Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Menikah kontrak


__ADS_3

"Aku sangat terkejut melihat penampilannya malam tadi, wah sungguh cantik dibanding adik kita Yux Si, mungkin dia adalah gadis yang paling cantik melebihi ....," sambung Tuan Jun Si yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yux Si yang duduk di samping Raja Zha Wey.


"Tapi dia tetap bodoh dan tidak berguna," sambung Tuan Luw si, kaka tertua.


"Eh itu tidak benar kak, bagaimanapun Fung Si adik kita tidak baik mengatakan hal seperti itu di belakangnya," tutur Yux si dengan raut wajah tampak sedih.


Para Tuan muda lainnya pun terdiam, mereka melirik secara bersamaan kearah Sosok Pria paruh baya lalu wanita paruh baya yang asiknya makan.


"Ayah Ibu, apa kita perlu menemui Fung si?" tanya Tuan Luw Si melirik Jenderal Si nian dan ibunya Nyonya Yen.


"Tidak perlu, anak itu sungguh sombong padaku, ibumu dan kalian semua, untuk apa memedulikan dia?" tutur Jenderal Si Nian langsung menghempaskan sumpit di tangannya menghentikan aktivitas makan.


Semua yang duduk di hadapan meja terkejut.


Jenderal Si Nian menundukan kepala. "Maaf Raja Zha Wey membuat Anda tidak nyaman," tuturnya dengan sopan lalu berdiri dari dudukan dan pergi.


Nyonya Si Yen yang adalah istri kedua Jenderal Si Nian atau ibu dari para Tuan muda dan Yux Si ikut berdiri menyusul pergi mengikuti suaminya.


Semua pun ikut menundukan kepala meminta maaf pada Raja Zha Wey yang hanya memasang wajah datar.


"Tidak apa, kalian semua makanlah dengan cepat," suruh Raja Zha wey melempar senyum pada semuanya.


Semua pun kembali makan maupun minum, keadaan kembali hening setelah percakapan tadi.


"Oh iya, aku penasaran apa hubungan Fung Si dengan Dewa Xiao Zhan, kapan mereka bisa berkenalan ini patut diketahui, semua rakyat di seluruh kekaisaran sekarang sedang menceritakan tentang Fung Si, marga Si kita jadi terkenal oleh semua orang," ucap Tuan muda Yang Si membuka suara setelah selesai menyantap makanannya.


Semua di mejapun jadi ikut berpikir mengenai ucapan Tuan muda Yang Si itu.


"Dia benar-benar adik sombong, bagaimana bisa tidak menceritakan tentang ini pada kita bukan?" kesal Tuan Jun Si sambil mengelap sudut bibirnya dengan kasar selesai makan.


"Bagaimana bisa kalian mengatai Fung Si sombong seperti itu? selama ini kalian sibuk memikirkan urusan sendiri saja, giliran Fung Si jadi sorotan semua orang, kalian berbangga-bangga mengaku adalah saudaranya," saut Tuan Fei Si, pemuda yang lebih kecil dari lainnya.


Brakkk!


Tuan muda tertua menggebrak meja dengan wajah marah. "Fei Si diamlah, apa kau sadar ucapanmu juga menghina kami?" tanyanya melempar tatapan membunuh pada Fei Si.


"Kakak tenanglah," sela Yux Si mengusap-usap belakang punggung Tuan Luw Si yang berada di sampingnya.


Tuan Luw Si menghembuskan napasnya berusaha tenang.


Raja Zha Wey tersenyum melihat Yux Si memberi perhatian pada kakaknya.


Aku penasaran, bagaimana bisa dia secantik itu dan bahkan Kaisar Xiao Zhan telah mengenalnya, sepertinya aku telah meremehkan Fung Si, tapi aku bangga dia adalah mantan tunanganku,


batin Raja Zha Wey.




Di sebuah tempat tinggi, sangat tinggi hingga bisa melihat seluruh tempat di bawah.



Tempat yang begitu sunyi, pepohonan sakura banyak di sekitar, seperti sebuah taman kecil yang berada diatas ketinggian.



"Ck, kau membawaku kemana, Pria brengsek tidak jelas," kesal Fung Li yang kedua matanya di tutupi tangan seseorang.



"Diam, kita sudah sampai," jawab Kaisar Xiao Zhan langsung melepaskan tangannya yang menutup mata Fung Li.



Fung Li mengucek mata dan melihat kesekitar dengan wajah biasa saja membuat Pria yang membawanya jadi menaikan sebelah alis.



"Kau tidak suka?" tanya Kaisar Xiao Zhan melangkah sekali sejajar berdiri dengan Fung Li.

__ADS_1



"Mengapa kau malah membawaku kesini? untuk apa? membuang-buang waktuku saja," kesal Fung Li membalikan tubuh dan ingin melangkah pergi.



"Tunggu, kau pikir mudah kabur dariku?" tahan Kaisar Xiao Zhan. Dia menarik selendang yang melingkar di lengan Fung Li.



Kaisar Xiao zhan semakin menarik kuat selendang Fung Li membuat tubuh gadis itu termundur dan jatuh kebidang dada kekarnya.



"Aku membawamu kesini untuk memberitahu tentang syarat nikah kontrak kita dan berapa lamanya," jawab Kaisar Xiao Zhan tersenyum tipis.



Fung Li langsung menjauh dari Kaisar Xiao zhan dengan wajah datar, "tapi aku tidak setuju kita menikah," tolaknya.



Kaisar Xiao Zhan terkekeh mendengar penolakan langsung Fung Li, "kau menolakku? apa yang kurang dariku? aku bisa memberi apapun padamu, emas, perhiasaan, pakaian bagus dan sebagainya, jika aku jadi kau aku tidak akan menolak, semua gadis bahkan berebut mati-matian menginginkan posisi ini dan kau malah meno ....," ucapnya terpotong.



"Aku bukan mereka yang tergila-gila padamu, aku tidak ingin perhiasaan, emas, pakaian bagus atau kemewahan lainnya, kau pikir aku sama seperti fansmu?" sela Fung Li memasang wajah dinginnya yang membuat Kaisar Xiao Zhan terkejut.



"Apa yang kau inginkan?" tanya Kaisar Xiao Zhan menatap dingin balik Fung Li.



"Aku ingin kita tidak menikah," jawab Fung Li dengan tegas.



Kaisar Xiao zhan langsung melempar tatapan ingin membunuh pada Fung Li, ia perlahan berjalan mendekat kehadapan Fung Li dan semakin dekat.




*Apa yang ingin dia lakukan? mengapa tatapannya seperti ingin membunuhku*, batin Fung Li.



*Tapi aku tidak takut*, batin Fung Li.



Langkah kaki Fung Li jadi berhenti saat tersandar kebatang pohon sakura.



Kaisar Xiao zhan langsung mengunci tubuh Fung Li dengan kedua tangannya menempel di batang pohon mengunci bersebalahan tubuh Fung Li.



Pria itu semakin mendekat sampai tidak ada jarak lagi di antara dirinya dan gadis di hadapannya.



"Besok malam aku ingin kau sudah memakai pakaian merah bersamaku, aku tidak suka penolakan, ingat itu," tegas Kaisar Xiao Zhan menatap dari dekat wajah cantik Fung Li.



Fung Li terkekeh mendengar ucapan Pria di hadapannya, "aku takut sekali, hiks hiks hikss," cengesannya pura-pura.


__ADS_1


Kaisar Xiao Zhan jadi semakin mendekatkan wajahnya pada Fung Li sampai hembusan napas mereka saling terasa menyapu pipi keduanya.



Dua orang itu saling menatap dari dekat dengan wajah sama-sama kesal, bola mata cantik mereka saling bertabrakan.



*Dari mana asalnya monyet pemberontak ini, aku telah menemukannya maka aku akan menjaganya*, batin Kaisar Xiao Zhan.



*Dia pemaksa sekali, Tutu apa aku bisa menanyaimu sekarang*, batin Fung Li.



"Aku tidak ingin dengar penolakan apapun," ucap Kaisar Xiao zhan menjauhkan sedikit tubuhnya.



Kaisar Xiao zhan mengulurkan sebelah tangannya, ia membuka telapak tangannya sambil memejamkan mata.



Whusss ...



Muncul satu buah buku kecil. Namun tebal di atas telapak tangan Pria tampan itu, ia tersenyum mengenggam buku itu.



Kaisar Xiao Zhan mendekat kembali kedepan Fung Li, ia mengangkat sebelah tangannya yang memegang buku dan tiba-tiba,



Buuukk!



Buku itu sengaja dipukul kekepala Fung Li oleh Kaisar Xiao Zhan.



"Isss kau," geram Fung Li mengusap atas kepalanya.



"Baca dengan baik monyet pintar, bersiaplah besok," ucap Kaisar Xiao Zhan langsung menjauh kembali dan melempar buku kecil itu pada Fung Li.



Fung Li langsung menangkap buku itu dengan wajah kesal.



Kaisar Xiao Zhan melempar senyum, ia langsung berbalik dan berlari pergi meninggalkan Fung Li sendiri.



Fung Li membuka buku tebal dan membaca halaman depannya yang menampakan tulisan tinta hitam. Tiba-tiba matanya melebar dengan wajah terkejut membaca halaman pertama buku itu sampai-sampai buku di pegangnya jatuh terlepas.



*Bersambung* ...



Jangan lupa mampir di karya baru author, Jejak Impian. \#Event mengubah takdir \#


Terimakasih

__ADS_1



![](contribute/fiction/4481808/markdown/15216686/1649728459402.jpg)


__ADS_2