
Tiba-tiba Permaisuri Yux Si yang duduk bersama Raja Zha Wey berdiri mengundang perhatian seisi aula dan membuat orang-orang penasaran.
"Ini semua tidak benar, adikku Fung Si tidak bersalah dan tidak akan melakukan hal semacam itu. Segera hentikan saja sidang ini," lontar Yux Si dengan tampang muka menyedihkan membela buka-bukaan Fung Li di depan umum.
Fung Li jadi tersenyum tipis melihat drama yang sudah mulai dimainkan oleh Yux Si.
"Sayang, duduklah," pinta Raja Zha Wey yang menatap wajah Yux Si dengan lembut.
"Harap Permaisuri tidak menyela dulu," tegur Hakim Tian.
Yux Si terpaksa duduk kembali dan menundukan kepala dengan wajah sedih. Padahal sebaliknya, dia tersenyum licik dalam hati.
'Fung Si, namamu sudah tercemar buruk sekarang, lihat apa yang akan kau lakukan? mengandalkan Kaisar Xiao Zhan? bukti tuduhan yang ku rencanakan lebih kuat, kau itu begitu bodoh, hancurlah sudah,' batin Yux Si
Orang-orang di belakang berisik akan keberanian Yux Si, wanita itu berani menyela di depan umum demi membela si adik tirinya.
"Saya membuka suara Hakim Tian terhormat," lontar Panglima Liu Te yang menyamar jadi pengacara, tidak ada yang tahu identitas aslinya. Topeng setengah wajah masih setia dia gunakan.
Panglima Liu Te sejenak melirik Kaisar Xiao Zhan di singgasana dengan senyum tipis.
"Sekitar pagi saat kematian Selir Qian Yu, Permaisuri Fung Si sedang bersama Kaisar Xiao Zhan jalan-jalan di kota, sementara kejadian itu terjadi menjelang siang hari. Bagaimana bisa ini masuk akal jika Permaisuri Fung Si lah tersangkanya?" ucapan Panglima Liu Te membuat seisi aula berbisik-bisik.
"Hamba membuka suara," saut Tuan besar Hu membuka suara.
"Bisa saja Permaisuri Fung Si menggunakan kekuatan dalamnya bisa pergi secepat itu, barang sepatu sandal yang ditemukan ini menandakan jika Permaisuri tergesa-gesa saat ingin kabur sampai botol kecil yang ditemukan juga ikut jatuh tanpa ia sadari lagi. Bukti atas tuduhan ini lebih memungkinkan jika pelakunya Permaisuri Fung Si dan tidak ada pemilik sepatu itu selain permaisuri sendiri!" Tuan besar Hu mengangkat botol kecil bekas penyimpanan racun memperlihatkan pada semua orang.
Keadaan jadi ramai, orang-orang dalam persidangan jadi berbincang-bincang. Mereka sangat penasaran dan tertarik akan kasus itu.
Ada yang merasa bingung menimbang mana yang benar, ada yang mempertimbang jika pelakunya memanglah Permaisuri karena percaya pada bukti tuduhan atas sepatu sandal itu, dan ada pula yang mempercaya jika tidak mungkin Permaisuri Fung Si melakukannya, sedangkan pagi hari bersama Kaisar Xiao Zhan, mengenai nama kaisar itu tentu jangan ditanyakan lagi.
Kedua yang menjadi pengacara itu saling berdiri dan menatap sesama, hanya dibatasi meja persegi besar.
__ADS_1
"Maaf Tuan besar Hu, Anda mengatakan jika Permaisuri Fung Si bisa menggunakan kekuatan dalam untuk bisa mempersingkat perjalanannya, lalu apa Anda pernah mendengar rumor di masyarakat? bahwa Permaisuri belum memiliki kemampuan berkultivasi." Panglima Liu te keluar dari lingkaran kursinya sambil memandang orang-orang.
Keadaan bertambah ramai mendengar ucapan Panglima Liu Te yang memanglah benar.
Di singgasana, Kaisar Wexi dan Permaisuri Zhao Musi berbisik. "Menurutmu siapa pelaku sebenarnya?" tanya Kaisar Wexi pada permaisurinya.
Permaisuri Zhao Musi tersenyum melirik ke arah Fung Li yang hanya memasang wajah santai duduk di samping Xiao Zhan.
"Aku percaya pada anak dari sahabatku, Nak Fung Si itu tidak akan melakukan hal seperti itu. Jika dipikirkan baik-baik, atas tujuan apa juga dia melakukan hal itu? iri karena tidak menjadi istri di harem Zha Wey. Padahalkan Fung Si saja tidak ingin menikah dengan anakku," jawab Permaisuri Zhao Musi pada suaminya.
Kaisar Wexi hanya terdiam, baginya ini adalah persidangan yang sangat menarik. Bagaimana tidak hanya karena kematian misteri seorang selir bisa menyangkut nama dari permaisuri dari kekaisaan terbesar.
"Setiap omongan tidak selalunya benar, izinkan aku membuktikan pada semua yang berada di sini bahwa bukanlah aku pelakunya." Fung Li beranjak dari tempat duduknya mengejutkan semua orang.
Xiao Zhan tersentak di tempat duduknya akan pergerakan Fung Li. 'Aku tidak yakin jika dia punya bukti, tapi,' batinnya heran.
Fung Li menuruni anak tangga dari singgasana menuju lantai bawah. Melewati dudukan para pangeran, putri dan lainnya.
Tiba-tiba di arah pintu besar masuknya dalam aula, tampak gadis berjalan dengan langkah pelan seperti menahan sakit.
Gadis dengan pakaian pelayan, rambut yang kusut. Wajahnya nampak pucat pasih kekuningan. Sorot mata sedih bercampur rasa takut tersirat dari matanya, bibir pucat yang kering terlihat seperti mayat hidup yang sedang berjalan.
Semua orang jadi penasaran melihat gadis pelayan itu terlihat begitu memprihatinkan. Fung Li segera berlari mendekati gadis itu dan memapah membantunya berjalan.
Xiao Zhan menaikan sebelah alisnya melihat gadis yang dipapah Fung Li.
Sementara Yux Si tersentak di tempat duduknya mengamati gadis pelayan itu. Bibir dan tangannya bergetar membuat Raja Zha Wey yang berada di sebelahnya merasa cemas dan aneh.
"Kau baik-baik saja? jika kurang sehat kembali saja dan istirahatlah." Raja Zha Wey mengusap-usap belakang rambut Yux Si. Cemas akan wanita itu yang tampak berkeringat di sekitar wajahnya.
Yux Si langsung tersenyum paksa pada Zha Wey sembari menggelengkan kepalanya. 'Fung Si ini! bagaimana bisa dia menemukan pelayan itu? dan masih hidup? seharusnya dia sudah mati!,' batinnya merasa terancam.
__ADS_1
Fung Li dan gadis pelayan itu berhenti saat berada di hadapan meja sidang. Semua mata tertuju pada Fung Li dan gadis itu.
"Dia adalah pelayan setia mendiang Selir Qian Yu, benar tidak Kakak Yux Si atau Permaisuri Yux Si?" Fung Li dengan sengajanya melirik Yux Si yang tampak menyimpan rasa panik.
"Benar," jawab Yux Si tampak tertekan.
"Yah benar, Raja Zha Wey Anda pasti mengenal juga pelayan ini bukan? tapi mengapa Anda tidak menanyakan pada pelayan ini siapa terakhir kali yang bersama Selir Qian? pelayan ini adalah orang terdekat Selir Qian Yu, dia pasti tahu bagaimana keseharian junjungannya. Apakah tidak ada yang berpikir akan hal ini?" tanya Fung Li memandang semua orang di aula.
Hakim Tian menganggukan kepala mendengarkan ucapan Fung Li. "Apa kau benar pelayan Selir Qian Yu?" tanyanya pada gadis pelayan yang menundukan wajahnya.
Gadis pelayan itu mengangguk dan sejenak melirik ke arah Yux Si lalu menundukan kepala kembali.
"Bukankah kau pagi kemarin pergi pulang mengunjungi keluargamu di kampung kata Permaisuri Yux Si?" lontar Raja Zha Wey melirik Yux Si.
"Ti ... tidak Yang Mulia Raja, saya tidak pulang kampung karena sudah tidak punya keluarga manapun lagi. Saya hanya selalu setia mengabdi pada selir, dan saya tidak menyangka dia telah tiada. Hiksss hiksss." Gadis pelayan bernama Chi Chi itu jadi meneteskan air mata membicarakan junjungan yang sangat ia sayangi.
Chi Chi berjalan pelan sambil menahan sakit menghadap bangku dudukan Raja Zha Wey. Dia langsung bersujud di lantai dengan isak tangis yang terdengar memilukan di telinga semua orang.
"Yang Mulia tolong berikan keadilan pada Selir! tuduhan terhadap Permaisuri Fung Si itu semua tidak benar, ada orang di balik semua ini. Saya jujur, jika saya tidak pernah pulang kampung, kemarin pagi itu saya telah diculik oleh seseorang dan dia mengurung saya dalam peti di belakang kediaman Anda sendiri," ungkap Chi Chi yang membuat seisi aula terkejut.
Sambil mengusap air mata yang tidak berhentinya mengalir, Chi Chi berdiri dan langsung menunjuk Yux Si yang duduk berada di sebelah Raja Zha Wey.
Tangan Chi Chi mengepal, sorot matanya penuh dendam ke arah Yux Si. Bibirnya terangkat bersamaan menarik napas dalam-dalam.
"Kaulah pelakunya Permaisuri Yux Si! setiap hari selama Selir telah menjadi istri di harem Yang Mulia Raja Zha Wey tidak ada satupun hari yang menenangkan bagi Selir! beliau hanya bisa mengeluh padaku betapa dia tidak bisa tidur tenang karena kau selalu mengancamnya!" teriak Chi Chi mengeluarkan segala yang sudah lama dipendamnya.
Cetarrr! petir seperti ada pada pagi hari itu, mendengar pengakuan sang pelayan setia mendiang Selir Qian Yu itu. Semua melototkan matanya dengan wajahn nampak syok.
...Bersambung ......
Hayuu, siapa yg gk sabar lanjutannya😂.
__ADS_1