Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Keterkejutan


__ADS_3

"Hah, kita salah tempat, ayo kembali." Pangeran Xiao Jei merangkul pundak Xiao Fei dan berjalan pergi.


"Kami tidak melihat apapun, kalian semua pergilah." Pangeran Xiao Rei menutup pintu kembali dengan pejaman mata.


Sungguh rasanya canggung, Fung Li memperbaiki pakaian luarnya yang melorot dengan wajah nampak masih marah.


Sedangkan Xiao Zhan, dia langsung beranjak dari atas ranjang dan berjalan menuju ruang ganti.


"Ck," dengus kesal Fung Li. Matanya melihat ke sekitar kamar yang tampak berantakan akibat acara kejar-kejaran tadi.


Fung Li beranjak dari atas ranjang lalu merapikan barang-barang yang berserakan di lantai seperti bingkai lukisan, selimut, bantal dan lainnya.


Keadaan jadi sunyi kembali, para pelayan dan prajurit yang berjaga diusir oleh para pangeran.


Malam semakin sunyi, angin kencang berhembus menerpa dedaunan dan menggoyangkan ranting pohon.


Di dalam kamar yang ditempati Fung Li dan Xiao Zhan, kamar kembali bersih dan rapi.


"Aku tidur di ranjang!" Xiao Zhan menarik sebelah kaki Fung Li di depan ranjang.


Fung Li mengenggam erat seprai ranjang dengan posisi berbaring santai di atas ranjang itu.


"Kekanakan, bukankah kau pria? tidur saja di bawah, atau kau memang penakut?" ledek Fung Li. Tersenyum tipis mendorong-dorong kakinya yang terus ditarik oleh Xiao Zhan.


Xiao Zhan seketika menjauh dengan gertakan gigi mendengar ucapan Fung Li, ida merasa agak tersindir dengan ucapan gadis itu mengatainya penakut.


"Baik, mulai sekarang kita tidur terpisah, aku akan tidur di lantai dan kau silakan tidur di ranjang besar itu sendiri," lontar Xiao zhan. Setelah itu membalikan tubuhnya.


Xiao Zhan pergi menuju dalam ruang yang berada di sebelah ruang ganti mengambil sesuatu. Dia keluar kembali setelah mengambil sesuatu dari ruang itu, sesuatu itu ialah tilam kapuk.


Fung Li di atas ranjang sudah tertidur pulas dengan posisi menyamping. Selimut yang menutupi setengah tubuhnya seakan memberi kehangatan dan kenyamanan.


Xiao Zhan menempatkan tilam kapuk di samping ranjang lalu berbaring di atasnya dan memasangkan selimut di tubuhnya.


"Monyet, enak sekali dia tidur, ini pertama kalinya aku tidur di lantai. Jika aku pergi dari sinipun nanti ada yang curiga." Xiao Zhan menatap wajah Fung Li yang tertidur di atas ranjang menghadap kearahnya yang berbaring di bawah.


Xiao Zhan pun memalingkan pandangan kembali. Dia menatap langit-langit kamar dengan sebelah tangan yang berada di bawah kepala.


"Aku lupa memberitahu besok ada tradisi penting keliling kota membagikan sumbangan pada rakyat," gumam Xiao Zhan.

__ADS_1


Xiao Zhan perlahan memejamkan matanya setelah asiknya memikirkan sesuatu.


Keadaan hening di semua kamar, orang-orang sudah terlarut dalam tidur mereka. Angin dingin malam menusuk bulu kuduk orang yang tertidur, bungkus dalam selimut sekalipun.


Dalam kamar yang ditempati sepasang pengantin baru tadi. Fung Li berguling ke sana ke mari di atas ranjang dengan mata terpejam.


Selimut yang menutupi tubuh Fung Li jadi melorot lepas menampakan jenjang kakinya yang sangat mulus karena hanya memakai hanfu tipis tidur biasa.


Selimut yang melorot ke bawah jadi terjatuh mengenai Xiao Zhan yang tidur di bawah tepat samping ranjang itu.


Selimut itu mengenai dan menyapu permukaan wajah tampan pria yang sedang tertidur itu jadinya terbangun.


"Ck," dengus Xiao Zhan kesal. Dia jadi duduk sambil menjauhkan selimut yang jatuh mengenai wajahnya.


Xiao Zhan melepas selimut yang dipakainya. Dia berdiri dan melirik Fung Li yang tertidur tanpa selimut dengan posisi menyamping membelakangi.


Sejenak Xiao Zhan merasa tertegun melihat dari atas sampai bawah tubuh Fung Li yang tampak sangat seksi menggoda siapapun pria yang melihatnya.


Dia pun merangkak ke atas ranjang lalu mengenakan selimut tadi menutupi tubuh Fung Li sampai sebatas leher.


Xiao Zhan ingin membalikkan tubuh selesai mengenakan selimut tiba-tiba tangannya ditarik Fung Li sampai dia jadi ikut berbaring dengan posisi dekat.


Xiao Zhan melebarkan matanya dengan pergerakan Fung Li. Dia mematung kaget sekaligus bingung ingin melakukan apa pada posisi itu.


"Jika aku membangunkannya, saat terbangun dia pasti akan menuduhku ingin tidur bersamanya, ck." Xiao Zhan mendengus kesal terpaksa berbaring di samping Fung Li.


Xiao Zhan menggerutu tidak jelas sambil menatap wajah Fung Li yang tidur menghadapnya.


"Dasar badak molor," ledek Xiao Zhan memandang saksama wajah cantik Fung Li yang terlihat begitu menenangkan.


"Awas saja liurmu mengalir mengenai tanganku kau akan kena denda lagi, tadi saja menggigitku, mendorongku, lebih parah menendang ituku dan sekarang menjadikan tanganku bantal," ancamnya mengomel sendiri.


"Gadis menyusahkan," gerutunya.


Xiao Zhan pun terpaksa berdiam sementara di atas ranjang itu sambil menunggu tangannya lepas dari genggaman Fung Li.


***


Pagi harinya

__ADS_1


Mentari sedikit demi sedikit memunculkan dirinya. Embun udara masih terasa di sekitaran.


Di istana kerajaan langit besar, keadaan tampak sunyi hanya beberapa pelayan dan prajurit yang berlalu lalang menjalankan tugas.


Di kamar indah yang ditempati oleh sepasang pengantin baru. Dalam situ, tampak banyak pelayan yang berjejer rapi masing-masing memegang nampan yang terdapat aksesoris pakaian mewah.


Para pelayan berdiri tidak jauh dari depan ranjang dengan kepala menunduk tidak berani melihat. Mereka senyum-senyum sendiri dari balik kepala yang ditundukan.


"Kalian jangan berisik," tegur seorang wanita paruh baya yang berparas cantik dan anggun.


Wanita itu duduk di kursi yang berada di samping barisan para pelayan. Dia sedang menyeduh teh cangkir yang dipegangnya dengan senyuman sambil memandang kedepan melihat dua orang yang masih terlelap di atas ranjang.


Dua orang berlawanan jenis yang tertidur di atas ranjang merasa terusik mendengar suara seseorang. Mereka berdua sama-sama membuka mata dan mengerjapkannya dengan perlahan mencoba sadar.


Saat penglihatan sudah jelas dan tersadar, secara bersamaan mereka melihat apa yang ada di depan mata dengan wajah kaget bukan main.


"Kau," kaget Xiao Zhan dan Fung Li secara bersamaan. Kaget karena melihat diri mereka saling berpelukan begitu dekat dengan posisi menyamping terbungkus selimut.


Para pelayan dan sosok wanita paruh baya jadi melirik kearah ranjang dengan wajah ikut terkejut mengetahui dua orang yang ditunggu sudah terbangun.


Xiao Zhan melototkan matanya menyadari kedua tangannya melingkar di pinggang ramping Fung Li. Sedangkan Fung Li merasakan hal yang sama melebarkan matanya menyadari kedua tangannya menyentuh bidang dada kekar Xiao Zhan.


Hal yang paling membuat mereka sama-sama terkejut adalah kedua kaki mereka saling mengapit dan menindih tanpa jarak dari dalam selimut.


"Aaaaaaaa!" teriak mereka secara bersamaan begitu keras sampai-sampai burung-burung yang berada dipohon bertebangan ke langit.


Para pelayan dan wanita paruh bayah jadi kaget secara bersamaan. Bola mata mereka hampir saja keluar saking terkejutnya mendengar teriakan nyaring itu.


Fung Li langsung menendang sekaligus mendorong bidang dada Kaisar Xiao Zhan dengan kuat dan menggertakan gigi.


Saking kuatnya, tubuh Kaisar Xiao Zhan yang begitu kekar terjatuh ke lantai dari atas ranjang dengan posisi tengkurap akibat tendangan kuat Fung Li.


Xiao Zhan memasang wajah menahan sakit merasakan pusaka miliknya ditendang untuk kedua kalinya oleh Fung Li.


Para pelayan termasuk wanita paruh baya yang duduk di kursi bertambah kaget melihat sosok pemimpin itu jatuh dan gadis yang beraninya menendang tanpa ampun.


Nampan yang dipegang para pelayan jadi terjatuh kelantai, sedangkan wanita yang selesai menghisap teh dicangkir jadi menyeburkan air teh keluar dari mulutnya saking terkejut melihat apa yang terjadi barusan.


...Bersambung bosq😙 ......

__ADS_1


__ADS_2