Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Cerai?


__ADS_3

Tiga hari kemudian, setiap harinya Fung Li dan Kaisar Xiao Zhan tidak berbicara sama sekali. Bahkan sangat jarang bertemu, setiap bertemu pun langsung menghindar jauh.


Tiga hari itu pun juga Fung Li mempunyai waktu senggang untuk membuat pil serbaguna sesuai bahan-bahan dan petunjuk yang dia dapatkan dari buku resep Xiao Zhan yang ia salin.


Pil itu masih dalam proses penyempurnaan belum utuh jadi di ruang dimensi, semua bahan-bahan sudah tersedia di ruang dimensi sangat lengkap.


***


Masih begitu pagi sekali, di arena latihan yang berada di Paviliun Xia, tampak seorang pria gagah dengan bertelanjang dada menampakan tubuh kekarnya sedang memainkan cambuk di kedua tangannya.


Dia terus berputar sambil melayangkan cambuk dengan gesit dan wajah dinginnya. Begitu asiknya memainkan cambuk tidak sadar ada sosok gadis yang memandangnya sedari tadi.


Sampai di mana cambuk itu dilayangkan jauh dan ditangkap ujung cambuk oleh gadis itu dengan sebelah tangannya, permainan jadi terhenti.


"Xiao Zhan, mengapa kau terus menghindar akhir-akhir ini?" tanya Fung Li masih menggenggam ujung cambuk dengan wajah datarnya.


Xiao Zhan berjalan kedepan Fung Li dengan wajah tampak marah. Sesampainya di hadapan Fung Li dia menarik kasar cambuk yang digenggam Fung Li.


"Kita akhiri saja semuanya?" tanya Xiao Zhan dengan kepala menunduk tidak berani menatap Fung Li, dia sedang menggulung tali cambukan.


Fung Li seketika berjalan lebih dekat kedepan Xiao Zhan dengan wajah geram.


"Apa akhiri? kau ingin berakhir semudah itu, kau tau akibatnya apa nanti?" Fung Li mengepalkan tangan menahan marah.


Xiao Zhan melempar jauh cambuk yang selesai digulungnya, dia langsung menyentuh pundak Fung Li dengan tatapan tajam.


"Kau bilang malaskan untuk berpura-pura, baiklah, kita akhiri saja semuanya biarkan orang di luaran sana beranggapan kau adalah wanita yang memang gila pria berkuasa, setelah Raja Zha Wey, Pangeran Huang Li dan sekarang aku," lontarnya.


Fung Li seketika menghempaskan tangan Xiao Zhan yang menyentuh pundaknya lalu membalikan tubuh. Dia mengepalkan tangannya dengan gertakan gigi.


"Baiklah kita akhiri saja, aku bersiap menanggung semuanya dan tidak peduli bagaimana kedepannya, semuanya juga diawali dengan kesalahanku yang bertemu dengan pria menyebalkan sepertimu," lirih Fung Li.


Fung Li langsung pergi melangkahkan kaki dengan cepat.


"Monyet, aku salah meng ...," panggil Xiao Zhan saat Fung Li sudah berlalu pergi.


"Aaakhhhhhh!" kesal Xiao Zhan berteriak keras dengan memegang kepalanya.


Dari kejauhan tampak sosok pria memakai penutup kepala dan cadar menutupi wajahnya tersenyum dari balik pohon. Ia melesat pergi menghilang dengan sekejap seperti bayangan.


Kekaisaran Wexi



Istana Kerajaan Wexi



Di pondok terbuka yang dikelilingi tiang-tiang terpasang tirai, terdengar suara dentingan-dentingan sendok, sumpit yang beradu dengan piring di meja makan.



Tampak empat sosok orang yang duduk di lantai sedang sarapan dengan mengelilingi meja bundar.


__ADS_1


"Tidak kusangka mantan tunangan Kak Zha Wey secantik itu, ingin rasanya kujadikan dia istriku," lontar Putra mahkora Xu Kang yang selesai dengan kegiatan makannya.



Dua pangeran yang sedang makan jadi tersedak secara bersamaan.



"Ada apa?" tanya Pangeran Xu Kang mengelap sudut bibirnya.



"Kakak terlalu berlebihan mana ada dia secantik itu, cantikan adikmu ini bukan?" Putri Sian mengapit lauk di piring dengan senyuman.



"Tidak," jawab Pangeran Hang Kang. Kemudian melepaskan sumpit di tangannya.



"Mengapa? aku gadis paling cantik di seluruh kekaisaran bukan?" lontar Putri Sian penuh percaya diri. Lalu langsung menyuap lauk yang diambilnya.



"Pelayan." Pangeran Xu Kang melambaikan tangan pada pelayan yang berdiri dipinggir pondok berjejer rapi.



Satu pelayan muda maju dan mendekat ke meja para orang ternama itu lalu membungkukan tubuh disamping Pangeran Xu Kang.




Pelayan itu pun duduk dan menuangkan teh dari dalam teko ke cangkir.



"Kudengar rumor dari masyarakat, Kaisar Xiao Zhan tidak menyukai Permaisuri Fung Si dan selama setelah pernikahan katanya jarang terlihat bersama ini agak aneh bukan?" lontar Pangeran Hang Kang memandang Putri Sian lalu Pangeran Xu Kang.



"Kalian mengapa suka sekali membicarakan orang?" saut Putri Xi Lusi yang berdiam sedari tadi tidak menyantap makanan di hadapannya sedikit pun.



"Adik Lusi, diamlah," tegur Pangeran Xu Kang. Setelah itu meraih cangkir berisi air teh hangat yang selesai dituangkan pelayan.



Putri Xi Lusi berdiri dari dudukannya, dia membungkukan badan lalu pergi dengan wajah merangut.



Pangeran Hang Kang mengetuk meja dengan jarinya. "Menurut kalian apa mereka saling mencintai? jika tidak biarkan aku merebut Permaisuri Fung Si," bebernya.

__ADS_1



"Kau gila? akulah yang akan menjadikan dia istriku jika dia cerai dengan Kaisar sok hebat itu." Pangeran Xu Kang tidak terima lalu menyeruput teh dicangkir yang di pegangnya.



"Sudah kalian berdua jangan jadi bertengkar hanya karena gadis lemah itu, cantik apanya? jika aku meminta dia bertarung kekuatan denganku pasti wajahnya berubah jadi ikan buntal penuh dengan bengkak," lontar Putri Sian secara tidak langsung meremehkan Fung Li dari belakang.



"Benar juga dia tidak memiliki kemampuan kultivasi bagaimana bisa bertahan hidup? tunggu seminggu pasti terjadi sesuatu padanya, apalagi hidup di sekitar Kaisar Xiao Zhan yang memiliki banyak musuh," sambung Pangeran Hang Kang dengan wajah berpikir.



Pangeran Xu Kang meletakan cangkir di tangannya di atas meja. "Tidak apa tidak memiliki kemampuan kultivasi yang penting bisa menyenangkan di atas ranjang apalagi sangat cantik," tuturnya tersenyum.



"Ck ck ck, kau benar-benar." Pangeran Hang kang menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar Pangeran Xu Kang.



"Kapan pertunangan kak Xu kang?"tanya Putri Sian. Kemudian melirik kearah Pangeran Xu Kang.



"Sekitar seminggu lagi."jawab Pangeran Xu Kang. Dia melempar senyum tipis pada Sian dan juga lainnya.



Kekaisaran Li


Istana Kerajaan Li, Kediaman Pangeran Huang Li.


Di dalam kamar, tampak Pangeran Huang Li yang sedang duduk di atas ranjang dengan menyandarkan punggung dan kepalanya pada bantal.


Tampak rasa sedih di wajah pria itu sedang memandang dua cincin permata yang dipegangnya dengan sebelah tangan.


"Fung Si, tidak apa kau bersama pria lain yang jauh lebih kuat dariku, guru Xiao Zhan pasti bisa menjagamu " gumamnya.


Asiknya bergumam, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tok ... tok ... tok, ketuk seseorang.


Pangeran Huang Li seketika merubah posisi dengan duduk tegak lalu mengenggam erat dua cincin di tangannya.


"Masuklah," titahnya.


Sosok pemuda memakai hanfu Panglima berjalan masuk dan mendekati ranjang.


Sesampainya di depan ranjang, dia membungkukan tubuhnya lalu menegak kembali. "Salam Pangeran, melapor saat ini di seluruh kekaisaran tersebar rumor tentang Permaisuri Fung Si yang berjauhan dengan Kaisar Xiao Zhan, kata para rakyat di luaran sana, mereka akan bercerai," tuturnya melapor.


Mendengar itu, Pangeran Huang Li seketika beranjak dari atas ranjang dengan wajah terkejut.


...Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2