
Meja makan yang di tempati Fung Li dan Xiao Zhan. Dua orang itu sudah selesai makan, kini beranjak dari kursi duduk secara bersamaan kemudian kembali berjalan berdampingan menuruni tangga.
"Lumayan enak," lontar Fung Li pada Xiao Zhan yang berada di sebelahnya.
"Baguslah." Xiao Zhan pokus dengan memandang anak buah tangga yang tinjaknya lalu melihat sekitar.
Fung Li memandang wajah Xiao Zhan dari samping, mengamati lebih jelas bola mata pria itu yang entah mengapa menarik di hatinya. 'Apa dia tidak merasa nyaman jika berjalan di keramaian seperti ini? apa dia tidak merasa risih dengan rakyat jelata? biasanya seorang kaisar akan merasa ini tidak pantas bagi mereka,' batinnya.
Terlalu sibuk memandang Xiao Zhan dan berkata dalam hati. Tiba-tiba ada beberapa pria dengan seragam prajuritnya yang tidak asing ingin menabrak tubuh Fung Li. Namun dengan cekatan Xiao Zhan menarik pinggang Fung Li lalu membalikan posisi jadi Fung Li berdiri di tempat Xiao Zhan semula.
Prajurit tadi sudah lewat berhasil menaiki tangga ke lantai dua.
Fung Li sedikit kaget, dia mendongakan kepala menatap manik mata Xiao Zhan. Dua orang itu saling bertemu pandang dengan tatapan dalam, keduanya seperti merasakan sengatan hati jadi langsung menjauhkan tubuh baru tersadar.
"Terima kasih," ucap tulus Fung Li tersenyum tipis dari balik cadarnya.
Xiao Zhan menganggukan kepala lalu mempersilahkan Fung Li menuruni anak tangga lebih dulu. Akan tetapi saat Fung Li ingin turun, tiba-tiba terdengar suara teriakan nyaring sampai ke telinga dua orang itu.
"Pengumuman pada semua orang kita menerima kabar duka dari Kediaman Raja Zha Wey bahwa Selir Qian Yu telah menghembuskan napas terakhir!" teriak salah satu dari beberapa prajurit yang berada di lantai dua yang tadinya sempat ingin menabrak tubuh Fung Li.
Xiao Zhan dan Fung Li jadi saling menatap dengan wajah kaget. Mereka langsung menuruni tangga sambil berpikir merasakan suatu hal yang janggal mendengar pengumuman itu.
Niat ingin jalan-jalan santai jadi batal, Xiao Zhan dan Fung Li segera pergi menuju Kediaman Raja Zha Wey.
__ADS_1
Sepanjang jalan semua rakyat terdengar membicarakan mengenai kabar yang baru saja diberitahu itu, tentu para rakyat syok akan Selir Qian Yu yang meninggal karena bunuh diri. Ada yang berpikir jika meninggalnya karena bunuh diri itu memang masuk akal karena sebelumnya wanita itu telah kehilangan buah hati yang di kandung.
Namun ada juga yang berpikir jika tragedi bunuh diri itu seperti tidak benar. Sementara kejadian keguguran sudah lama, jika pun berniat menewaskan diri pasti sudah lama dari dulu.
***
Siang hari yang begitu panas. Orang-orang mengenakan hanfu serba putih berlalu keluar masuk dalam ruangan penghormatan pada jasad Selir Qian Yu.
"Terima kasih atas kunjungan Kaisar Xiao Zhan dan Permaisuri." Raja Zha Wey dan Yux Si menghalangi jalan Xiao Zhan dan Fung Li yang sudah melangkah keluar dari ruangan.
Xiao Zhan hanya tersenyum tipis memandang dua orang di hadapannya.
"Aku hanya penasaran akan Selirmu, kau tahu kematian itu misterius. Ayo istriku sayang kembali." Xiao Zhan menggandeng mesra tangan Fung Li dengan sengaja. Menunjukan bahwa wanita itu hanyalah miliknya.
Fung Li sempat bergidik geli mendengar ucapan dan perlakuan Xiao Zhan. Namun dia harus menjalankan perannya dan berlaku layak seperti istri yang sangat mencintai Xiao Zhan dengan tersenyum merona malu.
"Adik, kakak akan sangat kesepian,” lontar Yux Si membuka suara dengan nada sedih. Dia memajukan tubuh dan memeluk Fung Li di depan semua orang.
Xiao Zhan jadi melepaskan gandengan tangannya.
"Hiksss hiksss, Qian Yu sudah pergi, mengapa dia pergi begitu cepat? aku sangat bersalah atas semua ini hikss hikss," tangis pura-pura Yux Si mengundang perhatian semua orang.
Suara tangisan Yux Si dan air mata yang keluarkannya membuat sekitar ikut terhanyut kesedihan.
__ADS_1
"Kakak, bersabarlah." Fung Li menjauhkan tubuh Yux Si yang memeluknya. Dia berwajah haru menyentuh wajah Yux Si dan membelainya lembut layaknya seorang adik yang tengah menenangkan Yux Si.
Xiao Zhan yang melihat perlakuan Fung Li tersenyum jika wanita itu berlaku lembut pada Yux Si sang kakak tiri. Berbeda jika dengannya, Fung Li seperti singa betina saja.
"Aku kembali lebih dulu monyet, kau boleh di sini." Xiao Zhan menyapu atas rambut Fung Li lalu mengecupnya dengan singkat kemudian meninggalkan pergi.
Semua mata mengekori sosok pria tampan dan berkarisma itu berjalan dan perlahan menghilang dari pandangan.
Setelah kepulangan Kaisar Xiao Zhan, datang gerombongan Tuan Muda yang terdiri dari Tuan Luw Si, Yang Si, Jun Si, Fei Si dan saudara tiri Fung Si lainnya.
***
Di Kota Kehancuran. Tempat tinggal seorang Raja, pemimpin klan vampir.
Raja yang bernama Xu Kai. Duduk anggun dalam ruangan yang agak gelap. Hanya cahaya beberapa lentera di sudut ruangan yang sedikit menerangi.
Hidungnya yang mancung menghirup segelas darah yang berada di sebelah tangan kirinya, tercium aroma yang menyengat dari gelas itu. Darah merah yang begitu kental dengan nikmatnya dia seruput penuh rasa tenang.
"Hemm, bicaralah."
Pria dengan pucat pasih itu membuka suara meminta agar seseorang yang duduk sama di hadapannya berbicara.
"Hemm, anak ini semakin angkuh saja. Ingatlah gurumu," balas orang di hadapannya yang sudah nampak tua dengan lumayan banyak uban pada rambut kepalanya.
__ADS_1
Raja muda itu seketika tersenyum, dia langsung meminum habis darah segar di gelas kemudian menyodorkan gelasnya pada pelayan yang langsung datang.
...Bersambung ......