Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Hilangnya pelaku


__ADS_3

Di Kediaman Jenderal Si Nian. Keadaan begitu sunyi tidak ada orang yang berjalan sama sekali, tapi tidak dengan di paviliun keindahan.


Kaisar Xiao Zhan mengetuk berulang kali pintu kamar di paviliun, tempat dirinya dan Fung Li sementara diam.


"Fung Li, aku masuk." Xiao Zhan langsung saja ingin mendorong pintu karena merasa tidak ada sautan sama sekali.


Saat masuk, Xiao Zhan menangkap sosok orang yang berbaring di atas ranjang dengan seluruh tubuh ditutupi selimut.


Xiao Zhan pun menutup pintu kembali dan mendekati ranjang. Dia melepaskan sepatu sandalnya dan naik ke atas, lalu ikut berbaring.


"Fung Li, aku tidak akan membiarkan jika ada yang berusaha mencemari nama permaisuriku." Xiao Zhan mengubah posisi tubuhnya menyamping dan memandang orang yang ditutupi selimut itu.


"Kau pasti sudah tidur, aku tidak menyangka kau bisa menemukan bukti secepat itu. Hebat," lontar Xiao Zhan dengan pelan tersenyum.


Tidak menyangka, orang di balik selimut sudah tegang sedari tadi, dibanjiri banyak keringat dingin karena merasa takut dan tidak aman.


Tiada lain adalah Silli, yang menggantikan Fung Li berbaring di situ agar tidak dicurigai ataupun diketahui pergi dari situ.


Silli hanya bisa mencoba tetap tenang mendengar setiap ucapan Kaisar Xiao Zhan yang membuatnya agak terkejut sambil memeluk erat guling karena merasa tegang.


'Tidak ku sangka, Kaisar Xiao Zhan banyak bicara jika bersama Kak Fung Li,' batin Silli.


***


Hari semakin malam, akhirnya Xiao Zhan tertidur. Tidurnya Xiao Zhan, Fung Li pun telah kembali dari hutan kematian.


Fung Li membangunkan Silli dengan menepuk pipi gadis yang juga jadinya tertidur itu.


Silli pun terbangun, dia segera beranjak dari atas ranjang dengan perasaan was was. Gadis itu segera pergi dalam kamar itu tidak ingin menganggu majikannya.


Fung Li melepaskan topeng yang terpasang menutupi setengah wajahnya dan menyimpannya dalam penyimpanan ruang dimensi. Mengapa dia memakai topeng itu karena agar tidak ada yang bisa mengetahui identitasnya.


Bergegas naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Xiao Zhan.


Fung Li menarik selimut menutupi setengah tubuhnya, lalu melihat ke samping menatap wajah pria yang larut dalam tidurnya itu.


Tiba-tiba sebelah tangan dan kaki Xiao Zhan berada di atas tubuh Fung Li membuat gadis itu menghembuskan napas dengan kasar.


Fung Li menjauhkan tangan Xiao Zhan di atas perutnya, tapi bukannya berhasil lepas. Xiao Zhan malah mendekat dan memeluk tubuhnya dengan erat menganggap tubuh Fung Li sebuah guling.


"oku tahu taedi etu boukan kau," gumam Xiao Zhan terdengar tidak jelas.


Fung Li hanya bisa pasrah akan tingkah ketidak jelasan pria itu jika tidur selalu saja bisa memeluk tubuhnya. Tubuh pria itu berat tidak mampu dia menjauhkannya, jadi seperti itu sudah.


***

__ADS_1


Besok paginya


Terdengar suara kerusuhan di semua tempat istana Kerajaan Wexi itu. Para prajurit maupun pelayan berlarian ke sana ke mari dengan wajah tampak panik.


Di tengah lapangan, para prajurit yang berjaga tadi malam berjongkok dan dicambuk oleh salah satu Jenderal.


"Tidak becus sekali!" geram Jenderal itu dengan wajah sangat marah.


Dari jauh datang Kaisar Wexi diiringi Raja Zha Wey, Putra Mahkota Xu Kang dan Pangeran Hang Kang diikuti juga banyak pengawal di belakang. Mereka berjalan sangat cepat karena mendengar laporan yang sungguh membuat mereka kaget setengah mati.


Jauh juga di belakang tampak Permaisuri Zhao Musi, Selir Kang Fei, Selir Xi Mian, Putri Sian dan Putri Xi Lusi berjalan cepat mendekati panggung tengah lapangan Yux Si ditahan.


"Apa yang terjadi? bagaimana bisa kalian lalai menjaga satu orang saja?!" bentak Kaisar Wexi saat sudah melihat ke atas panggung tempat Yux Si ditahan, wanita itu tidak ada sama sekali di tempat.


Semua kaget melihat tidak adanya wanita yang ditahan itu. Mereka keheranan akan hilangnya Yux Si di penahanan.


"Cepat arahkan semua prajurit cari ke seluruh tempat di Kekaisaran ini!" teriak Raja Zha Wey dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.


Pagi buta itu juga, semua orang berusaha mencari keberadaan Yux Si, wanita yang akan dihukum itu menghilang.


***


Sementara di kediaman Jenderal Si Nian, terjadi kerusuhan juga oleh para rakyat jelata yang melempar batu di depan gerbang kediaman itu.


"Celakalah keluarga Si! tidak pantas wanita penghianat seperti Yux Si berada di kekaisaran ini!"


Tiba-tiba suara keributan di depan gerbang itu seketika berhenti.


"Minggir semua! kami atas perintah dari kerajaan harus memeriksa di semua tempat keberadaan Permaisuri Yux Si telah menghilang!" teriak salah satu Jenderal yang memimpin paling depan.


Para rakyat seketika berminggiran dengan wajah kaget mendengar kabar itu.


Para prajurit langsung saja menerobos masuk dalam kediaman itu tanpa meminta izin mereka langsung memeriksa setiap tempat.


Keluarga Si mengumpul di tengah lapangan dengan wajah kaget menatap wajah sesama dan melihat keadaan sekitar begitu rusuh akan para prajurit yang datang memeriksa.


Para tuan muda semua panik, tidak dengan dua sosok orang yang malah asiknya berduduk di atas atap salah satu bangunan sambil membaca buku dengan tenangnya.


"Bagaimana?" tanya Fung Li tersenyum menatap wajah Xiao Zhan yang berada di sampingnya.


"Cukup bagus, ternyata kau bukanlah seperti yang dirumorkan," jawab Xiao Zhan juga tersenyum.


"Kita tonton saja, ini baru di mulai ayo pergi," ajak Fung Li begitu akrab. Dia melompat turun dari atas atap kemudian disusul Xiao Zhan.


Fung Li dan Xiao Zhan pun berjalan dengan santainya terlihat semakin akrab saja mereka.

__ADS_1


***


Di tengah lapangan kediaman Jenderal Si Nian itu, semakin terjadi keributan. Karena pintu yang terbuka rakyat jelata menyelonong masuk sembari berteriak.


"Kami minta keadilan untuk mendiang Selir Qian Yu!"


"Keluarga Si yang buruk!"


"Permaisuri Yux Si keluarlah, kalian keluarga pasti menyembunyikannya!"


"Ayo bantu prajurit mencari wanita penjahat itu!"


Keadaan semakin kacau, para tuan muda meminta agar semua tetap tenang.


"Kami sama sekali tidak menyembunyikan Yux Si, kami saja baru mengetahui kabar ini!" teriak Tuan Muda Luw Si melindungi ayahnya di tengah-tengah.


"Iya kalian percayalah!" balas Tuan Muda Jun Si. Dia mengibaskan tangannya meminta agar semua orang pergi. Namun para prajurit dan rakyat seakan tak mendengar itu.


"Bubar dan pergi semuanya." Suara lantang itu seolah menghentikan orang-orang.


Tampak Xiao Zhan dan Fung Li yang berjalan mendekati tengah lapangan.


"Kubilang bubar!" teriak Xiao Zhan dengan wajah dingin dan sorot mata tajam membuat semua orang seketika merasa takut.


Semua orang pun tidak berani menyaut ataupun melawan. Mereka segera pergi dari situ.


Setelah kepergiaan mereka, sontak para tuan muda menghadap Kaisar Xiao Zhan lalu menyatukan kedua tangan memberi hormat.


"Terima kasih Yang Mulia," ucap Tuan muda serentak.


Xiao Zhan melirik ke arah Fung Li. "Berterima kasihlah pada istriku, adik kalian juga, selama ini apa yang kalian lakukan padanya?" tanyanya yang seolah membuat


Mendengar ucapan Xiao Zhan. Semua tuan muda tersentak dan merasa tersinggung.


"Ma ma maafkan kami adik." Tuan Luw Si kakak yang tertua langsung mendekati Fung Li lalu memeluk tubuh Fung Li dengan wajah bersedih.


"Adik Fung maafkan Kak Jun Si." Suara lembut itu berasal dari Tuan Jun Si berhambur ikut memeluk Fung Li.


Empat tuan muda saudara pemilik tubuh yang di tempati Fung Li, memeluk Fung Li dengan erat.


"Cukup!" Fung Li tiba-tiba mendorong semua kakak tiri Fung Si.


Tuan Luw Si, Tuan Jun Si, Tuan Yang Si dan Tuan Fei Si kaget mendapat respon Fung Li.


"Apa kalian baru sadar sekarang hah?" tanya Fung Li.

__ADS_1


...Bersambung ......


__ADS_2