun kiri secara bersamaan pada samping kanan dan kiri. Tampak sebuah jarum keluar dari dua jari yang Fung Li arahkan melayang cepat menembus kepala dahi kedua vampir itu secara bersamaan.
Tubuh kedua vampir itu seketika terbakar api sendiri dan menjadi sebuah abu hitam dalam hitungan detik.
Semua orang yang menonton di lantai dua menghembuskan napas lega dengan wajah kagum sedari tadi merasakan tegang pada gadis bertopeng hitam sederhana yang melawan tidak terhitung banyaknya manusia vampir.
Tidak disadari, satu vampir yang tadinya terbanting menghantup dinding oleh Fung Li masih selamat. Tiba-tiba ia terbang secepat kelelawar ke arah Fung Li yang sibuknya mengikat ke belakang tali topengnya yang ingin terlepas.
Dalam hitungan detik, melayang sebuah koin emas bulat dengan terpapang gambar matahari di tengahnya. Koin itu sengaja di lempar arahkan pada satu vampir yang berniat melukai Fung Li oleh seorang pria berdiri di tengah pintu masuk dengan tampang gagahnya.
...Bersambung ......
Kira-kira siapa yah pria itu? kemungkinan Raja Zha Wey? Pangeran Huang li?
__ADS_1