
"Uhukkk ... uhukk." Fung Li jadi batuk tiba-tiba teringat akan tadi malam.
Silli langsung menyuguhkan cangkir berisi teh pada Fung Li dan diminum habis dalam sekali tegukan.
"Takk." Cangkir itu diletakan kembali di atas meja.
Silli menuangkan kembali teh dari teko ke dalam cangkit yang diletakan itu. Sedangkan dua hewan sprit dan satu burung yang berada di atas kursi dudukan asik memandang Fung Li dengan wajah heran.
"Tidak masalah dia memiliki selir atau tidak, itu bukan urusanku, lagipula hubungan kami ini berstatus palsu." Fung Li mengambil sapu tangan dan mengelap kulit bibirnya.
"Tapi ketua, selir itu pasti akan merepotkan seorang permaisuri karena mereka merasa tidak ingin tersaingi oleh Anda, pasti terkadang seorang selir itu mencoba mencari-cari kesalahan dan keburukan anda di hadapan Kaisar Xiao Zhan," lontar Tutu sambil menggaruk-garuk bulu sayapnya.
"Dan paling parah, mereka pasti ingin merebut jabatan Anda," sambung Silli dengan memicingkan mata.
Fung Li tersenyum tipis. "Zepertinya itu seru," lontarnya yang membuat semua pun heran.
***
Paviliun Hu, kediaman baru yang berada di hadapan paviliun milik Fung Li. Tempat penghuni istana baru yang berdiam di situ.
Keadaan tampak ramai di paviliun itu akan para pelayan dan prajurit berbaris rapi yang akan bertugas di situ. Tempatnya tidak sebesar dan seluas paviliun milik Fung Li.
Di hadapan para pelayan dan prajurit yang berbaris tengah lapangan, ada empat orang yang berdiri.
"Mengerti Yang Mulia Kaisar." Para pelayan dan prajurit membungkukan tubuhnya secara bersamaan.
"Baik, lakukanlah seperti biasa," titah Xiao Zhan. Menatap seluruh orang yang berada di hadapannya lalu berjalan ingin pergi.
__ADS_1
"Tunggu Yang Mulia," panggil salah satu wanita cantik yang berdiri di belakang Xiao Zhan.
Xiao Zhan membalikan tubuhnya dan melirik wanita itu.
"Yang Mulia, jangan lupa malam ini ke kamarku saja bermalam denganku," ucap wanita itu dengan senyuman lebar dan mata yang di kedip-kedipkan.
Xiao Zhan tersenyum. "Kalian berdua Selir Wei Wei dan Selir Yuwer silakan lihat tempat tinggal kalian dan jangan lupa baca buku kewajiban yang dilakukan selir sehari-harinya, aku sangat sibuk," balasnya. Kemudian langsung pergi.
"Sampai jumpa Selir Wei Wei dan Yuwer," ucap Panglima Liu Te berjalan melewati dua wanita yang tersenyum-senyum bahagia itu.
"Panglima Liu Te," ucap kedua selir menundukan kepalanya secara bersamaan.
Setelah kepergian dua pria itu, Selir Wei wei dan Yuwer yang sudah menjadi anggota kerajaan itu menjerit-jerit bahagia.
Mereka berloncat-loncat di tengah lapangan itu sambil berputar-putar dengan senyuman lebar menghiraukan para pelayan dan prajurit yang belum bubar menganga melihatnya.
"Selama aku ada di sini aku pasti akan mendapatkan hati Yang Mulia Kaisar atau Dewa Xiao Zhan, hahaha," teriak satunya lagi yaitu Selir Yuwer.
Dua wanita itu merasa begitu senang akan dirinya yang dipilih menjadi selir oleh Kaisar Xiao Zhan secara langsung tanpa diberitahu alasannya terpilih.
***
Kabar Kaisar Xiao Zhan yang memiliki dua orang selir di haremmnya seakan menjadi berita besar di kalangan seluruh rakyat. Tentu saja karena seorang pemimpin apapun yang jadi pilihan Kaisar Xiao Zhan jadi pembicaraan masyarakat.
Para rakyat sangat terkejut dengan pembawaan berita di pagi hari itu dengan tiba-tiba. Mereka sungguh tidak menyangka akan hal itu. Ada yang bahagia akan itu. Namun ada juga yang merasa heran akan keputusan Kaisar Xiao Zhan.
***
__ADS_1
Paviliun Yui
Kamar utama milik Fung Li yang begitu luas dan indah. Dinding cat putih, dihiasi banyak hiasan yang mengantung, lantai yang ditikari lembut dan sekitar lima ruang pribadi dalam kamar itu.
Ruang untuk mandi, ruang untuk menyimpan pakaian maupun menggantinya, ruang tidur, ruang untuk bersantai yang berada ditengah-tengah halaman kamar dan terakhir satu ruang rahasia.
Di ruang rahasia yang dalamnya tersusun lima buah lemari kosong, satu buah meja yang berada dekat jendela kecil serta tiga kursi yang berada di sekitarnya.
Pintu di ruang rahasia itu terbuka menampakan Fung Li, Silli beserta tiga hewan sprit.
Mereka melangkah masuk dalam ruang itu sambil tengok kanan dan kiri melihat sekitar.
"Ketua, tempat ini cocok untuk menyimpan hal yang rahasia," ucap Tutu. Kemudian terbang menuju jendela lalu berdiri di situ.
Fung Li memilih duduk di kursi yang berada di hadapan meja dekat jendela dan memejamkan mata.
Whusss, tiba-tiba semua yang dalam ruang itu menghilang.
Ruang dimensi, dalam ruangan yang di kelilingi botol-botol dari yang kecil dan besar tersusun di lemari rak. Fung Li dan besertanya muncul dengan berdiri di tengah-tengah ruangan itu.
Tutu seketika berubah menjadi sedikit besar beserta kucing dan rubah yang ekornya tadinya hanya satu berubah sembilan ketika berada di ruang dimensi, sedangkan Fung Li dan Silli tubuh mereka agak sedikit mengeluarkan cahaya putih.
"Mengapa keruang dimensi?" tanya Silli menaikan kedua alisnya melihat sekeliling.
Fung Li berjalan menuju depan sebuah lemari lalu membukanya. Dia mengambil sebuah peti emas dari dalam situ lalu menutup pintu kembali.
Silli, Tutu, Kucing Putih dan rubah memandang Fung Li jadi tahu apa yang ingin dilakukan wanita itu memegang sebuah peti.
__ADS_1
...Bersambung ......