
Malam hari, terasa begitu sunyi.
Di tengah lapangan tempat Yux Si di tahan. Keadaan terasa sunyi, hanya beberapa prajurit berdiri melingkar menjaga wanita dengan tubuhnya terikat melekat pada tiang itu.
Mereka berdiri tegak dengan tatapan begitu lurus dengan wajah yang tegas, siap siaga menjaga wanita yang belum mendapat keputusan hukuman apakah itu.
Yux Si tampak tertidur dengan posisi berdiri pada tiang yang jadi sandaran tubuhnya. Sepertinya, kejadian tadi belum sepenuhnya membuat dia sadar, buktinya sekarang dia mampu memejamkan mata larut dalam tidur.
Di bawah panggung itu juga, beberapa prajurit berjalan memutari panggung juga menjaga dari tadinya hal yang tidak di inginkan.
Suara serigala terdengar dikeheningan malam itu. Orang-orang di istana sepertinya sudah terlarut dalam tidur mereka.
Sementara dia atas atap salah satu bangunan dekat lapangan itu, terlihat dua sosok orang berdiri dengan mengenakan hanfu cantik. Angin kencang berhembus menerpa tubuh mereka.
Mereka berdua asiknya mengobrol sambil memantau ataupun mengamati keadaan di sekitar istana dari jauh.
"Kak Fung Li, saya akan menjaga di sini seperti yang Anda perintahkan," tutur Silli. Dia akhirnya menemui Fung Li karena sudah tak tahan lagi, apalagi mendengar tuduhan terhadap sang junjungannya.
Fung Li menganggukan kepala, setengah wajahnya di tutupi oleh topeng yang pernah dia pakai saat penyerangan klan vampir.
Tanpa basa-basi lagi, Fung Li melompat dari atap ke atap lain lalu terbang tinggi mendekati tengah lapangan Yux Si di tahan.
Sesampainya begitu tepat di atas panggung Yux Si di tahan. Para prajurit yang menjaga seketika kaget bukan main melihat sosok gadis bertopeng yang mereka kenali saat aksi gadis itu melawan para vampir.
Saat salah satu prajurit ingin mengeluarkan suara, Fung Li langsung dengan cekatan berpindah cepat memukul leher mereka dengan gerakan gesit tidak terbaca. Jika di lihat seperti sebuah kain yang bergerak ke sana kemari saking lihainya.
Dengan waktu yang begitu singkat, para prajurit sudah tumbang pingsan di tempat dibuat Fung Li
Fung Li dengan cepat mengeluarkan sesuatu, muncul seketika di atas telapak tangannya sebuah botol kecil yang berisi pil dari ruang dimensi.
Pil di dalam botol itu dia masukan pada mulut setiap prajurit yang tengah pingsan. Kemudian Fung Li melompat turun ke bawah. Dia melakukan hal yang sama tadi pada prajurit yang berjaga di bawah.
Tanpa terdengar suara, Fung Li dengan cepat membuat para prajurit di bawah itu juga pingsan dan memakaninya pil yang berupa pil tidur.
Senyum sinis tampak di bibir Fung Li menapaki tangga dengan cepat dan sampai di hadapan wanita yang begitu ia benci, malah enaknya sedang tertidur.
Tanpa basa-basi lagi, Fung Li melepaskan ikatan yang melilit pada tubuh Yux Si tanpa mengusik tidur wanita itu.
Entah apa yang ingin dilakukan Fung Li. Dia membawa Yux Si terbang menggunakan kekuatan Qi nya yang semakin berkembang.
Tidak ada satupun yang menyadari aksi Fung Li karena sudah begitu malam dan para prajurit lainnya pun mungkin sedang tertidur di tempat mereka menjaga karena ngantuknya.
(Eh author mikir gini, gimana yh jdi seorang prajurit ataupun pengawal gtu? apa setiap malam mereka gk ngantuk? aduhh emg gini otak author suka ngebayngin dan mikir. Lupakan).
Dari kejauhan Silli memandang dari jauh junjungannya sembari memantau sekitar, takut ada yang melihat ataupun mendekat. Jadi memandang dari atas itu menjaga agar tetap aman.
*
Sementara pada tempat lain. Salah satu ruang rapat di istana itu, mengumpul akan orang-orang hebat yang begitu penting.
__ADS_1
Mereka duduk di kursi khusus masing-masing sambil menikmati seguhan teh, di layani masing-masing pelayan cantik.
"Nama permaisuriku menyangkut kasus ini, oleh karena itu hukuman pelakunya harus berat, meskipun Yux Si menyandang permaisurimu Raja Zha Wey," lontar Xiao Zhan dengan raut wajah dinginnya melirik Raja Zha Wey yang melamun sedari tadi.
"Kakak," tegur Pangeran Hang Kang memanggil Zha Wey yang asiknya melamun dengan pandangan kosong.
"Hah?" Zha Wey tersadar dia menatap semua pria yang ada di tempat itu dengan wajah agak bengong.
"Mau bagaimanapun hukuman ini tidak bisa di ringankan, permaisurimu telah menghina permaisuriku di depan semua tadi pagi, ini adalah penghinaan terbesar di Kekaisaranku. Lebih baik wanitamu itu segera mati, bahkan matipun sepertinya belum cukup." Xiao Zhan berkata dengan begitu tajamnya sampai yang mendengarnya mengecap lidah terasa pahit.
Raja Zha Wey tadinya tersadar mendengar perkataan Kaisar Xiao Zhan. Dia menghembuskan napas dengan kasar lalu melirik kearah Xiao Zhan tepat berlawanan dengan tempat duduknya.
Zha Wey menyapu wajahnya tampak begitu frustasi. Dia tiba-tiba berdiri lalu membungkukan badan.
"Ayah, Kaisar Xiao Zhan dan semuanya, saya pamit. Hukuman atas kematian Selir Qian Yu saya yang memutuskannya. Tidak bisa secepat itu memutuskannya, jadi besok hari saja." Setelah mengatakan itu Zha Wey pergi dari situ.
Semua di ruang rapat saling memandang wajah sesama.
"Bubarlah semuanya, terima kasih atas kehadiran Yang Mulia Kaisar Xiao Zhan dalam rapat ini. Maaf ji ...," ucap Kaisar Wexi terpotong.
"Tidak apa Kaisar, saya berharap hari Anda menyenangkan." Xiao Zhan segera beranjak dan pergi dengan wajah dingin.
'Asal jangan mengangguku, aku tidak akan menganggu juga,' batin Xiao Zhan.
***
Hutan kematian
"Lepaskan ja'lang! semua sudah hancur karenamu!" teriak Yux Si yang kakinya di gantung oleh Fung Li dengan posisi kepala di bawah dan kakinya yang diikat menggantung pada batang pohon yang kokoh.
"Hahahaha," tawa lepas Fung Li yang berjalan memutari Yux Si yang di gantungnya dengan posisi terbalik.
Tidak ada siapapun di situ, hanya ada Fung Li dan Yux Si di hutan kematian yang pernah jadi tempat Fung Li di asingkan selama setahun.
"Hah lepaskan?" tanya Fung Li sambil menatap Yux Si dengan senyuman sinis.
"Enak saja kakak." Fung Li sejenak memejamkan matanya lalu tiba-tiba muncul di tangannya sebuah pisau begitu tipis dan tajam. Mengkilat di gelapnya malam dan sedikit cahaya bulan menerangi di tempat itu.
"Apa kakak ingat kejadian tahun lalu? oh tidak aku akan memberi tahu suatu hal terlebih dulu. Ini tidak akan asik jika aku tidak mengatakan yang sebenarnya dulu padamu." Fung Li dengan wajah dingin berjongkok dan memandang wajah Yux Si yang sejajar dengannya. Namun wajah Yux Si dengan posisi terbalik karena kakinya yang digantung itu.
"Kau wanita gila! licik! ku akui kau hebat bisa menemukan bukti, tapi lihat saja besok keberuntungan akan memihakku, Raja Zha Wey pasti akan meringankan hukumanku karena dia sangat mencintaiku," lontar Yux Si melempar senyum sinis.
Fung Li mengangguk santai dengan senyuman. "Cinta? oh kita lihat saja besok, tapi sebelum itu sekarang kau berurusan denganku," bisiknya.
Wajah santai Fung Li tiba-tiba berubah begitu dingin, hawa sekitar jadi ikut dingin. Bola matanya menyala merah membuat Yux Si yang melihat itu kaget.
"Siapa kau? kau pasti bukan Fung Si!" Yux Si berusaha melepaskan tali yang melingkar kuat di pergelangan tangannya.
Fung Li sungguh tidak bisa menahan lagi, rasa dendam yang ditahannya. Dia tiba-tiba menarik rambut kepala Yux Si dan mencekramnya dengan menggertakan gigi sampai terdenger suara gesekan.
__ADS_1
"Kau ingat saat-saat kau berlaku seenaknya pada Fung Si? memaksa dia mencuci pakaian, menyiksanya dalam kamar mandi? memasukan kepalanya dengan paksa dalam bak mandi dan dia kesulitan bernapas."
"Bahkan kau dengan teganya menyayat wajah cantiknya ini agar dirimu lebih baik? kau mencabuknya dengan penuh tawa dan lebih parahnya kau membuangnya di jurang hutan kematian ini!" teriak Fung Li membuat Yux Si kaget setengah mati mendengar ucapan itu.
"Dimana hati nuranimu hah!!" teriak Fung Li lagi memekik telinga Yux Si.
"Apa yang kau katakan?" Yux Si keheranan mendengar ucapan Fung Li.
"Biar aku beritahu, aku bukanlah adik tirimu lagi Fung Si, dia sudah meninggalkan kehidupan dan aku adalah Fung Li, aku masuk dalam tubuhnya untuk membalaskan dendam atas kematiannya," ungkap Fung Li dengan sorot mata begitu tajam.
"Apaa?! itu tidak mungkin? kau adik gila!" balas Yux Si seakan tidak percaya.
Fung Li sudah tak ingin mengatakan apapun lagi. Dia memegang kedua pipi Yux Si dengan wajah penuh benci mengingat memori ingatan pemilik tubuh yang terus berputar di benaknya.
Tidak menyangka, Fung Li menggores kulit wajah Yux Si yang begitu mulus dengan pisau di sebelah tangannya.
Yux Si kaget dengan mata melotot. Dia langsung memalingkan wajahnya dengan menggeleng-gelengkan kepala dengan wajah kesakitan.
Darah kental keluar dari pipi mulus Yux Si yang Fung Li lukai, sama seperti hal di mana pemilik tubuh juga dilakukan seperti itu.
"Wanita keji! lepaskan!" teriak Yux Si berusaha memberontak.
Semakin Yux Si bergerak menghindari pisau, Fung Li semakin menarik rambutnya dengan kasar sampai wanita meringis dan tidak tidak bisa bergerak.
Fung Li menyayat sekitar wajah Yux Si sampai terlihat begitu mengerikan.
"Bagaimana lagi penyiksaan yang kau lakukan pada Fung Si?" tanya Fung Li dengan wajah dinginnya.
"Akhhh! wajah cantikku!" teriak Yux Si tampak kesakitan dengan wajahnya yang disayat Fung Li keluar darah terlihat begitu mengerikan.
Fung Li menyunggingkan senyum sinis pada Yux Si. "Aku bisa menjadi jahat sesuai bagaimana sikapmu padaku," bisiknya pada Yux Si membuat wanita itu agak takut karena mengetahui bahwa dirinya bukam Fung Si yang sebenarnya.
Tidak ingin banyak bicara lagi, Fung Li berdiri kembali. Dia mengeluarkan cambuk dan mencambuk Yux Si tanpa ampun seperti apa yang wanita itu lakukan pada Fung Si juga.
Teriakan bersamaan suara cambukan terdengar mengerikan di hutan kematian itu, tidak ada yang bisa mendengar ataupun membantu Yux Si. Maupun binatang sprit dan kekuatan yang dimilikinya tidak bisa karena Fung Li menutup segel mereka, Fung Li tentu tahu caranya bagaimana.
Fung Li membuat Yux Si merasakan bagaimana yang dirasakan Fung Si. Bagaimana begitu tersiksanya gadis lugu itu bahkan sering mendapat hinaan karena wajahnya buruk rupa. Sekarang Yux Si lah yang merasakannya, merasakan perlakuan dirinya sendiri pada orang dengan seenaknya.
Dunia ini memang kejam, kejahatan dibalas dengan kejahatan.
Setelah mencambuk habis Yux Si sampai wanita itu sudah tak sadarkan diri lagi. Fung Li melepaskan ikatannya kemudian menyeret tubuhnya mendekati jurang yang tidak jauh dari situ.
Fung Li membuang tubuh Yux Si ke lubang jurang seperti yang di lakukannya pada Fung Si.
Tubuh Yux Si menggelinding dan menghantup pohon.
Fung Li memandangnya wajah begitu dingin. "Aku sengaja tidak membunuhmu terlebih dahulu, aku ingin kau merasakan bagaimana jika berada di posisi Fung Si. Biarkan besok hukum yang bertindak padamu," lontarnya.
Setelah mengatakan itu, Fung Li pun bergegas pergi dari hutan kematian itu. Memang di hutan itu banyak binatang sprit liar tapi tidak satupun yang berani menganggu Fung Li entah karena apa.
__ADS_1
...Bersambung ......