Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Kunjungan II


__ADS_3

"Seandainya aku meminta lebih dari sepuluh ronde malam tadi, pasti hal ini tidak akan terjadi," gumam Fung Li.


"Boleh, lebih dari seberapa yang kau inginkan, asalkan saja kau tidak mengantuk," sahut Xiao Zhan membalas gumaman Fung Li.


Fung Li sontak menatap ke arah Xiao Zhan dengan tatapan mengintimidasi. Sedangkan Xiao Zhan membalas tatapan Fung Li dengan senyuman remeh.


"Siapa juga yang mengantuk, hanya saja aku tau waktu," balas Fung Li melempar senyum remeh balik pada Xiao Zhan.


Fung Li langsung beranjak dari dudukannya dan pergi keluar dari kereta. Sedangkan Xiao Zhan tersenyum diam-diam sambil mengganti jubahnya dengan yang baru.


***


Setelah Kaisar Xiao Zhan mengganti jubahnya dan keluar dari kereta besar itu, sontak membuat beberapa prajurit yang menjaga terkejut bukan main. Apalagi melihat sosok wanita cantik berdiri di samping pria gagah begitu karismanya.


"Ka ka ... Dew ...."


"Xiao ...."


Para penjaga gerbang tergagap dengan wajah melongo melihat dua orang itu kini melangkahkan kaki mendekat.

__ADS_1


Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li berjalan secara berdampingan memasuki gerbang melewati para penjaga dengan wajah santai. Tangan mereka saling bergandengan seperti dua orang yang sedang menyebrang jalan saja.


Lewatnya Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li membuat para penjaga seketika pingsan di tempat merasa tekanan aura kuat dari dua orang itu.


Sementara di tempat lain, Keluarga Marga Si sedang ramainya bercakap-cakap di teras pondok yang berada di taman. Di kelilingi bunga-bunga, pohon dan tanaman lainnya di sekitar situ.


Mereka tampaknya senang mengobrol sambil mengemil dan minum yang tersaji di atas meja di sela-sela percakapan.


"Malam nanti sepertinya akan sangat ramai, kata para rakyat akan mendengar dari orang istana, bahwa Yang Mulia akan memberi kejutan hadiah besar bersamaan dengan datangnya Dewa Xiao Zhan yang baru pertama kali berkunjung kesuatu perayaan, ini mengejutkan!" lontar Tuan Muda Yang si, Tuan muda keempat Si.


"Apa Dewa Xiao Zhan akan benar-benar datang? kurasa tidak," sahut Jun Si, Tuan Muda Kedua Si.


"Bukankah ini akan menjadi kesempatan baik bisa lebih akrab dengan kaisar itu?" pikir Luw Si tersenyum.


"Kak Luw, bagaimana bisa kita akan akrab jika Fung Si saja di matanya tidak ada apa-apa, apalagi kita?" sahut Jun Si yang duduk di samping Luw Si. Dia menyentuh bahu Kakaknya dengan menggelengkan kepala.


"Kalian semua kakak, apa tidak pernah memikirkan bagaimana keadaan Fung Si? kalian hanya tau dan ingin lebih akrab dengan Dewa Xiao Zhan agar lebih terlindungi dan dikenalkan? sungguh kakak-kakak egois." Fei Si langsung meminum teh di cangkir yang sedari tadi dia genggam.


Mendengar perkataan sang adik lebih muda itu, sosok pria paruh baya yang duduk di tengah di antara Tuan Muda yang duduk secara berhadapan mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Sudah ribuan kali aku mengingatkan pada kalian semua anakku, jangan lagi mengungkit hal yang berhubungan dengan gadis asing itu, dia pun tidak pernah memikirkan kita lagi, dia adalah seorang Permaisuri Kerajaan Langit, mengapa kalian tidak pernah mendengar perintahku?" lontar Jenderal tua Si Nian. Memandang semua putra di hadapannya.


Kelima Tuan Muda pun menundukan kepalanya dan tidak berani saling menatap.


"Tenanglah sayang, jangan marah terus menerus harus bisa menahan emosi," sela Nyonya Si Yen, istri kedua Jenderal tua itu menenangkan Si Nian yang duduk di sampingnya.


"Salam semuanya," sapa dua orang secara bersamaan. Mereka menaiki tangga pendek menghubungkan ke teras pondok itu saling bergandengan tangan dengan senyum tampak.


Sontak semua yang duduk di sekitar meja melirik ke arah asal suara dengan wajah kaget bukan main.


"Bagaimana kabar ayah mertua?" tanya Xiao Zhan membuat semuanya melongo begitu terkejut.


Sontak kelima Tuan Muda berdiri di tempat duduknya dengan wajah melongo memandang Xiao Zhan dari atas sampai bawah lalu memandang wanita begitu cantik di sampingnya. Sementara Jenderal Si Nian dan Nyonya Si Yen tak berkutik di tempat melihat dua orang itu.


Fung Li yang telapak tangan kirinya di genggam oleh Xiao Zhan ingin lepas malah di genggam lebih erat oleh pria itu.


"Maaf jika aku berkunjung ke sini tidak memberi tahu, bagiku suatu kebahagiaan bisa bertemu dengan keluarga dari permaisuriku ini," lontar Xiao Zhan lagi dengan senyum ramah. Dia berjalan mendekati meja sambil menggandeng erat tangan Fung Li membawa wanita itu ikut berjalan di sampingnya


Fung Li menatap wajah Xiao Zhan dengan tampang mengintimidasi. 'Sebenarnya apa yang dia ingin lakukan dan membawaku kesini,' batinnya.

__ADS_1


...Bersambung ......


__ADS_2