Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Sebulan kemudian


__ADS_3

Asiknya mengibaskan dan kembali memandang jepit rambut kupu-kupu dan tiba-tiba terasa sentuhan tangan seseorang menutup mulutnya. Kemudian sebelah tangan Fung Li satunya langsung ditarik dan Fung Li dibawa pergi seseorang menjauh dari situ.


***


Xiao Zhan tiba-tiba keluar dari dalam tenda kemah dengan wajah serius langsung mengikuti bayangan hitam akan Fung Li yang dibawa seseorang.


Dekat sebuah sungai, Fung Li langsung mendorong tubuh orang yang membawanya dengan wajah tidak suka.


"Kau!" bentak Fung Li yang menunjuk ke arah sosok pria di hadapannya.


Sosok pria itu tiada lain adalah Raja Zha Wey, dia mendekati ke hadapan Fung Li dan langsung memeluk tubuh Fung Li dengan sangat erat.


Dari jauh Kaisar Xiao Zhan terkejut, dia membalikan tubuh dan bersembunyi dari balik pohon sambil menguping.


'Ada apa sebenarnya kunyuk itu terus menemui permaisuriku?' batin Xiao Zhan.


Raut wajah Xiao Zhan bertambah serius mendengar ucapan Raja Zha Wey.


"Aku telah salah mengira bahwa Yux Si lah yang menolongku semasa kecil saat terjebak dalam danau, dan ternyata melainkan itu adalah kau. Topeng yang kulihat tadi ...," lirih Zha Wey terpotong.


Zha Wey menjauhkan tubuhnya dan meraih sebelah tangan Fung Li dengan langsung membuka gengaman tangan gadis itu. Kedua matanya menangkap sebuah jepit rambut kupu-kupu yang tadinya dia banting, tapi sudah baik seperti semula.


"Jepit rambut ini, kau adalah gadis kecil itukan? benarkan?" Zha Wey dengan mata berkaca-kaca menatap dalam manik mata Fung Li. Seakan teringat kenangan masa kecilnya itu.


Zha Wey langsung ingin memeluk tubuh Fung Li, bersamaan itu Kaisar Xiao Zhan yang menguping dari belakang pohon segera pergi dengan wajah tampak menahan marah.


Tiba-tiba, pakkkk! Suara tamparan terdengar. Berasal dari Fung Li yang menampar pipi pria yang tak tahu malu memeluk tubuhnya.


"Pria gila!" teriak Fung Li. Dia merasa begitu marah langsung mendorong bidang dada Zha Wey dan menjauhkan diri.


Zha Wey memegang sebelah pipinya yang memerah.


Fung Li menunjuk langsung wajah Raja Zha Wey dengan sorot mata sangat tajam. "Apa urusanmu menyeretku ke sini? jepit rambut apa yang kau maksud? ini saja tadi rusak karena mu. Sialan!"


"Apa kau ingat waktu masa kecil?" tanya Zha Wey dengan suara lembut.


Fung Li terdiam sejenak, keheningan pun terasa. Dia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya sembari menurunkan tangan yang tadinya menunjuk pada wajah pria itu.

__ADS_1


"Aku tidak ada urusan denganmu, pergilah. Dasar pria mesum tidak tahu diri. Ku peringatkan padamu jangan coba berani melakukan hal seperti tadi. Mati saja." Fung Li bergegas pergi dari situ karena merasa muak bertemu dengan pria yang dulunya mantan tunangan pemilik tubuh yang dia tempati.


Zha Wey menepis semua cemoohan Fung Li terhadap dirinya dan seakan tidak peduli. Bagaimanapun dia yakin bahwa gadis kecil di masa lalu yang telah menolongnya itu ialah Fung Li.


***


Besok harinya


Di Kekaisaran Langit, kini kelompokan Kaisar Xiao Zhan dan Fung Li sudah kembali menginjak wilayah kekaisarannya sendiri.


Mereka tiba di depan gerbang kokoh yang menjulang tinggi dengan materialis emas mengkilat.


Kedua insan dalam kereta keluar secara bergantian.


Setelah keluar. "Hei kera, tu ...," panggil Fung Li terpotong. Dia keheranan melihat Xiao Zhan yang langsung berlalu pergi masuk ke istana lebih dulu diiringi beberapa prajurit tanpa meninggalkan sepatah kata apapun.


"Ada apa dengannya?" Fung Li hanya bisa memandang kepergian pria itu dengan wajah heran.


Asiknya memandang orang yang sudah luput dari pandangannya. Kini berganti dengan sosok gadis yang berlari menuju dirinya dan ada dua wanita juga mengikuti di belakang.


"Menantuku!"


Suara teriakan itu memekik di telinga Fung Li membuat gadis itu sontak menelan salivanya dengan susah payah melihat Silli, ibu mertua dan ibu suri yang berlari ke arahnya.


Saat sampai di hadapan Fung Li, Silli, ibu mertua dan ibu suri bersamaan memeluk tubuh Fung Li dengan melempar begitu banyak pertanyaan mengenai akan yang terjadi tentang tuduhan meracuni Selir Raja Zha Wey saat itu.


*


*


*


...Satu bulan kemudian...


Sinar matahari menerobos tirai jendela yang tertiup angin. Langit yang cerah dan tumbuh-tumbuhan hijau hidup dengan baik.


Awal musim panas, terasa di penjuru kekaisaran. Seperti biasa para rakyat sibuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga di bawah terik matahari yang terasa begitu panas.

__ADS_1


Di sebuah lapangan terbuka pelatihan memanah untuk para wanita di istana Kerajaan Langit, keadaan tampak ramai akan para wanita berkalangan bebas yang sedang berlatih memanah atas izin Kaisar Xiao Zhan. Namun, ada hal yang berbeda semenjak satu bulan lalu.


Tampak Kaisar Xiao Zhan sedang melatih Selir Wei Wei belajar memanah. Mereka dikelilingi para wanita yang seakan iri melihat Selir Wei Wei yang disikapi begitu romantis oleh Kaisar Xiao Zhan tidak seperti biasanya.


"Begini cara memanah yang baik," ucap Xiao Zhan pada Selir Wei Wei yang begitu dekat di hadapannya sambil memegang busur panah bersama.


Selir Wei Wei tersenyum memperlihatkan deretan giginya dengan mengangguk antusias mendengar lontaran Xiao Zhan.


Tidak sadar dari jauh, tiba-tiba datang Fung Li yang diikuti beberapa rombongan prajurit berserta tiga pangeran, yaitu Pangeran Xiao Rei, Xiao Jei dan Xiao Fei.


Langkah mereka pun menuju tengah lapangan jadi sorotan semua wanita di situ.


"Wah para pangeran."


"Mengapa yah Yang Mulia Kaisar Xiao Zhan seperti menjauhi Permaisuri Fung Si akhir-akhir ini lamanya?"


"Entahlah."


Bisik-bisik para wanita dari istri menteri, jenderal maupun seorang pelayan di situ.


Alih-alih menoleh, Kaisar Xiao Zhan seolah tidak peduli. Dia memilih sibuk mengajari Selir Wei Wei cara memanah handal.


Sesampainya Fung Li beserta pangeran mendekat pada Kaisar Xiao Zhan dan Selir Wei Wei.


"Kenapa kau seakan menghindariku satu bulan ini?" tanya Fung Li pada Xiao Zhan yang langsung membuat semua orang terdiam dan keadaan jadi hening.


Perlahan Kaisar Xiao Zhan menjauhkan tubuhnya dari Selir Wei Wei. Kemudian mendekat ke hadapan Fung Li hingga sangat dekat membuat semua orang merasa heran akan raut wajah datar pria itu.


Tiba-tiba Xiao Zhan menarik belakang leher Fung Li sembari memiringkan kepala dan mendekatkan bibirnya pada bibir Fung Li. Tanpa basa-basi Xiao Zhan mencium bibir Fung Li di hadapan semua orang begitu tidak terduganya.


Cupp ...


Fung Li melotokan matanya sampai bola matanya ingin keluar saja mendapat respon dari Xiao Zhan. Apalagi merasa sentuhan lembut menyentuh kulit bibirnya.


Semua orang di tengah lapangan menganga dengan wajah bodoh secara bersamaan melihat adegan romantis yang seakan membuat mereka seperti mendapat serangan jantung secara mendadak.


...Bersambung ......

__ADS_1


ada yg kangen sama author gk sih😙


__ADS_2