
Menguras waktu tidak terlalu lama, Kelompok yang melakukan perjalanan sudah sampai tujuan di Kekaisaran Langit. Sepanjang jalan tidak terjadi apapun karena hari yang semakin malam sunyi.
Dua kereta kuda beserta kuda yang di tunggangi prajurit memasuki wilayah istana. Varu halaman depannya sudah seperti satu satu buah besarnya istana Kerajaan Wexi.
Tepat di tengah halaman luas, dua kereta itu berhenti, orang di dalamnya pun keluar secara bergantian.
"Xiao Rei, bawa gadis itu bersamamu, aku ingin bicara hal penting pada calon Istriku." Kaisar Xiao Zhan langsung menarik tangan Fung Li dan membawanya berjalan cepat pergi memasuki istana lebih dalam.
Silli yang asiknya melongo melihat kesekitar tempat yang memanjakan matanya, terdapat banyak pohon yang dilebati buah-buahan terlihat segar menggairahkan.
'Wah banyak sekali, jika memetik satu apakah tidak apa?' batin Silli.
"Semuanya kembali ketempat dan kau." Pangeran Xiao Rei memerintah para prajurit yang menunggangi kuda lalu Silli yang terdiam di tempat.
"Hei kau Silli," tegur Pangeran Xiao Rei dengan wajah dinginnya.
Silli terkejut langsung membungkukan badan. "Maaf pangeran"tuturnya.
"Ikuti aku," pinta Pangeran Xiao Rei. Setelah itu membalikan tubuh dan berjalan lurus memasuki istana lebih dalam.
Silli langsung berlari menyusul pria itu dengan senyuman lebar tak sabaran.
'Mengapa aku memiliki firasat akan terjadi hal baik pada Kak Fung Li, meski pernikahan palsu semoga Kaisar Xiao Zhan bisa menjaganya' batin Silli.
***
Dalam sebuah kamar indah, luas, bersih dan rapi, Kaisar Xiao Zhan membawa Fung Li masuk ke dalamnya.
Saat berada dalam kamar itu, Fung Li melihat ke sekitar terdapat meja, lilin, dan lentera api kotak yang menyala. Ada juga satu buah ranjang mewah dilengkapi dengan kelambu berada samping tempat ranjang juga terdapat lemari.
"Ini kamarmu sementara, mengapa aku cepat-cepat membawamu kesini agar keluargaku terkejut saat pagi besok dengan kehadiranmu," tutur Kaisar Xiao Zhan. Lalu erjalan mendekat pintu besar yang terbuka lalu menutupnya dengan rapat.
"Pria aneh." Fung Li memilih duduk bersila di lantai di hadapan meja yang berada di tengah halaman kamar.
Kaisar Xiao Zhan membalikan tubuhnya, dia berjalan mendekati meja dan ikut duduk bersila di samping Fung Li dengan wajah tampak kesal.
"Kau tidak berterima kasih padaku?" tanya Kaisar Xiao Zhan.
Kaisar Xiao zhan menatap wajah gadis di sampingnya terlihat bercahaya meski dalam kamar itu tidak terlalu terang.
"Untuk apa aku berterima kasih? kau yang membuatku terjebak dalam keadaan ini " Fung Li menatap balik pria tampan di sampingnya.
Kaisar Xiao Zhan menatap dalam manik mata Fung Li.
__ADS_1
"Bukan aku tapi takdir, takdir tidak bisa dihindari, lupakan ayo kita membicarakan tentang pernikahan palsu kita," lontarnya memalingkan wajah kembali.
Fung Li juga memalingkan wajahnya dan memandang ke-sekitar. 'kali ini ucapanmu benar takdir tidak bisa dihindari seperti kejadian di zaman modern, aku sungguh membenci waktu itu,' batinnya.
"Apa yang kau pikirkan? mengenang masa lalumu yang menyedihkan mantan calon istri Raja Zha Wey?" Kaisar Xiao Zhan menyunggingkan senyumnya sambil mengambil sesuatu dalam selipan jubah di bagian lengannya.
Perkataan Kaisar Xiao Zhan sontak membuat Fung Li tersentak. Dia seketika menatap kembali Kaisar Xiao Zhan yang sedang membuka buku kecil peraturan nikah.
Kaisar Xiao Zhan menatap balik Fung Li dengan seringaian nakal. "Selama kita menikah, aku punya aturan terhadapmu," lontarnya.
"Katakanlah." Fung Li melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap lurus.
"Pertama, saat menikah kau tidak boleh menganggu kehidupanku atau menyampuri urusanku, kedua bersikaplah layaknya istriku saat hanya di depan orang-orang, ketiga selama masa kontrak tidak boleh menyentuhku dan terakhir semuanya hanyalah palsu aku tidak ingin ada terlibat rasa suka kau maupun aku," lontar Kaisar Xiao Zhan dengan wajah berubah dingin dan tampak serius.
Sudut bibir Fung Li terangkat membentuk senyuman tipis, "baik, peraturan yang kau katakan itu juga berlaku sebaliknya terhadapku, silakan pergi Yang Mulia terhormat."
"Satu peraturan lagi, saat tujuanku sudah berhasil maka masa pernikahan palsu kita sudah habis, tujuan itu aku tidak dapat memberitahunya padamu," jelas Kaisar Xiao Zhan lagi.
Fung Li jadi menaikan sebelah alisnya mendengar lontaran pria itu tampak serius.
Kaisar Xiao Zhan berdiri. Dia keluar dari lingkaran meja dan berjalan menuju pintu besar kamar.
"Tunggu, apa tujuan itu?" tanya Fung Li berdiri dari duduknya dan melirik kearah Kaisar Xiao Zhan.
"Suatu saat kau akan tahu dan sekarang jangan keluar dari sini kecuali esok hari."
Kaisar Xiao Zhan membuka pintu kemudian melangkah keluar dan menutup pintu itu kembali dari luar.
Fung Li terdiam memandang pintu yang tertutup. Dia pun tidak ambil pusing lalu duduk kembali.
"Kalian keluarlah dari ruang dimensi," perintah Fung Li memejamkan kedua matanya.
Whuss ... whusss ... whusss
Burung Phoenix, kucing putih dan rubah putih berekor sembilan muncul di atas meja secara bersamaan dengan tampilan berbeda terkecuali Tutu.
"Bagus kalian berdua kucing dan rubah bisa mengubah diri kalian secepat mungkin menjadi kecil seperti ini sama seperti tubuh Tutu," tutur Fung Li.
Dengan wajah datar Fung Li memandang tiga makhluk hidup di hadapannya.
Tutu tampak cemberut mendengar ucapan Ketuanya. "Aku juga bisa menjadi lebih besar ketua seandainya segel kekuatanku terbuka, jika segelku sudah terbuka maka tidak akan ada lagi yang bisa melukaimu, Tutu akan selalu menjaga ketua," tuturnya dengan keyakinan disertai rasa sedih.
Fung Li melirik Burung Phoenix yang ia beri nama Tutu itu. "Aku akan berusaha membuat lebih cepat pil itu untukmu dan lebih banyak lagi juga untuk meningkatkan kekuatan kalian. Aku ingin kita semua saling menjaga dan melindungi," lontarnya.
__ADS_1
Kucing menggemaskan, rubah garang dan Tutu jadi tersentuh mendengar perkataan Ketua mereka. Mulanya mereka berpikir Fung Li adalah sosok gadis yang tidak beperasaan terhadap siapapun, tapi salah mengira sebenarnya Fung Li adalah sosok wanita yang luarnya tampak dingin di dalam begitu hangat.
'Ketua sangat baik, aku sangat beruntung memiliki majikan seperti dirinya. Kukira dia wanita yang sombong tapi ternyata seorang yang sangat tegar,' batin Rubah.
"Ketua, terimakasih banyak. Kami semua mengabdi padamu seumur hidup"lontar Tutu terbang keatas pundak Fung Li
"Sudahlah, kalian istirahatlah kembali dalam ruang dimensi jika di sini nanti para kultivator tinggi akan merasakan kehadiran kalian kurasa kekaisaran ini tempat yang terlihat tenang namun sangat berbahaya, cepatlah masuk kembali dalam ruang dimensi," perintah Fung Li pada tiga makhluk hidup itu.
"Siap," jawab ketiganya dengan serentak. Mereka langsung menghilang kembali seperti sebuah kilasan cahaya warni-warni yang melayang dan masuk dalam permata intan di cincin yang melekat pada jari manis Fung Li tangan sebelah kiri.
Cahaya itu menghilang, permata intan kembali dengan warna semulanya putih bening.
Fung ali sejenak memandang cincin di tangannya. "Seharusnya aku berterimakasih dan memberitahu pada pria itu, Xiao zhan. Dia telah membantuku mendapat resep pil langka itu meski memang dia sangat menyebalkan," gumamnya.
Tok tok tok ...
Ketuk seseorang mengejutkan Fung Li yang asiknya memandang cincin yang tidak bisa lepas dari tangannya.
"Kakak," panggil orang yang mengetuk pintu dari luar terdengar cemas, suaranya tidak asing lagi di telinga Fung Li.
"Masuklah Silli!" teriak Fung Li menyuruh.
Silli pun langsung membuka pintu mendengar teriakan Fung Li. Dia menangkap sosok gadis duduk di dekat meja kemudia menutup pintu kamar kembali lalu mendekati Fung Li.
"Apa kakak baik-baik saja?" Silli yang ikut duduk di samping Fung Li menatap gadis masih sedang memandang cincin.
"Hmm"dehem Fung Li.
Dia mengalihkan pandangannya menatap Silli.
"Jadi Kak Fung Li setuju akan pernikahan palsu ini? Kak Fung Li jika Anda tidak ingin menikah kita bisa kabur saja bukan?" tanya Silli dengan seriusnya.
"Memang aku pernah berpikir akan itu namun sekarang aku tidak bisa menolak pernikahan itu karena demi kami berdua juga dan aku bersyukur bisa menemukan resep langka itu darinya. Jika kita kabur pun itu sama saja dengan seorang pengecut, untuk apa kabur hanya karena pernikahan palsu?" tutur Fung Li yang membuat Silli terdiam.
Silli mengigit bawah bibirnya dengan perasaan agak takut. "Tapi kak pernikahan itu bukanlah permainan, palsu atau tidaknya ikatan hubungan pasangan akan tetap asli saat Anda mengucapkan sumpah menikah nanti," tuturnya dengan pelan dan lembut.
"Sudahlah kau tidak perlu cemas, ayo kita istirahat, besok adalah hari di mana semuanya akan bermulai."
Fung Li berdiri dari dudukannya lalu berjalan menuju ranjang.
Silli pun ikut berdiri dan mengikuti Fung Li sambil menghembuskan napasnya. "Semoga semua akan baik-baik saja," gumamnya.
Bersambung ...
__ADS_1