
Pagi indah menyapa, langit yang biru cerah, dilengkapi awan-awan putih dan burung-burung kecil maupun besar terbang kesana kemari di udara.
Di Kekaisaran Li
Tengah pusat jalan di kota bagian tengah kekaisaran itu yang di penuhi rakyat mengumpul bersesakan terlihat dari atas seperti sekumpulan semut banyak.
Jalan yang besar, lebar dan panjang itu orang-orang rela bersesakan sepanjang jalan.
Di tengah-tengah jalan besar itu tampak perkumpulan kuda putih yang ditunggangi oleh pria paruh baya dengan pakaian jubah dan ditutupi baju besi yang tampak mengkilat karena di bawah sinar matahari.
Beberapa orang yang menunggangi kuda mengarahkan busur panahnya yang memiliki tiga jalur anak panah. di batang anak panah itu melekat kertas berwarna emas yang digulung dan melekat banyak di setiap lingkaran batang anak panah yang siap dilesatkan.
"Pengumuman, kabar baik dan penting dari Kekaisaran Langit bahwa Kaisar Xiao Zhan atau Dewa dari segala ahli akan menikah malam ni dengan Putri Fung Si. Siapa yang mendapat undangan pada anak panah yang akan dilesatkan ini sangat beruntung bisa berkunjung ke-perayaan pernikahan besar!" teriak salah satu pria yang menungggi kuda berada di tengah Pria yang menarik anak panah lalu melesatkannya secara bersamaan jauh tinggi keatas.
Para rakyat kaget bercampur heboh mendengar kabar sekaligus melihat puluhan anak panah dilesatkan keatas langit secara bersamaan.
Anak panah yang dilesatkan keatas kini berbalik kembali lagi kebawah menuju kerumunan para masyarakat seperti banyaknya semut.
Mereka heboh mengangkat tangan keatas ingin berebut kertas emas yang melekat di setiap batang anak panah itu.
Keadaan begitu ricuh sepanjang jalan yang di penuhi oleh rakyat Kekaisaran Li itu.
Sedangkan di sisi lain, depan sebuah penginapan mewah dan besar tampak perkumpulan orang-orang ternama yang bersiap ingin melakukan perjalanan pulang.
Akan tetapi niat mereka dihalangi oleh kumpulan pemuda tampan yang berseragam sama memakai baju pendekar warna biru tua.
Para pemuda tampan itu berjalan menghadap kumpulan orang-orang ternama yang memasang wajah heran.
"Salam Raja Zha Wey, Jenderal Si Nian, Tuan Muda sekalian dan Permaisuri Yux Si," salam pemimpin kumpulan pemuda itu yang berdiri paling depan.
"Siapa kalian?" Jenderal Si Nian mengerutkan alisnya memandang kumpulan pemuda.
"Berani kalian tidak menjawab? cepat jawab!" geram Raja Zha Wey yang menggandeng tangan Yux Si.
"Tenang sayang." Yux Si melempar senyum pada Raja Zha Wey upaya menenangkan pria itu.
Pemuda yang memimpin perkumpulan melangkah lebih dekat kehadapan orang ternama itu.
"Yang Mulia Kaisar Xiao Zhan mengundang kalian semua keluarga Putri Fung Si ke-pernikahan nanti malam yang diadakan di Istana Kerajaan Langit, kehadiran kalian penting bagi Putri Fung Si,"bucap pemuda itu yang mengejutkan semua orang yang mendengarnya.
Pemuda itu mengeluarkan sebuah titah dari ikat pinggangnya. Dia menyodorkan titah itu pada Jenderal Si Nian yang memasang wajah kaget setengah mati.
"Ambillah undangan ini paman," pinta pemuda yang menyodorkan titah.
Bukannya mengambil Jenderal Si Nian malah pergi. Dia pergi dan masuk dalam kereta yang terparkir.
'Keluarga yang sangat sombong, mereka beruntung ketua mengundang seperti ini, apa tidak ada perhatian sama sekali dengan calon permaisuri kami?' batin ketua pemuda itu.
Tiba-tiba titah itu diambil oleh Tuan Fei Si yang memasang wajah senang terukir senyuman merekah. "Terimakasih, kami akan datang ke-pernikahan luar biasa adikku," ucapnya dengan ramah.
"Maaf atas ketidaknyamanan kalian," sambung Tuan Luw Si yang berdiri di samping Fei Si.
Para pemuda yang bertugas itu langsung memundurkan diri dan pergi melesat begitu saja dengan secapat kilat melompat keatas atap dan menghilang.
Tuan Fei Si membuka titah dan membaca isi titah dengan senyuman bahagia. Dia merasa senang akhirnya adik yang selalu menjadi temannya bermain semenjak kecil akan menikah. Tuan Luw Si atau kakak tertua dari Putri Fung Si ikut melihat isi titah.
Isi titah
Undangan Pernikahan besar Kaisar Xiao Zhan & Putri Fung Si. Seterusnya ~~~~
"Tidak kusangka adik sudah akan menikah dengan pria hebat, tinggi dan luar biasa kak, menurutku adik Fung Si sangat hebat," tutur Fei si. Senyuman tak lepas sambil menutup titah itu kembali.
"Jangan senang dulu, Fung Si tidak memiliki keahlian apapun bagaimana dia akan bertahan di tengah lingkungan berbahaya di situ dan menjadi istri pertama? palingan Kaisar Xiao Zhan akan memiliki banyak selir di haremnya apalagi dia pria serba ahli apapun dan sangat kaya. Pasti sangat tidak menyukai Fung Si yang tidak ada bakat apapun," jelas Tuan Luw Si yang membuat Fei Si terdiam.
"Sudahlah, jangan memikirkan itu, pernikahan ini sangat penting bagi adik kita. Kita harus datang dan memberi dukungan padanya," sambung Yux Si tersenyum.
'Lihat saja, ini kesempatanku untuk mempermalukanmu Fung Si di depan semua orang sekaligus Kaisar Xiao Zhan, kau tidak pantas dicintai siapapun apalagi Kaisar Xiao Zhan pria yang sangat luar biasa, tidak ada apa-apanya dibanding diriku lebih cocok jika bersama Kaisar Xiao Zhan' batin Yux Si.
"Gadis baik." Raja Zha Wey tersenyum menyapu atas rambut Yux Si.
Yux Si pun tersenyum manis menatap suaminya.
Sore hari, Kekaisaran Langit.
Di istana kekaisaran besar itu keadaan tampak ramai dimana pun, pada tiap jalan, tepi bangunan, halaman tembok luas, semua tempat yang berada di istana sangat besar dan luas itu begitu ramai seperti berada di pasar tradisional saja.
__ADS_1
Para pelayan, prajurit, kasim, pengawal dan beserta yang lainnya dari kalangan muda maupun tua berlalu lalang kesana-kemari membawa barang-barang berbagai macam setiap tugas mereka. Setiap mereka berjumpa saling melempar senyum merekah tampak bahagia karena Sang Kaisar akan memiliki Permaisuri.
(**Memang di zaman ini kalau misalkan istri pertama itu sudah dianggap permaisuri, sedangkan setelah itu adalah selir, authornya yg imut nongol nih😂**).
Pernikahan akan diadakan di aula yang berada dipertengahan istana besar itu. Keadaan di dalam aula juga sangat ramai akan para pelayan dan prajurit yang sibuknya bertugas ini dan itu mempersiapkan acara.
Sedangkan para Jenderal yang mengatur sana-sini, semua hampir selesai.
Di sebuah kamar yang bagus. Tampak para wanita paruh baya yang berpakaian bagus mengumpul di luar kamar itu.
Mereka berbisik-bisik sambil menunggu sang wanita yang akan bersiap menikah sedang di rias dalam kamar.
"Kudengar calon permaisuri tidak memiliki kemampuan berkultivasi, apakah pantas menjadi istri Sang Kaisar tampan kita? bagaimana dengan calon penerus nanti?"
"Ssst, jangan terlalu berisik nanti terdengar oleh Permaisuri Xiao Yu."
"Aku penasaran ingin melihat wajah calon permaisuri, menurut rumor wajahnya buruk rupa, banyak sayatan luka dan nanah mengerikan!"
"Tidak bisa kalian berhenti menggosip hal yang tidak-tidak seperti itu, suka sekali bicara hal buruk."
"Ssst, diamlah semua."
Bisik-bisik para wanita paruh baya yang berdiri di luar kamar. Sedangkan dalam kamar hanya sunyi terdengar suara gerakan tangan mengotak-atik barang riasan.
Fung Li menatap dirinya dalam cermin yang memakai hanfu merah setubuhan dengan motif sulaman emas keriting yang melengkung kebawah di bagian depan dada.
Sulaman juga di bagian pinggang sampai bawah tampak begitu elegan senada dengan kulit putih mulusnya.
Fung Li duduk di kursi begitu tegak karena menyeimbangkan mahkota emas mengkilat dilengkapi permata bunga-bunga cantik yang menancap indahnya.
Hiasan kepalanya tampak sangat elegan dan elok karena pancaran warna emas. Rambut panjangnya tersanggul dieratkan dengan tusuk konde yang sangat memanjakan mata.
Para pelayan yang mengurus hiasan kepala, baju, sepatu, dan sebagainya membereskan dengan cepat kembali barang-barang perlengkapan dandan.
Fung Li sedikit menundukan kepala, mengikat tali depan jubah yang dipakainya, karena tubuhnya yang berisi dan seksi jadi tidak memakai berlapis-lapis dalaman seperti pengantin biasanya. Dia hanya memakai dua lapis pakaian, pakaian dalam dan luar lalu jubah.
"Silli, bantu aku berdiri dan memperbaiki ikatan jubah merah ini," pinta Fung Li kepada Silli yang terdiam di tengah berdirinya para pelayan. Silli merasa tidak enak jika terlalu dekat dengan Fung Li terlihat oleh pelayan lain.
Silli tersentak, dia pun dengan berani tidak berani mendekat pada Fung Li. Sedangkan Para pelayan jadi memasang wajah heran.
\*\*\*
__ADS_1
Di kamar lain yang tidak kalah bagus dan mewahnya.
Para pria dengan penampilan sangat tampan di luar batas sedang mengumpul. Mereka berdiri menggelilingi sosok pria yang memakai jubah merah begitu mempesona sambil memandangnya dengan seksama.
"Ck, aku ragu jika para gadis lajang tidak pingsan melihatmu kak," ucap pria tampan yang lebih muda dan bertubuh lebih pendek dari pria yang memakai jubah merah.
"Hahaha, Xiao Fei-Xiao Fei. Kau tahu kakakmu ini memang sangat tampan." Kaisar Xiao Zhan memperbaiki kerah jubah di bagian leher dengan senyuman.
"Benar, Kak Zhan sangat tampan, tapi aku penasaran bagaimana bisa Putri Fung Si yang berhasil menarik monyet nakal ini setuju menikah bukan Xiao Rei?" sambung Pangeran Xiao Jei.
Xiao Jei memundurkan diri dan duduk di tepi ranjang dengan memicingkan mata.
"Apa kau bilang monyet nakal? itu cocok dengan Xiao Fei, suka bermain-main gadis setiap hari," ketus Kaisar Xiao Zhan tampak kesal.
"Kali ini aku setuju dengan ucapan Kak Zhan," bela Pangeran Xiao Rei. Dia ikut duduk di tepi ranjang samping Pangeran Xiao Jei.
Pangeran Xiao Fei tersenyum manis, dia menyentuh bibir seksi lalu mengedipkan sebelah matanya bergaya menggoda.
"Siapa gadis yang tidak gila jika melihatku, semua gadis cantik di luar sana sekejap akan terpesona olehku, karena sering bertemu dengan gadis cantik aku bisa menilai gadis muda yang paling cantik nomor satu di kekaisaran ini, kalian tahu tidak siapa?" lontarnya penuh percaya diri.
"Siapa?"tanya Kaisar Xiao zhan ikut penasaran dengan penilaian adiknya itu.
"Eh aku belum pernah melihat secara langsung calon kakak ipar, apa dia sangat cantik kudengar wajahnya buruk rupa apa itu benar?" Pangeran Xiao Fei menaik turunkan sebelah alisnya sambil melirik Kaisar Xiao Zhan lalu dua Pangeran yang duduk di tepi ranjang.
"Aku pernah melihatnya, namun tidak lama dan tidak kelihatan jelas, kecuali kakak," jawab Pangeran Xiao Rei membuka suara dengan wajah dinginnya.
"Hah benarkah? apa dia cantik? Kak Zhan apa dia cantik?" tanya Pangeran Xiao Fei yang tersenyum girang melirik kakak tertuanya.
Kaisar Xiao Zhan hanya terdiam tidak mengeluarkan sepatah kata apapun niat menjawab pertanyaan adiknya.
"Hei, siapa menurutmu gadis yang paling cantik di kekaisaran ini? kau-kan ahli menilai kecantikan," tanya Pangeran Xiao Jei mengalihkan pembicaraan.
Pangeran Xiao Fei seketika tersenyum lebar. "Gadis yang paling cantik itu adalah ...," ucapnya sengaja di potong.
Pangeran Xiao Rei dan Xiao Jei termasuk Kaisar Xiao Zhan memasang wajah penasaran menunggu jawaban Fei.
"Paling cantik adalah ... mantan tunangan Kak Zhan." Xiao Fei tersenyum lebar menjawab pertanyaan mereka semua.
Tiga pria yang memasang raut wajah penasaran seketika berubah jadi masam dengan menggeleng-gelengkan kepala.
"Hah? paling cantik apanya?, manja dan kekanakan seperti itu," ketus Pangeran Xiao Rei.
__ADS_1
*Bercmbung😙* ...