
Perlahan Kaisar Xiao Zhan menjauhkan tubuhnya dari Selir Wei Wei. Kemudian mendekat ke hadapan Fung Li hingga sangat dekat membuat semua orang merasa heran akan raut wajah datar pria itu.
Tiba-tiba Xiao Zhan menarik belakang leher Fung Li sembari memiringkan kepala dan mendekatkan bibirnya pada bibir Fung Li. Tanpa basa-basi Xiao Zhan mencium bibir Fung Li di hadapan semua orang begitu tidak terduganya.
Cupp ...
Fung Li melotokan matanya sampai bola matanya ingin keluar saja mendapat respon dari Xiao Zhan. Apalagi merasa sentuhan lembut menyentuh kulit bibirnya.
Semua orang di tengah lapangan menganga dengan wajah bodoh secara bersamaan melihat adegan romantis yang seakan membuat mereka seperti mendapat serangan jantung secara mendadak.
Dari jauh, tampak Pangeran Huang Li dengan beberapa kelompoknya menuju tengah lapangan seketika menghentikan jalan melihat dari jauh apa yang terjadi.
Selir Wei Wei syok di tempat melihat itu di depan matanya secara langsung.
Busur dan anak panah yang di pegang Selir Wei Wei di banting jauh tiba-tiba oleh wanita itu membuat keadaan teralihkan.
Semua mata jadi tertuju pada Selir Wei Wei yang tampak cemburu.
Selir Wei Wei menutup mulutnya yang terbuka karena syok lalu pergi dari situ dengan wajah menahan amarah yang memuncak.
Suara bantingan busur berhasil mengalihkan dua orang yang kaget dan tak sadarkan diri jadi pusat perhatian.
"Mmmh." Fung Li menjauhkan tubuhnya sembari mendorong dada Xiao Zhan hingga bibir mereka yang saling menempel terlepas
Xiao Zhan menyeringai tipis melihat kekagetan di wajah Fung Li karena ciuman mendadak yang dilakukannya di depan semua orang. Bukannya merasa malu ataupun menyesal dia malah menarik tangan Fung Li dan membawa pergi dari situ.
Lagi-lagi semua wanita di situ keheranan, sebenarnya mereka bingung dengan tingkah kaisar muda mereka.
Ketiga pangeran yang mengikuti Fung Li tadi sama-sama memandang wajah sesama dengan perasaan bingung akan kakak mereka.
"Ada apa dengan kakak Zhan? tadi dekat dengan Selir Wei Wei dan sekarang menci ...?" tanya Pangeran Xiao Fei bingung.
"Sepertinya ada sesuatu. Kita tidak perlu ikut campur," saut Pangeran Xiao Jei. Sembari berkipas dengan anggunnya dan memandang sekitar para wanita yang tersenyum-senyum girang.
"Kau benar," sambung Xiao Fei.
__ADS_1
Xiao Fei, si pangeran yang terkenal kejantanan dan penggoda wanita sekaligus dijuluki rajanya wanita. Dia memutar tubuhnya melihat para wanita muda di sekeliling sambil melambai-lambaikan tangannya dengan senyuman.
"Tenang, aku akan mengajarkan langsung cara memanah terbaik pada kalian para wanita," lontar Xiao Fei yang seakan membuat semua wanita senang di situ.
"Kami pergi dulu," ucap Xiao Rei dan Xiao Jei secara bersamaan.
Pangeran Xiao Rei yang hanya memasang wajah datar karena pribadinya yang tidak suka keramaian perlahan pergi dari situ. Sedangkan Pangeran Xiao Jei ikut Pangeran Xiao Rei.
Di penempatan jalan keluar dari lapangan, Xiao Zhan dan Fung Li berpapasan dengan Pangeran Huang Li.
Sejenak mereka berhenti, dan saling menatap.
Pangeran Huang Li menundukan kepala lalu mendongakan sambil melempar senyum pada Xiao Zhan maupun Fung Li.
"Salam Kais ...," ucap Huang Li terpotong karena tiba-tiba menjauhkan tubuhnya ke samping. Wajahnya tampak kaget karena Xiao Zhan menyela jalan tengah hingga para pengikutnya ikut berminggiran agar tidak menghalangi jalan.
Raut wajah begitu dingin Kaisar Xiao Zhan yang lewat dengan menarik tangan Fung Li membuat semua yang melihatnya merasa heran.
***
Sesampainya Xiao Zhan membawa Fung Li dalam kamar di Paviliun Xia.
Brakkk! Suara itu membuat Fung Li menoleh ke arah Xiao Zhan, heran akan tingkah aneh pria itu.
"Apa yang kau lakukan?" Fung Li melangkah maju ke hadapan Xiao Zhan yang berusan membalikan tubuh setelah menutup pintu.
"Tentu saja menutup pintu," jawab Xiao Zhan dengan ketus.
Keadaan sejenak hening, bola mata dua insan dalam kamar itu saling bertabrakan dengan sorot yang sama-sama tajam.
"Kau pria aneh yang tidak jelas," celoteh Fung Li membuka suara.
"Kau mau jelas? Baiklah." Xiao Zhan langsung saja menyaut sembari tersenyum sinis.
Fung Li mengerutkan alisnya dengan raut wajah heran melihat pria di hadapannya tersenyum seperti itu padanya.
__ADS_1
"Sebulan lalu, mengapa saat kita pulang dari Kekaisaran Wexi kau bertemu dengan pria bodoh itu hah?" tanya Xiao Zhan membuat Fung Li seketika memutar bolanya mengingat apa yang maksud yang dikatakannya.
Momen terlintas di benak Fung Li teringat akan waktu itu saat ingin pulang kembali Kekaisaran Langit usai penghukuman Yux Si, malamnya bermalam di hutan kematian dan Raja Zha Wey yang membawanya paksa.
"Hah, aku tahu kau punya hubungan khusus kembali dengan pria itu kan?" Xiao Zhan berjalan melewati Fung Li menuju meja di samping ranjang tidur.
"Apa maksudmu? Dia yang mema ...," jawab Fung Li terpotong.
Xiao Zhan mengambil sesuatu dalam laci meja dan bergegas kembali mendekati Fung Li.
Tiba-tiba Fung Li dikagetkan dengan kedua lengannya disentuh Xiao Zhan dari belakang hingga tubuhnya diputar balikan menghadap pria itu.
"Kau ingin semua ini berakhirkan? Kau ingin kembali bersama Raja Zha Wey kan? Bilang saja," bentak Xiao Zhan membuat Fung Li kaget setengah mati.
"Kau gila?" Fung Li mematung dengan mata melotot dan wajah begitu kaget. Sungguh baru kali ini dia dibentak oleh seseorang sampai membuat dadanya sesak.
"Kau mudahnya bilang aku ingin berakhir? Kau sudah tidak waras? Bukankah semua ini juga karenamu? Kau menjebakku! Kau menciumku di depan umum hingga jadi seperti ini! Apa kau tidak peduli dengan perasaanku hah?" Fung Li berucap lantang dengan perasaan sesak. Napasnya terdengar mengemburu dengan dada naik turun.
"Peduli? Kau yang tidak peduli padaku monyet bodoh! Kau berani selalu berhubungan dengan pria lain selain diriku! Kau wanita yang sudah menikah kau tahu itu? Kau masih berani bertemu Raja Zha Wey mantan tunanganmu dulu itu! Tidak tahu diri."
Kini Xiao Zhan tidak bisa mengontrol emosinya hingga bentakan itu membuat Fung Li menggertakan giginya dengan mata yang berkaca-kaca merasa geram sekaligus sedih.
"Lalu apa masalahmu?!" bentak balik Fung Li karena sudah tidak tahan.
"Ingatlah Xiao Zhan, semua ini palsu, kita menikah palsu sandiwara camkan itu! Bukankah sudah ada di perjanjian kontrak? Bahwa kita tidak berhak mengurus kehidupan pribadi masing-masing!"
Xiao Zhan seketika memajukan tubuhnya sangat dekat sembari berjalan seiring Fung Li memundurkan tubuhnya dengan wajah marah.
"Aku tahu pernikahan ini hanyalah palsu, tapi ..."
Fung Li sudah merasa muak terus berdebat. Tidak ingin memperpanjang, dia langsung saja mendorong bidang dada Xiao Zhan dan pergi melewatinya.
Xiao Zhan sontak membalikan tubuhnya, tampak raut wajahnya yang jelas kesal dan memandang Fung Li sedang membuka pintu.
Kreekk, pintu terbuka. Saat sepenuhnya sudah terbuka, Fung Li dan Xiao Zhan sontak melebarkan mata tampak kaget melihat dua wanita yang berdiri di luar.
__ADS_1
...Bersambung ......
Selamat hari raya idul adha semuanya😊, maaf author jarang up😐. Susah bnget ngelwan diri.Tapi author akan berusaha ksih wktu buat nulis lnjutin crta.😤