Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Kemarahan


__ADS_3

Yux Si menyentuh dahinya yang berdarah terbentur keras menghantup lantai. Dia merasa geram dengan yang terjadi, tapi juga sedih akan perlakuan Raja Zha Wey padanya, memalukan dia di depan umum.


"Apa arti semua ini Yux Si? kau mengkhianatiku di belakang? mengapa?!!" bentak Raja Zha Wey dengan wajah marah bercampur kecewa dan sedih akan pernyataan yang ada.


"Tontonan yang sangat bagus." Fung Li tersenyum melihat Yux Si dan Raja Zha Wey.


Di singgasana Xiao Zhan menaikan sebelah alisnya mengamati jelas mimik muka Fung Li seperti tampak senang. Tunggu jika dia senang Raja Zha Wey tidak menyukai Yux Si lagi, apa dia menyukai Zha Wey? dan berharap pria itu ju ..., ah apa yang aku pikirkan, tidak jelas sekali,' batinnya.


Tiba-tiba Hakim Tian berdiri mengalihkan perhatian orang-orang, dia membuka titah yang tadinya Fung Li sodorkan.


"Ini adalah titah yang ditulis sendiri oleh mendiang Selir Qian Yu, saya sudah menyelidikinya dan saya akan membacanya agar kalian semua tahu," tutur Hakim Tian dengan suara lantang.


Semua berdiam memusat perhatian pada Hakim tua itu.


"Dulu aku memang wanita yang jahat dan haus akan cinta Raja Zha Wey, tapi perlahan-lahan aku mengerti suatu hal bahwa Raja Zha Wey hanya mencintai Permaisuri Yux Si dan menikahiku juga karena ingin memiliki anak yang teruntuk dirinya dan permaisuri. Apalah aku hanya seorang yang dijadikan percobaan rahim, mulai aku mengetahui hal ini, aku menerimanya, tapi aku tidak menyangka Permaisuri Yux Si wanita sejahat itu, dia bahkan lebih keji dari pada iblis."


"Setelah kehilangan buah hatiku adalah momen di mana aku memilih untuk melanjutkan hidup atau mati, tapi ada hal yang juga berharga yaitu diriku, aku tidak ingin menyia-nyiakan sebuah kehidupan ini. Meskipun aku telah kehilangan calon anakku, meskipun itu rasanya sangat menyakitkan. Setidaknya aku tidak akan melakukan hal menyakitkan pada diriku, segelap-gelapnya hitam menutupi sinarnya terang, aku ingin menemukan setitik cahaya yang membawaku ke arah terang itu."


"Setelah kehilangan calon anakku, kukira Permaisuri Yux Si adalah wanita yang baik. Setiap hari saat Raja Zha Wey tidak bersamaku, dia selalu melakukan hal yang membuatku tak bisa tenang. Aku menulis semua ini hanya untuk melampiaskan rasa sakitku pada wanita itu, bagaimanapun aku hanyalah wanita yang lemah dan mungkin tidak lama lagi aku akan meninggalkan kehi ...." Hakim Tian merasa tesentuh membaca habis isi titah terlarut akan nasib wanita yang sudah tiada lagi.


Semua orang ikut terlarut mendengar Hakim Tian yang membacakan titah itu. Lontaran-lontaran buruk keluar dari orang-orang tertuju pada Yux Si.


"Apalagi yang perlu dibuktikan lagi? tentu saja Permaisuri Yux Si lah yang menyebabkan masalah."


"Tidak kusangka wanita cantik yang dipercaya baik hati bisa sebusuk itu, kasihan sekali mendiang Selir Qian Yu, pasti kehilangan calon buah hati menyiksa dan bahkan Permaisuri Yux Si teganya meracuni."


"Wanita yang tidak punya hati, seharusnya sebagai sesama wanita kita saling menyayangi dan memberi dukungan bukannya merasa iri dengki dan menghancurkan kehidupan orang."

__ADS_1


"Kejam sekali."


"Mengapa harus iri? Permaisuri Yux Si sangat dicintai Raja Zha Wey, kurang bersyukur."


"Lebih baik Permaisuri Fung Si saja yang jadi istri Raja Zha Wey waktu itu. Itu lebih baik daripada wanita licik itu."


"Kita semua tertipu oleh kecantikannya. Yang hitam tak selamanya buruk dan putih tak selamanya baik, kemurahan hati seseorang yang harus lebih kita hargai bukan hanya menilai dari penampilan saja."


"Betul sekali."


Lontaran-lontaran keluar meramaikan suasana dalam aula, semua ucapan itu tertuju pada Yux Si. Semua bukti telah menunjukan bahwa pelaku sebenarnya adalah Yux Si, bukanlah orang asing, istri Raja Zha Wey. Mereka kecewa sekaligus benci akan Yux Si setelah mengetahui kejahatan wanita itu.


Yux Si berdiri kembali memperbaiki posisinya, air mata berlinang membasahi pipinya begitu lebat. Dia berlari ke arah Raja Zha Wey lalu langsung memeluk pria itu dengan tangis pecah menenggelamkan wajahnya di bidang dada pria itu.


"Aku tidak melakukan itu, semua bukti tidaklah benar hiksss hiksss. Zha kau percaya padakukan?" Dengan mata berbinar sedih Yux Si mendongakan kepala dan menatap bola mata Raja Zha Wey.


Yux Si melepaskan pelukan dan menjauhi tubuhnya dari Raja Zha Wey sambil menghapus air mata dengan menggertakan gigi.


"Pelaku sebenarnya memang adalah Fung Si, kalian malah menuduhku! dia yang sengaja menjebakku agar Raja Zha Wey membenciku dan tertarik padanya! adik kau sungguh kejam dan rakus bahkan juga menggoda Pangeran Huang Li, Kaisar Xiao Zhan dan suamiku!" teriak histeris Yux Si mengeluarkan seluruh kemarahannya Dia menunjuk langsung ke arah Fung Li.


Putri Sian yang duduk di sebelah Putri Xi Lusi tersenyum licik mendengar lontaran Yux Si. 'Benar sekali Kak Yux Si, Fung Si gadis penggoda,' batinnya.


Kaisar Xiao Zhan yang mendengar ucapan Yux Si seketika ingin beranjak. Namun Panglima Liu Te melempar tatapan meminta tenang pada majikannya itu agar tidak terlarut dalam emosi. Bisa-bisa keadaan akan jadi kacau bala.


Mencoba menenangkan emosi, Xiao Zhan tidak jadi ingin berdiri. Dia pun duduk tenang.


Fung Li berjalan cepat ke hadapan Yux Si dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Kedua tangannya mengepal dengan menggertakan gigi dan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


Saat di hadapan Yux Si, semua orang di kejutkan dengan perlakuan Fung Li.


Pakkkk! tamparan begitu keras terdengar lagi-lagi membuat orang-orang melototkan matanya. Wajah Yux Si memerah padam dengan kepalanya yang tertengok ke samping bawah karena tamparan Fung Li.


"Apa kau bilang? semua bukti tidak benar? menjebakmu?" bentak Fung Li begitu geram.


Fung Li memegang dagu Yux Si lalu mendorongnya dengan wajah sangat marah. Habislah sudah.


Tubuh Yux Si jadi ikut terdorong ke belakang dengan memegang pipinya dan kaget bukan main akan gadis yang dia kira penakut begitu berani menampar dan membentaknya di hadapan semua orang.


"Sudah cukup! selama ini aku berdiam." Fung Li menunjuk langsung Yux Si dengan sorot mata ingin membunuh.


Belum sempat Yux Si ingin bergerak sedikit pun, sebelah tangan Fung Li melingkar di leher Fung Li mengagetkan semua orang termasuk Kaisar Xiao Zhan.


"Sudah cukup dramamu! perlu kalian tahu semua hari sebelum pertunanganku dengan Raja Zha Wey satu tahun yang lalu, dia telah sengaja membuangku dalam jurang di hutan kematian dan melukai wajahku agar buruk rupa dan tidak ada yang menyukai aku." Fung Li semakin memperkuat tangannya yang mencekik Yux Si.


Semua jadi panik, termasuk para tuan muda saudara tiri Fung Si langsung berlari dan berusaha melepaskan tangan Fung Li dan menjauhkan tubuh dua wanita itu yang saling bertatapan penuh kebencian.


"Apa kau tidak pernah memikikan bagaimana perasaan seseorang saat kau berlaku seenaknya! menghina, bahkan melukai orang yang tak bersalah. Dimana hati nuranimu hah!" teriak histeris Fung Li sudah tidak tahan lagi. Sorot mata dan raut wajahnya bakan sudah sangat berbeda akan orang-orang yang melihatnya. Begitu mengerikan gadis itu marah.


Prajurit ikut membantu memisahkan Fung Li yang tangannya tidak mau lepas dari leher Yux Si. Bahkan sampai Yux Si sudah kesulitan menahan napas dengan air mata yang berlinang dan dada yang naik turun.


Keadaan jadi panik dan mencekam merasa hawa yang begitu dingin membuat bulu kuduk mereka merinding.


...Bersambung ......


Emosi gak sama drama Yux Si? bagaimana jika kalian misalkan berada dalam cerita itu di aula dan menontonnya dengan jelas dan kalian tahu semuanya.

__ADS_1


__ADS_2