Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Luka yang di alami Xiao Zhan


__ADS_3

Malam hari.


Keadaan begitu sepi, angin kencang menggoyang-goyangkan ranting dan daun pohon.


Paviliun Xia, di kamar utama.


Tampak dua orang berlawanan jenis yang sedang berbaring di atas ranjang dengan posisi berjauhan dibatasi oleh satu buah guling yang diletakan di tengah-tengah.


Mereka berdua saling menatap keatas memikirkan sesuatu.


"Jadi kau mengalami luka jantung karenaku? mengapa kau tidak memberitahu dari awal tanpa harus minta menemanimu selama tiga hari," tutur Fung Li dengan wajah tampak biasa padahal dalam hati ia sangat risau dan merasa bersalah.


Xiao Zhan melirik Fung Li lalu kembali menatap keatas. "Kau tidak perlu mencemaskanku, hanya itu tidak masalah aku pasti akan menyembuhkan lukaku," sambungnya tersenyum.


Fung Li melirik kesamping menatap wajah Xiao Zhan yang begitu mempesona. "hangan meremehkan luka yang kau anggap kecil kera, aku akan membantumu menyembuhkan dan mencari cara agar kau sembuh sepenuhnya," lontar Fung Li yang membuat Xiao zhan terkejut.


"Membantu? tidak perlu itu akan sangat menyulitkan dan aku tidak suka membuat seseorang kesulitan karenaku," balas Xiao Zhan tersenyum.


"Tidak, aku akan membantumu meski itu sesulit apapun," tegas Fung Li menatap wajah Xiao Zhan.


Xiao Zhan menatap balik Fung Li dengan senyuman manis memperlihatkan lesung pipinya bersebelahan. "Baiklah kalau begitu, berjanjilah setelah mendengarkan apa tujuanku, kau tidak boleh melepas janji, ini tidak ada hubungannya dengan pernikahan palsu," lontarnya.


Fung Li sejenak terdiam bengong melihat Xiao Zhan tersenyum manis memperlihatkan lesung pipi.


"Hei monyet!" panggil Xiao Zhan tersenyum.


Fung Li tersadar, dia langsung mengalihkan pandangan ke atas dan memperbaiki selimut menutupi setengah tubuhnya.


Xiao Zhan terkekeh dan memalingkan pandangan keatas. "Tujuanku adalah mendapatkan tulang naga yang bisa membuatku sembuh dari penyakit ini, sebuah harta leluhur yang jauh tersembunyi di tempat berbahaya, banyak hewan spritual, binatang buas dan makhluk menyeramkan lainnya, apa kau akan tetap ingin membantuku?" tanyanya sekaligus menakuti-nakuti.


"Itu lebih bagus, aku akan lebih berinisiatif membantumu," jawab Fung Li yang membuat Xiao Zhan mengernyitkan dahi.

__ADS_1


"Inisiatif?" gumam Xiao Zhan heran.


"Sudahlah, pokoknya aku akan membantumu dan kau tidak bisa melarang aku, heh kau pikir aku takut dengan hewan buas dan lainnya itu?" pertegas Fung Li memasang wajah datar.


"....." Hening setelah mengatakan itu tidak terdengar sautan apapun membuat Fung Ki heran.


Fung Li pun melirik ke samping dan menangkap tidak adanya pria yang tadinya bicara dengannya menghilang di tempat. Dia pun bangkit dari baringannya dan duduk.


Saat ingin melirik ke samping kiri tiba-tiba, "Woool!" kejut Xiao Zhan muncul tiba-tiba.


Krik ... krik ... krikk


Bukannya terkejut, wanita yang ia kejutkan malah berbaring kembali dan menarik selimut menutupi seluruh tubuh.


Xiao Zhan mendengus kasar, dia pun berjalan mendekati pinggir ranjang sebelahnya lalu berbaring kembali dengan menghadap ke atas.


Keadaan sunyi kembali, dua orang yang berbaring dalam satu ranjang itu saling memandang ke atas asik berpikir.


"Kau tau semenjak aku sekamar dengan gadis bodoh sepetimu, aku sering tidur awal dan bangun agak lebih lama," lontar Xiao Zhan membuka suara.


Saat melirik ke samping ternyata orang yang ia ajak bicara sudah terlarut dalam mimpi dengan posisi tidur menyamping dan membelakanginya.


Xiao Zhan pun memandang kecatas kembali dan tidak lama matanya pun terpejam.


Mereka berdua pun tertidur masing-masing dalam satu ranjang. Namun dibatasi dengan guling yang berada di tengah-tengah.


***


Malam yang sunyi, sudah tinggi malam sekali terlihat dalam kamar dua sosok berlawanan jenis sedang berciuman lembut di atas ranjang.


Sosok pria yang berada di atas terus melu'mat bibir gadis di bawahnya dengan memejamkan mata sambil sebelah tangan menyentuh sekitaran belakang leher.

__ADS_1


Gadis yang berada di bawah menerima dan membalas ciuman itu tak kalah lembut dengan pejaman mata.


Ciuman semakin panas, pria itu semakin ganas mengecup kulit mulut gadis itu di bagian leher lalu semakin turun ke bawah.


Tiba-tiba terdengar suara. "Auuuuuu." Para serigala yang berteriak nyaring di tempat jauh terdengar dikeheningan sunyi malam.


Mendengar teriakan itu, seketika orang yang berciuman membuka matanya secara bersamaan dan tersadar.


"Emm," kaget mereka berdua secara bersamaan melototkan mata hampir terlepas, bibir mereka masih menempel begitu rapat.


Secara bersamaan mereka saling menjauhkan bibir dan saling menatap.


"Kau bisa-bisanya kau mencari kesempatan dan mencium bibirku kedua kalinya?!" tanya Fung Li dengan wajah kaget dengan barusan apa yang terjadi. Dia menyentuh bibirnya yang basah.


"Aaa ... aku pikir tadi hanyalah mimpi, aku bermimpi me ... me me ncium seorang gadis cantik dan tid ...." Xiao Zhan tergagap-gagap menatap Fung Li di bawahnya.


Wajah dua orang itu memerah bagai kepiting rebus. Mereka saling menatap bibir sesama dengan wajah masih kaget, bagaimana tidak mereka tidak sadar saling berciuman, tapi secara setengah sadar dari tidur.


"Lu ... lupakan sa ...," lontar Xiao Zhan.


Dia langsung ingin bangkit dari atas tubuh Fung Li, akan tetapi tidak sadar beberapa helai rambut Fung Li terkait di cincin yang melekat di jari telunjuknya.


Rambut Fung Li yang terkait itu membuat Xiao Zhan tak sempat bangkit dan malah jatuh kembali menindih tubuh Fung Li.


"Cupp." Suara kecupan lembut mendarat di leher Fung Li tanpa sengaja.


Xiao Zhan menelan salivanya dengan susah payah sambil menjauhkan wajahnya dan memandang Fung Li di bawahnya.


Fung Li mematung tak berkutik di bawah merasakan sentuhan tadi yang tak disengaja.


Deg deg deg, terdengar suara degupan jantung kencang di antara keduanya. Mereka sejenak menatap sesama dengan wajah kaget.

__ADS_1


...Bersambung ......


Walah walah, mereka ini ngapain sih?😂.


__ADS_2