Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Dipaksa meminum racun


__ADS_3

Kediaman besar Jenderal Si Nian.


Kini hari sudah begitu malam, semua telah kembali masing-masing. Di malam yang sunyi terdengar suara dentingan sumpit yang beradu dengan piring serta suara jangkrik yang berasal dari satu kamar.


Fung Li yang sedang asiknya makan di hadapan Xiao Zhan dengan dibatasi meja persegi tampak tak memedulikan sosok pria di hadapannya yang sedang membaca sebuah buku dengan sebelah tangan satunya memegang cangkir.


"Ehemm, pelan-pelan jika makan nanti tersedak, aku juga yang akan repot," tegur Xiao Zhan tanpa melirik Fung Li. Dia asiknya membuka lembaran kertas lalu meminum teh hangat di cangkir kembali.


Fung Li sejenak terhenti makan, dia menatap pria di hadapannya dengan wajah datar.


"Kera, aku ingin bertanya." Fung Li mengalihkan pandangan menatap meja dan menangkap secangkir teh hangat lalu mengambil dan meminumnya.


Xiao Zhan sontak melepaskan tatapannya pada buku dan menatap Fung Li.


Fung Li meletakan cangkir kembali setelah meminumnya. "Oh Iya Selir Wei Wei apa dia kembali?" tanyanya yang seolah membuat bibir tipis Xiao Zhan sedikit terangkat.


"Dia sudah kembali lebih dahulu, ada apa kau menanyainya?" tanya balik Xiao Zhan.


"Tidak ada apapun," jawab Fung Li.


Fung Li memakan kembali makanannya setelah mengatakan hal itu.


"Kau tahu kejadian tadi, penyerangan Klan Vampir ini mereka berasal tidak jauh dari wilayah Kekaisaran Langit, mereka sengaja membuat masalah sebagai tanda sambutan jika ketua mereka telah kembali," ucap Xiao Zhan dengan raut wajah nampak serius.


"Sudah setahun lamanya mereka kembali, pasti ada sesuatu yang diinginkan si kunyuk itu." Xiao Zhan menutup buku di tangannya dan menatap Fung Li yang masih terdiam asiknya makan.


"Kau tahu tadi? aku mencarimu ke mana-mana, kau malah duduk dengan kodok itu juga," tutur Xiao Zhan dengan wajah menahan kesal.


"Kodok siapa?" tanya Fung Li dengan mulut yang masih terisi penuh makanan belum selesai dikunyahnya.


Raut wajah kesal Xiao Zhan seketika berubah senyuman tipis melihat Fung Li.


"Cari tau saja sendiri, cepatlah makan dan istirahat besok kita akan pergi ke suatu tempat di kekaisaran ini." Xiao Zhan berdiri lalu berjalan menuju pintu di kamar yang di tempati pemilik tubuh Fung Si dulu itu.


Fung Li hanya mengangguk dengan wajah santai. 'Kenapa juga dia kesal aku duduk bersama Huang Li? lagipula kami hanya teman dan dia cukup baik, daripada kau menyebalkan', batinnya mengumpat dalam hati.


Pintu terbuka, dibuka oleh Xiao Zhan dan menampakan beberapa prajurit di luar pintu yang langsung membungkukan badan secara bersamaan.

__ADS_1


"Salam Yang Mulia, Anda dan Permaisuri di minta pindah ke tempat bagus yang berada di kediaman ini, jika Anda tinggal di sini Nyonya Si Yen merasa tidak nyaman," ucap salah prajurit yang berdiri di tengah dan paling depan.


Xiao Zhan menolehkan kepalanya ke belakang melirik Fung Li yang berada di dalam ikut mendengar.


"Baiklah, kami akan pindah, berdirilah." Xiao Zhan tersenyum tipis memandang para prajurit kembali.


Para prajurit seketika berdiri lalu menyatukan kedua tangan mereka ke depan secara bersamaan memberi hormat pada Kaisar Xiao Zhan kemudian membalikan tubuh dan pergi.


Xiao Zhan memandang ke sekitar melihat keadaan di sekitar tempat tinggal Fung Li begitu sunyi dan gelap, matanya menangkap sosok seseorang mengumpat dari balik semak-semak.


Wajah Xiao Zhan berubah sangat dingin mengetahui itu, dia menutup pintu dan masuk ke dalam.


'Sepertinya pelayan itu suruhan orang di sini juga, Fung Li kau tau mengapa aku membawamu ke sini? aku ingin membantumu,' batin Xiao Zhan.


"Pindah? baiklah sekarang." Fung Li selesai makan mulai membereskan piring di atas meja.


"Kau tidak usah membereskan barang-barang, biar para anak buah ku yang melakukannya," lontar Xiao Zhan pada Fung Li yang membawa piring lewat di depannya.


Fung Li hanya mengangguk dan terus berjalan.


*


*


*


Terlihat para prajurit yang mondar-mandir di perjalanan menuju tempat pindah Fung Li yang bernama 'Paviliun keindahan'. Mereka mengangkut barang-barang pemilik tubuh Fung Li dulu di pindahkan ke paviliun itu atas perintah Xiao Zhan.


***


Sedangkan di tempat lain, tampak Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li yang sedang jalan-jalan di pasar keramaian kota Kekaisaran Wexi itu.


Mereka berdua mengenakan hanfu biasa saja layaknya seperti Tuan Muda dan memakai cadar yang menutup setengah wajah agar tidak ada satupun yang mengenal.


Xioa Zhan membuka kipas di tangannya dan mendekatkan wajah pada Fung Li sambil berbisik membicarakan sesuatu.


Di sekitar mereka, orang-orang berlalu sibuknya dengan urusan masing-masing jadi sangat beruntung tidak ada yang mengenal mereka, bisa-bisa akan mendatangkan kehebohan.

__ADS_1


"Selanjutnya ke mana?" tanya Fung Li.


Xiao Zhan menjauhkan wajahnya setelah berbisik. "Ikuti saja aku sekarang, jangan menolak," ucapnya.


Sebelah tangan Fung Li langsung di tarik oleh Xiao Zhan dan membawa gadis itu berlari menyela keramaian. Fung Li sedikit kaget akan perlakuan pria itu membawanya berlari.


Angin berhembus menerpa rambut panjang Fung Li dan Xiao Zhan yang berlari saling bergandengan tanpa memedulikn sekitar.


Sejenak Fung Li menatap Xiao Zhan yang membawanya berlari. Senyum tipis tampak di bibir Fung Li merasakan senang berlari dengan pria itu.


Xiao Zhan juga sejenak menatap Fung Li yang juga menatapnya. Dia tersenyum pada Fung Li. Namun tidak tapi nampak karena terhalang cadar, akan tetapi Fung Li tahu jika pria itu sedang tersenyum padanya melihat matanya sedikit menyipit.


Mereka berdua mengalihkan pandangan kembali secara bersamaan dengan senyuman dan memandang sekitar. Sambil berlari menikmati setiap hembusan angin yang menyapu, rasanya begitu senang, damai dan sejuk.


**


Sementara di tempat lain, Kediaman Raja Zha Wey, Paviliun Bunga Melati.


Dalam salah satu kamar milik Selir Qian Yu, terdengar suara pecahan cangkir yang berasal dari situ.


Tampak Selir Qian Yu yang duduk di kursi menghadap meja makan dipaksa meminum sesuatu di gelas berisi susu putih oleh Permaisuri Yux Si yang berdiri di sampingnya.


"Ayo cepat minum, kau tahu ini karena kegagalanmu mempermalukan gadis bodoh itu di depan umum, sudah dua kali gagal aku tidak bisa mengampuni orang yang lemah sepertimu Qian Yu," geram Yux Si. Dia menekan kuat bersebelahan pipi Qian Yu yang sudah memerah memar habis di tamparnya beberapa kali.


Selir Qian Yu sedari tadi menggeleng-gelengkan kepalanya menolak Yux Si yang memaksa meminum susu berupa campuran racun dalammya agar dia lebih cepat mati.


"Aku tidak ingin mati, Permaisuri mengapa kau melakukan ini hah padaku?" lirih Qian Yu dengan wajah putus asa dan penuh kesedihan tak berdaya.


Qian Yu terus menutup mulutnya dengan kedua tangan, dia terus menolak berkata tidak akan perlakuan wanita tak berperasaan itu memaksanya untuk mati. Dia sungguh tidak bisa lari dan lepas dari Yux Si karena kelicikan wanita itu menipu semua orang di kediaman itu.


Dulu Qian Yu mengira wanita itu sangat baik, tapi ternyata begitu licik tak perasaan sama sekali.


"Cepat minum! apa kau ingin kupaksa mati dengan mencekikmu dan ini akan lebih buruk lagi, di banding ku suruh meminum racun ini lumayan tidak akan menyiksamu, sudah ku beri keringanan kau masih saja menolak! Hah kau pasti tidak mau mati karena membela gadis bodoh itukan?!"


Tingkah Yux Si semakin di luar kendali mencekram belakang rambut Qian Yu dengan mengggertakam giginya begitu geram dan benci jika ada yang menolak keinginannya.


Qian Yu meringis sakit memegang belakang rambutnya yang di tarik. Buliran air mata menyiksa keluar membuktikan jika wanita itu sudah pasrah tak berdaya. Ingin melawan, tapi dia sadar jika Yux Si sangatlah kuat, mau melawan bukannya Yux Si yang akan terluka malah dirinya yang mati lebih dulu.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2