
Di sebuah belakang bangunan yang suasananya sangat sepi. Terdengar hentakan kaki cepat menuju ketempat sunyi itu.
Sesampainya di belakang tempat yang sunyi tidak ada siapapun kecuali dua orang yang tampak memasang wajah marah.
"Ck, lepaskan brengsek!" kesal Fung Li. Merasa tidak diacuhkan gadis itu menghempaskan tangan Pria yang mencekal tangannya sedari tadi.
Pria yang bernama Kaisar Xiao Zhan itu pun akhirnya melepaskan cekalannya. Dia berdiri di hadapan Fung li dengan wajah tampak marah.
"Karena kau kita jadi terjebak sekarang, mengapa kau harus sengaja menarik cadarku sampai kita terjatuh berdua dan cium ...," ucap Kaisar Xiao zhan terpotong.
Fung Li mendongakan kepalanya menatap wajah Pria di hadapannya yang tampak begitu mempesona.
"Kita? kau saja yang menyebabkan semua ini Pria tidak ada kerjaan, kau sengaja menghentikan jalanku menuju Pangeran Huang Li tadi. Sekarang apa yang akan dikatakan semua orang? aku adalah seorang penggoda, apa kau tidak memikirkan itu?" balas Fung Li yang tidak kalah pedas.
Ingin melayangkan tinju pada wajah Pria di hadapannya.
Kaisar Xiao Zhan juga ingin melayangkan tinju pada Fung Li, "kau malah menunduhku, gadis bodoh" kesalnya.
Mereka sama-sama saling menatap dan ingin meninju wajah sesama tiba-tiba berhenti, "gila,"ucap mereka secara bersamaan melempar senyum sinis. Kemudian sama-sama menarik tangan kembali dan berbalik saling membelakangi.
Kaisar Xiao Zhan melipat kedua tangannya di depan dada, "baru kali ini aku bertemu dengan gadis tidak waras, wajahnya seperti dinding, mulutnya seperti bebek, tubuhnya seperti kerangka tulang," gumamnya yang dapat terdengar oleh Fung Li.
Fung Li yang mendengarnya menggertakan gigi dan menaik turunkan napasnya. Dia mencoba menenangkan diri bagaimanapun semua yang terjadi barusan sangat membuatnya terkejut baru pertama kali apa yang diinginkannya tidak jadi kenyataan.
"Semua belum usai, katakan saja pada semua orang kita tidak punya hubungan apa-apa dan itu memang benar aku tidak mengenalmu," ucap Fung Li dengan wajah dinginnya.
Kaisar Xiao zhan seketika membalikan tubuh kembali. Kemudian menatap Fung Li dari belakang.
"Kau pikir perkataan lebih jelas daripada perbuatan? apa kau tidak bisa berpikir kejadian tadi tidak bisa disangkal dengan alasan apapun, karena itu sangat jelas di mata rakyat, coba pikirkan," lontarnya pada Fung Li.
Fung Li membalikan tubuhnya. Dia menatap Pria di hadapannya dengan wajah datar.
"Lalu bagaimana lagi? kau yang sengajakan menciumku dasar tidak war ...," bebernya terpotong.
Tiba-tiba Kaisar Xiao Zhan menarik pinggang Fung Li mendekatkan tubuh gadis itu padanya. Fung Li sontak melebarkan matanya lalu mendongakan kepala dan berusaha memberontak lepas.
Kaisar Xiao Zhan mengeratkan pegangannya di pinggang Fung Li dengan senyuman tipis.
"Diam! kejadian tadi tidak bisa diselesaikan karena sesuai tradisi seseorang yang berciuman di depan semua orang itu sama saja telah melakukan salah satu syarat pernikahan, aku memutuskan kau menikah palsu denganku menghilangkan perkataan buruk tentangmu dan juga tentunya aku di mata masyarakat. Jika kau menolak apa kau ingin dikatakan wanita penggoda yang menggoda kesana-sini mantan tunangan Pangeran Huang Li dan juga Raja Zha Wey?" tanya Kaisar Xiao Zhan yang menatap manik mata Fung Li.
Fung Li menatap balik bola mata Pria di hadapannya yang bewarna biru air laut dengan wajah datar. Siapa sebenarnya Pria ini ? mengapa aku tidak bisa mengetahui identitasnya, batinnya.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku, pikirkan baik-baik keputusan ini, saat kau memejamkan mata dan teringat aku maka aku akan ada di hadapanmu saat itu kau harus sudah memutuskannya." Kaisar Xiao Zhan perlahan melepaskan tubuh Fung Li kembali.
Fung Li sedikit tertegun mendengar perkataan Pria di hadapannya seperti bisa membaca kata batinnya.
"Gadis gila," oceh Kaisar Xiao Zhan lalu langsung berlalu pergi dengan langkah pelannya.
Fung Li memandang kepergian Kaisar Xiao Zhan dengan wajah kesal, "ini pertama kalinya yang kuharapkan tidak sesuai kenyataan, resep obat untuk Tutu dan kejadian tadi aku harus memikirkannya baik-baik," gumamnya.
Ingatan kejadian tadi yang begitu memalukan terputar kembali di kepala Fung Li. Gadis cantik itu menutup mata dengan wajah tampak masam.
Dasar Pria brengsek, batin Fung Li.
Besoknya
Pagi cerah menyapa. Di atas jembatan besar tampak sosok gadis sangat cantik dengan hanfu sederhana bewarna biru muda dengan motif polos dan di bagian lengannya mengenakan selendang putih terlihat begitu anggun.
Wajah dan tubuhnya yang sangat elok, indah bagai menghipnotis setiap orang yang melihatnya secara langsung.
Gadis itu berjalan diiringi beberapa dayang-dayang atau pelayan di belakangnya dan di sampingnya terdapat gadis lebih muda darinya juga berjalan.
"Kak Fung Li, apa yang Anda putuskan sekarang? ini sepertinya adalah pilihan yang sangat sulit, Anda belum memberitahu saya kita akan kemana," tanya Silli dengan wajah bertanya.
__ADS_1
Fung Li sejenak menghentikan langkah kakinya diikuti oleh orang yang mengiringnya di belakang tepat dimana kejadian memalukan malam tadi terjadi.
Fung Li melirik kesamping menatap air dari atas jembatan itu dan seketika terputar lagi ingatan akan sosok Kaisar Xiao Zhan yang menarik lehernya memperdalam ciuman.
Takkk ...
Hentakan kaki terdengar keras dari sepatu sandal milik Fung Li membuat para pelayan di belakang beserta Silli jadi terkejut.
"Ada apa Kak?" tanya Silli heran.
"Tidak" jawab Fung Li memasang wajah dinginnya.
*Jangan harap kau bisa menyentuhku lagi Pria brengsek, aku tidak akan bodoh lagi tentang cinta*, batin Fung Li.
Fung Li ingin melangkahkan kakinya kembali tiba-tiba berhenti melihat kumpulan orang datang menuju dirinya.
"Pangeran Huang Li," sebut Silli.
Fung Li dan pelayan di belakangnya jadi tidak melanjutkan jalan. Mereka terdiam di tempat.
Sesampainya Kumpulan pengikut Pangeran Huang Li di hadapan Fung Li. Mereka menundukan kepala secara bersamaan memberi hormat kecuali Pangeran Huang Li.
"Tidak kusangka kau gadis yang benar-benar cantik, pantas saja Kaisar Xiao Zhan memilihmu sebagai calon istrinya," ucap Huang Li tersenyum paksa menyembunyikan rasa kecewa agar tidak terlihat sedih.
Fung Li menajamkan matanya. Menatap manik mata Pria di hadapannya menganalisis tingkat kultivasi pria itu.
*Pangeran Huang Li, tingkat Master pertengahan. Binatang Sprit Serigala hitam lima seribu tahun, lumayan*, batin Fung Li.
"Ada apa Fung Si?" tanya Huang Li tersenyum hangat.
"Tidak menyangka kau lebih dulu ada di sini, aku ingin bicara padamu tentang kejadian malam tadi, aku ingin kau jangan memasukannya dalam hati dan semua itu adalah keti ...,"tutur Fung Li terpotong.
"Ketingkahan nakal dia yang membuat sampai terjatuh kebawah jembatan," sela seseorang. Berjalan sendirinya dengan langkah pelan menyela perkumpulan.
Semua pengikut Pangeran Huang Li berminggiran memberi jalan pada orang itu.
*Dia lagi dia lagi, mengapa aku tidak dapat merasakan kehadirannya*, batin Fung Li.
__ADS_1
"Kaisar Xiao Zhan,"
"Kaisar Xiao Zhan,"
"Ya tuhan beruntungnya aku jadi pelayan yang mengikuti Putri Fung Si, bisa melihat Pria benar-benar luar biasa tampannya secara langsung," bisik-bisik para pelayan di belakang Fung Li.
Fung Li menatap Kaisar Xiao Zhan dari atas sampai bawah yang sudah berada di samping Huang Li. Mengamati penampilan Pria itu yang jauh benar-benar lebih tampan, mempesona dan tubuh tinggi kekarnya sangat jauh berbeda dengan Huang Li
"Apa yang kau lihat? kau terpesona dengan ketampananku?" lontar Kaisar Xiao Zhan yang membuat orang-orang sekitar tersenyum diam-diam.
Kaisar Xiao Zhan melangkah lebih dekat kehadapan Fung Li. Kemudian menyodongkan tubuhnya dan membisikan sesuatu di telinga Fung Li yang membuat gadis itu mematung.
"Kau berani tidak menyetujuinya?.aku tidak ingin penolakan karena resikonya juga mengenaiku," bisik Kaisar Xiao Zhan.
"Tapi ini penting bagiku bisa menikah dengan Pangeran Huang Li!" bisik Fung Li menatap dari dekat wajah Kaisar Xiao Zhan.
Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li saling menatap dari dekat. Bola mata tajam mereka betabrakan.
Tiba-tiba Kaisar Xiao Zhan menjauhkan tubuhnya kembali, ia berdiri tegak dan memandang kesekitar.
"Hei kodok, aku akan mencarikan gadis lain untukmu, yang ini adalah milikku." Kaisar Xiao Zhan melirik Huang Li lalu melirik Fung Li kembali dan langsung menarik tangan gadis itu pergi menjauh.
"Fung Si, Kak," sebut Huang Li dan Silli secara bersamaan melihat Fung Li dibawa pergi.
\*\*\*
Di tempat lain, sebuah penginapan besar yang mewah, rapi dan bersih.
Terdengar suara keramaian orang-orang yang sedang berbincang sambil sarapan. Mereka mengumpul duduk melingkar di depan meja bundar besar yang atasnya tersaji makanan banyak tertata rapi diatas piring kaca.
"Tidak kusangka malam tadi di Kerajaan Li itu adalah Fung Si, adik kita," lontar Tuan Lung Si. Sosok pemuda itu tersenyum mengambil secangkir dihadapannya.
Orang yang duduk di sekitar jadi sejenak menghentikan kegiatan makan mereka dan melirik Tuan Lung Si atau Kakak tiri tua keempat Putri Fung Si.
"Aku sangat terkejut melihat penampilannya malam tadi, wah sungguh Cantik dibanding adik kita Yux Si, mungkin dia adalah gadis yang paling cantik melebihi ...," sambung Tuan Jun Si yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yux Si yang duduk di samping Raja Zha Wey.
"Tapi dia tetap bodoh dan tidak berguna," sambung Tuan Luw Si, Kakak tertua.
__ADS_1
*Bersambung* ...