
Fung Li membuka buku tebal dan membaca halaman depannya yang bertulisan. Tiba-tiba dia melebarkan matanya dengan wajah terkejut membaca halaman pertama buku itu sampai-sampai buku di pegangnya jatuh terlepas.
Fung Li berjongkok mengambil buku itu dan berdiri kembali. Dia membuka kembali buku dan membaca dengan wajah serius.
"Resep membuat pil langka serbaguna," gumam Fung Li membuka halaman lembar selanjutnya bertulisan 'syarat dan aturan nikah kontrak'
"Apa resep dan cara membuat pil langka serbaguna ini benar? Apa Pria tadi sengaja membohongi atau ini memang benar?"gumam Fung Li menajamkan matanya.
Fung Li menutup kembali buku ditangannya belum selesai membaca. Dia beranjak pergi dari tempat tinggi itu dengan kemampuan Qi cepatnya, hilang sana-sini.
***
Di depan istana kerajaan Li.
Keadaan tampak begitu ramai orang-orang mengumpul, terdengar lontaran mulut kemulut meramaikan suasana di panas-panas siang hari.
"Ternyata benar, Putri Fung Si sekarang adalah calon Permaisuri Kaisar Xiao Zhan,"
"Wah wah, pasti hidupnya akan sangat nyaman tidak perlu bekerja dan melakukan apapun lagi hanya duduk santaipun tidak masalah, Kerajaan itu begitu kaya bahkan sampai seratus turunan hartanya tidak akan habis,"
"Benar-benar sangat beruntung,"
"Seandainya aku diposisi Putri Fung Si mungkin sudah akan pingsan,"
"Pelayannya saja diperlakukan hormat seperti itu,"
"Cih, gadis jelek dan bodoh bahkan tidak memiliki kemampuan berkultivasi palingan baru setelah mengucapkan janji nikah, sudah Kaisar Xiao Zhan tinggalkan"
"Huhuhu ucapanmu benar sekali, hahaha banyak gadis lebih cantik dari Putri Fung Si itu di Kekaisaran Langit, palingan saat dia tiba disana semua gadis cantik itu mentertawakannya,"
"Kasihan, setelah menikah aku yakin Kaisar Xiao Zhan akan memiliki banyak selir dan memiliki banyak anak tapi bukan dari dia,"
"Menurutmu bukankah berita ini agak aneh, mengapa tiba-tiba akan menikah padahalkan Putri Fung Si adalah calon tunangan Pangeran Huang li,"
__ADS_1
"Sudahlah, jangan dipikirkan itu bukan urusan kita,"
Lontar para rakyat yang melihat dua buah kereta besar dan mewah yang terparkir tidak menghadap kegerbang kerajaan Li. Di belakang kereta itu terdapat banyak kuda coklat yang ditunggangi oleh kalangan Pria dewasa maupun muda dengan jubah senada wana coklat.
Di dalam kereta paling belakang terdapat sosok gadis yang duduk mematung di tempat, kedua tangan dan kakinya bergetar hebat karena seseorang yang duduk di sampingnya.
"Sa ... salam Pangeran." Silli meremas kedua tangannya dengan erat karena merasa gugup pada pemuda gagah dan berwibawa di sampingnya.
"Hm," dehem pemuda itu yang adalah seorang Pangeran, adiknya Kaisar Xiao Zhan.
Ya ampun, sikapnya mirip seperti siapa yah, emm Kak Fung Li, batin Silli.
"Pangeran perkenalkan nama saya adalah Silli pelayan setia Putri Fung Si," ucap Silli berusaha akrab.
Pemuda yang wajah sangat datar, lurus dan tubuhnya tegap itu melirik sejenak kesamping menatap wajah Silli lalu kembali menatap lurus kedepan.
"Aku sudah tahu, Pangeran Xiao Rei," ucap pemuda itu memperkenalkan diri balik dengan wajah datar tanpa melirik Silli.
Waktu berlalu dengan cepat, tidak lama berselang datang juga dua orang yang ditunggu-tunggu.
Sosok gadis sangat cantik bak dewi dan pria yang rupawan bak dewa datang berjalan dari arah berlawanan dengan kerera secara berdampingan.
Para rakyat yang berkerumun masih sedang bergosip pun jadi terdiam dan mematung di tempat melihat dua orang mempesona itu.
Semuanya berminggiran memberi jalan luas bagi dua sosok orang itu.
Fung Li hanya memasang wajah datar, berbanding dengan Kaisar Xiao Zhan yang melempar senyum santai pada semua orang.
Para gadis yang mendapat senyuman Kaisar Xiao Zhan seakan seperti seekor ikan hidup yang kekeringan melompat-lompat mencari air saking tidak kuatnya.
Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li masuk secara bergantian dalam kereta yang paling depan. Namun saat sebelum Fung Li masuk sempat melempar senyum pada Silli yang menjingukan kepala dari dalam kereta.
Silli yang mengerti maksud itupun kembali duduk tegak kembali dalam kereta.
__ADS_1
Setelah semua duduk siap dalam kereta, dua buah kereta itupun jalan dengan cepat diikuti oleh prajurit yang bertugas di belakang dan para rakyat melambaikan tangan.
***
Sepanjang jalan keadaan hanya hening dalam kereta, sampai melewati beberapa bangunan besar, melewati setiap kota di wilayah Kekaisaran Li itu.
Hari semakin panas menjelang sore hari, di dalam kereta yang paling depan.
"Saat tiba di perbatasan kerajaan, kita istirahat dulu dan lanjut malam," titah Kaisar Xiao Zhan pada prajurit pengkusir.
"Siap Yang Mulia"jawab dua prajurit yang berada didepan tugas mengkusir.
Fung Li melipat kedua tangannya di depan dada, kepalanya menghadap kearah jendela memandang pemandangan ladang luas dirubati rerumputan hijau panjang-panjang.
"Hanya ciuman saja, harus menikah, dijaman dulu sungguh aneh banyak aturannya, sangat berbeda di ...,"gumam Fung Li terpotong.
"Kau barusan mengeluh tidak ada gunanya monyet," oceh Kaisar Xiao Zhan tersenyum remeh pada Fung Li
"...." Fung Li hanya berdiam dengan wajah datar asiknya memandang pemandangan luar mengabaikan ucapan Pria di sampingnya.
"Oh iya, aku ingin bilang padamu saat kita tiba di sana dan bertemu ibuku, bersikaplah seperti calon istri yang baik dan kau pun pernah bertemu dengannya bukan malam tadi," tutur Kaisar Xiao zhan sambil mengamati Fung Li yang memalingkan wajahnya.
Fung Li masih berdiam bahkan tidak menganggukan kepala sama sekali.
Kaisar Xiao Zhan tersenyum memalingkan wajahnya, dia melipat kedua tangan didepan dada. "Apa syarat dan aturan nikah palsu kita sudah kau tanda tangani? jika sudah langsung berikan kembali bukunya padaku," tanyanya yang sontak membuat Fung Li menolehkan kepala.
"Emm, belum," jawab Fung Li dengan wajah datar namun tampak aneh di mata Kaisar Xiao Zhan.
Saat istirahat di perbatasan kerajaan aku harus cepat menyalin tulisan resep dan bahan membuat pil serbaguna itu, mengapa aku harus payah-payah ingin menikah dengan Pangeran Huang li sementara aku sudah menemukan resep itu dari Pria menyebalkan ini. Namun siapa sebenarnya dia? batin Fung Li.
"Apa yang kau pikirkan monyet? aku merasa ada yang kau sembunyikan," tanya Kaisar Xiao Zhan.
Bersambung ...
__ADS_1