
Semua mata jadi tertuju pada pintu masuk dan mereka langsung melebarkan mata melihat beberapa manusia mengerikan bersimbah darah banyak di pakaiannya.
"Akhhhhh!"
Teriakan histeris terdengar secara bersamaan menggema di aula itu, membuat keadaan seketika tegang, panik, heboh dan kerusuhan pun terjadi.
Semua orang dalam aula pun berlarian tidak menentu, ada yang mencari persembunyiaan, saking paniknya para rakyat yang tidak sempat beranjak pergi terkena gigitan dari seorang Vampir yang mengenakan pakaian serba hitamnya.
"Tolong!"
Suara minta pertolongan terdengar di mana-mana, bukan hanya di dalam aula di luarpun terjadi hal yang sama. Begitu rusuh, darah segar mulai banyak berlumuran di lantai besertaan tubuh mayat yang terkapar sudah tak bernyawa.
Di bangku khusus lantai dua, orang-orang terhormat saling berdiri mengumpul guna melindungi sesama keluarga maupun teman. Mereka mengeluarkan senjata masing-masing bersiap siaga menyerang manusia vampir yang semakin banyak bermunculan.
Pangeran Huang Li berlari di tengah aula, sambil menyerang menggunakan belati emas tajamnya, menusuk dan menebas manusia vampir yang berlarian mendekati dirinya.
Di singgasana, Kaisar Wexi berdiri dengan begitu kaget dengan apa yang masalah terjadi didepan matanya saat ini.
__ADS_1
"Pasukanku keluarlah dan serang kelompokan klan ini!" perintah Kaisar Wexi yang kini dikelilingi banyak para pasukannya di sekeliling guna menjaga keamanan sang Kaisar itu.
Sementara Xiao Zhan dia sudah menghilang di tempat membuat Selir Wei Wei yang ditinggal sendiri merasa takut. Hingga dia berlari mendekati Raja Zha Wey yang tengah seriusnya melawan Para kelompokan vampir tampak kewalahan.
Keadaan begitu rusuh, suara barang-barang berjatuhan begitu terdengar jelas, retakan tulang yang mengerikan, suara gigitan vampir dan teriakan histeris bergabung menjadi satu.
Di sekitaran tempat dekat aula, Xiao Zhan berlari kencang menyusuri jalan istana yang tampak sepi sambil meneriaki nama Fung Li dengan wajah tampak begitu cemas.
"Fung Li!" teriak Xiao Zhan begitu keras.
Xiao Zhan sudah mencari kemanapun Fung Li dan sampai saat ini dia belum menemukan jejak Fung Li sama sekali. Begitu pula dengan pasukan tersembunyinya yang juga mencari Fung Li. nlNamun itu hasilnya nihil tidak menemukan setitik pun jejak dari wanita itu.
Penuh perasaan yang cemas, Xiao zhan tiba-tiba menghentikan langkah kakinya tidak jauh dari pepohonan sakura di taman itu. Dia berjongkok mengambil selembar kertas yang tadi sempat dia injak dan lewati.
Xiao Zhan berdiri sambil membaca isi kertas tersebut dengan wajah serius. "Bagaimana kabarmu?, ini masih awalan sambutan dariku si bodoh, coba kau masuk dalam pepohonan sakura dan lihatlah wanita menyedihkan itu di tengah hamparan bunga-bunga cantiknya yang kupersembahkan untukmu," baca Xiao Zhan dengan begitu cepat.
Lembar kertas itu langsung di lempar kesembarang arah oleh Xiao Zhan dengan gertakan gigi dan bibir bergetar.
__ADS_1
"Awas saja kau berani menyentuhnya!" lirih Xiao Zhan dengan pupil mata yang berubah bewarna merah menyala tajam.
Whusssss ...
Sekejap Xiao Zhan hilang bagai angin lewat dan langsung muncul di tengah pepohonan bunga sakura. Tidak ada pencahayaan disekitaran pohon itu membuat keadaan tampak gelap. Namun cahaya bulan dan kunang-kunang membuat sedikit menerangi tempat itu.
Xiao Zhan berlari mendekati hamparan banyak kelopak bunga berwarna-warni seperti gunung. Namun langkahnya tiba-tiba dihentikan akan banyak manusia berpakaian serba hitam bermunculan secara bersamaan.
Tidak menunggu lama, orang-orang itu langsung terbang ingin mengepung Xiao Zhan secara bersamaan. Namun dengan cekatan Xiao Zhan berputar mengibaskan kedua lengan jubahnya menciptakan angin besar yang seketika membuat mereka terbanting begitu jauh.
Xiao Zhan menunjuk keatas dan tampaklah sebuah cahaya biru transparan yang adalah sebuah fortal pelindung yang tidak dapar ditembus siapapun.
Dengan langkah cepat, Xiao Zhan berjongkok dan menyingkirkan banyak kelopak bunga yang seperti gunung menumpuk hingga jadi rata. Tiba-tiba gerakan tangan pria itu terhenti melihat secelah pakaian yang tidak asing dimatanya tepat dihadapannya.
Xiao Zhan pun duduk bersimpuh dan menyingkirkan dengan cepat kelopak bunga yang menutupi kain pakaian yang dilihatnya. Saat sudah tersingkirkan, matanya seketika melebar dengan wajah kaget melihat sosok wanita yang berbaring dengan posisi telungkup.
Pakaian wanita itu dilumuri banyak darah, sampai tampak kulit yang tersayat banyak. Pakaian itu sangat tidak asing di mata Xiao Zhan membuat wajah pria itu berubah sangat cemas seperti ingin mati.
__ADS_1
Kedua telapak tangan Xiao Zhan menyelip ke bawah tubuh wanita itu dan membalik tubuhnya mengubah posisinya telantang.
...Bersambung ......