Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Ruang dimensi Xiao Zhan


__ADS_3

Fung Li dan Xiao Zhan muncul dalam sebuah kamar sangat bagus dan rapi dengan dinding bercat putih dan perabotan kokoh yang mengkilat. Barang-barang di dalamnya terbuat dari bahan yang hanya ada satu dimiliki.


Berada dalam kamar itu saja, rasanya sangat sejuk, tenang dan damai karena memang suasananya mengenakan.


"Dimana kita?" tanya Fung Li yang masih memeluk tubuh Xiao Zhan menopang tubuh pria itu agar tidak jatuh.


"Di ... ruang dimensi," jawab Xiao zhan terdengar lemah dengan mata yang sayu.


Fung Li seketika kaget, dia menatap sekeliling melihat seisi kamar itu.


"Bantu aku duduk di ranjang itu," pinta Xiao Zhan pada Fung Li.


Dengan lapang dada tanpa protes, Fung Li pun membantu Xiao Zhan dengan memapah tubuh pria itu mendekati ranjang besar yang berada di sisi sudut kiri paling ujung.


Xiao Zhan tersenyum membuka sebelah matanya melihat dari dekat wajah Fung Li dan saat Fung Li ingin menatapnya ia kembali menutup matanya agar tidak tertangkap basah sedang menatap diam-diam wanita itu.


Sesalampainya di ranjang, tepatnya di bagian samping Fung Li membantu Xiao Zhan duduk diikuti dia yang juga duduk di tepi ranjang.


Fung Li melepaskan tangan kekar Xiao Zhan yang mengantung di bahunya dan saat terlepas dia terkejut dengan pergerakan Xiao Zhan yang tiba-tiba berbaring dan merebahkan kepala di pangkuannya.


"Kau ...," kaget Fung Lu terpotong. Dia menundukan kepala memandang wajah tampan pria dipangkuannya yang tampak memucat.


"Uhuukk ... uhukk," batuk Xiao Zhan. Dia menutup mulutnya dengan sebelah tangan.


Melihat pria di pangkuannya batuk, Fung Li sontak menyentuh wajahnya dan sedikit terkejut menyentuh kulit merasa suhu tubuh Xiao Zhan yang begitu panas seperti air mendidih saja.


"Kau baik-baik saja?"


Xiao Zhan hanya menganggukan kepala dengan mata yang sayu dan terlihat lemah. Bibirnya tampak sedikit memucat membuat Fung Li melihatnya merasa cemas.


"Bisakah ambilkan pil dalam lemari sana?" pinta Xiao Zhan dengan suara serak.


Fung Li seketika berhenti memeriksa suhu panas tubuh Xiao Zhan dengan memegang wajah pria itu. Dia langsung menganggukan kepala lalu menoleh ke samping menangkap bantal.


Fung Li berusaha mengambil bantal itu, kemudian mengangkat kepala Xiao Zhan lalu meletakan bantal itu di bawah kepala Xiao Zhan. Dia segera berdiri dan berjalan menuju lemari yang di maksud Xiao Zhan.


Xiao Zhan melirik ke mana perginya Fung Li, matanya mengekori wanita itu yang tampak cemas.


Tidak lama, Fung Li berhasil menemukan pil yang dimaksud Xiao Zhan. Dia bergegas mendekati pria itu. Namun sebelum itu dia mengambil segelas air putih yang ada di dapur dalam ruang dimensi.

__ADS_1


Xiao Zhan berusaha bangkit melihat Fung Li mendekatinya membawa segelas air.


"Uhuuuk ... uhukk," batuk Xiao Zhan menutup mulut dengan sebelah tangannya.


Fung Li segera duduk di tepi ranjang, dia menyuguhkan satu botol kecil di sebelah tangannya dan sebelahnya segelas air.


"Terima kasih." Xiao Zhan langsung mengambil botol dan gelas itu. Dia membuka botol lalu langsung mengarahkannya ke mulut dan menuangkan satu buah pil bulat kecil masuk dalam mulutnya.


Xiao Zhan kemudian meminum habis segelas air putih lalu menyodorkan sisa gelasnya kembali pada Fung Li yang sedari menatapnya.


"Kau baik-baik saja sekarang? sepertinya luka di tubuhmu tidaklah membaik, kau menggunakan lebih kekuatanmu?" tanya Fung Li dengan raut wajah cemas.


Xiao Zhan tersenyum menutup botol kembali. Kemudian dia melirik ke arah Fung Li.


"Kau cemas padaku?"


Fung Li tersentak seperti orang yang tertangkap basah. "Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanyanya malah bertanya kembali.


"Baik-baik saja, kau tidak usah cemas, luka ini hanya sebentar. Aku malah merasa kecewa sosok gadis bertopeng tadi yang membantu menyerang para klan vampir pergi, siapa dia?"


Xiao Zhan beranjak dari atas ranjang seperti sudah kembali semula. Dia duduk di sebelah Fung Li dengan senyuman.


Xiao Zhan menarik napas dalam mendengar lontaran gadis yang yang memasang wajah kembali datar itu.


"Baiklah." Xiao Zhan harus tak harus menuruti Fung Li yang ingin kembali. Padahal jauh dalam hatinya ingin mengajak gadis itu melihat tempat-tempat d ruang dimensi, tapi sepertinya bukan waktu yang tepat.


***


Di luar ruang dimensi. Tampak para keluarga Kerajaan Wexi dan Kerajaan lainnya sedang mengumpul di halaman depan aula.


Mereka semua tampak saling berbincang dan memandang para prajurit dan pelayan yang mondar-mandir yang sibuknya membersihkan bekas kerusuhan tadi.


"Siapa sebenarnya gadis bertopeng tadi?" tanya Pangeran Hang Kang pada pangeran lainnya yang mengumpul.


"Iya Pangeran Hang Kang, gadis bertopeng tadi sangat hebat bisa melawan kelompokan vampir dalam waktu singkat itu. Pasti identitas gadis ini tidaklah biasa," saut Tuan Muda Luw Si dengan wajah penasaran.


Para pemuda terhormat itu bercakap-cakap tentang apa yang terjadi tadi. Mulai dari datangannya Klan Vampir secara tiba-tiba dalam pertunangan dan sosok gadis bertopeng misterius yang membuat mereka tak berhenti penasaran.


Asiknya berbincang, datang Raja Zha Wey dan Permaisuri Yux Si mendekati perkumpulan akan para tamu yang belum berpulangan.

__ADS_1


Kedatangan Raja Zha Wey membuat semua orang menundukan kepala memberi salam hormat lalu bergantian.


Raja Zha Wey berdiri di hadapan semua tamu dengan menyatukan kedua tangannya ke depan.


"Atas segala kekacauan yang terjadi di istana ini. Kami mohon para tamu segera kembali pulang agar tidak terjadi bahaya dan pasukan ayahku akan mengantarkan kalian setiap orang," ucap Raja Zha Wey pada para tamu.


Pangeran Hang Kang dan Putra Mahkota Xu Kang ikut menyatukan tangan dan meminta maaf atas segala masalah yang terjadi mengacaukan perayaan.


Para tamu-tamu terhormat dari kerajaan lain pun bergegas pergi saat itu takut para vampir bisa menyerang jadi mereka kembali secepatnya ke kerajaan masing-masing.


Setelah kepergian mereka, kini hanya tinggal beberapa anggota kerajaan saja yaitu Raja Zha Wey, Permaisuri Yux Si, Putra Mahkota Xu Kang, Pangeran Hang Kang dan Putri Sin Yu tunangan putra mahkota itu.


Mereka berlima saling berhadapan dan menatap muka sesama.


Raja Zha Wey melirik Putra Mahkota Xu Kang. "Adik, pergilah temui Ayah sana. Beliau pasti sangat cemas," pintanya pada adiknya itu.


Putra Mahkota mengangguk dengan senyuman tipis. Dia melirik ke samping menatap Putri Sin Yu yang adalah tunangannya.


"Kau pergilah kekediaman Xu dan istirahatlah, kamarmu sudah di siapkan dan juga pelayan." Putra Mahkota Xu Kang menyentuh sebelah pipi Putri Sin Yu dengan senyuman hangat.


"Terima kasih atas kebaikan ," jawab Sin Yu tersenyum dengan pipi merona malu akan perlakuan calon suaminya itu.


"Ehemm," dehem seseorang yang berjalan mendekat. Tiada lain ialah Putri Sian yang di ikuti Pangeran Huang Li di belakang.


Sontak semua mata melirik asal suara, saat melihat Pangeran Huang Li semuanya agak terkejut dengan raut wajah yang terpasang di pria itu.


"Adik Sian, kau datang dari mana?" tanya Pangeran Hang Kang.


"Ada apa dengan Pangeran Huang Li?" tanya Hang Kang lagi. Kini melangkah ke depan Pangeran Huang Li yang sedari menundukan kepala.


Semua pun ikut heran. Namun terdengar suara seseorang dan langkah kaki cepat. Orang itu menghadap perkumpulan dengan jubah kehormatannya.


"Salam pada raja, pangeran, dan putri. Maaf menyela saya datang untuk memberitahu pada kalian jika Yang Mulia Kaisar Xiao Zhan dan Permaisuri Fung Si sudah kembali pulang. Maaf tanpa berpamitan terlebih dahulu karena masalah mendesak." Dia adalah Panglima Liu Te.


Pangeran Huang Li yang nampak melamun seketika langsung mendekat ke hadapan Panglima Liu te.


"Apa Permaisuri Fung Si baik-baik saja?" tanya Pangeran Huang Li pada Liu Te.


Panglima Liu Te dan lainnya sedikit terkejut mendengar lontaran Pangeran Huang Li seperti sangat mengkhawatirkan Fung Li yang sudah berstatus.

__ADS_1


...Bersambung ......


__ADS_2