Permaisuri Rebutan

Permaisuri Rebutan
Malam Pertama


__ADS_3

Selesai acara pernikahan yang melelahkan, sepasang pengantin baru berdiam dalam kamar yang indah.


Keadaan begitu sunyi, hanya terdengar suara pergerakan pelan sosok gadis cantik yang memakai pakaian merah sedang melepas mahkota besar di kepalanya di hadapan meja rias yang tidak jauh berada samping ranjang besar.


"Istriku," panggil Xiao Zhan yang berbaring di atas ranjang dengan menatap ke atas memandang langit-langit kelambu.


"...." Hening. Gadis yang dipanggilnya hanya terdiam sedang asik melepaskan hiasan di kepalanya.


"Gantilah pakaianmu di dalam ruang sana, semua pakaian barumu ada disana istriku, setelah ganti cepatlah berbaring bersamaku," teriak Xiao Zhan agak sedikit keras.


Fung Li menaikan sebelah alisnya mendengarkan ucapan Pria itu tidak biasanya.


Xiao Zhan yang berbaring beranjak dari atas ranjang dan keluar melalui tepi ranjang tepat di hadapan meja rias yang di duduki Fung Li.


"Jangan memanggilku istri, kita hanya menik ...," ucap Fung Li terpotong.


"Sssttt."


Xiao Zhan membungkam bibir Fung Li dengan jari telunjuknya. Dia berdiri dari samping menatap wajah gadis itu dengan tatapan peringatan.


"Kau tau malam ini kita harus berpura-pura dengan baik, di luar kamar ini banyak yang mematai-matai memastikan apa kau dan aku melakukan hubungan itu atau tidak, jadi aku ingin kita bisa berpura-pura sesaat agar mereka semua cepat pergi, terutama ibu dan nenek yang tidak akan bisa tidur semalaman karena ini," bisik Xiao Zhan dengan pelan.


Fung Li melepaskan tangan Xiao Zhan yang membungkam mulutnya, dia berdiri dan langsung pergi menuju ruang ganti pakaian.


Xiao Xhan memandang kepergian Fung Li dengan wajah berpikir. "Ini semua juga salahku, aku yang membuat kami terjebak dalam pernikahan ini, seandainya saat itu Xian tidak ikut pasti tidak akan terjadi, hmm anak itu ...," gumamnya.


Keadaan begitu sunyi, pria tampan itu duduk kembali di tepi ranjang. Dia menatap ke sekitar kamar lalu memejamkan mata birunya.


Tubuh Kaisar Xiao Zhan menyala mengeluarkan sekilas cahaya putih. Dia memegang depan dadanya dengan wajah tampak menahan sakit yang amat begitu sakit.


"Ssssstt." Dia meringis membuka mata kembali.


Tiba-tiba muncul sosok pria tampan di hadapannya, berpakaian seperti panglima sejati dengan pedang yang terselip di samping dan busur panah di belakang punggung.


"Salam ketua." Pria itu membungkukan tubuhnya.


Xiao Zhan mendongakan kepalanya menatap wajah pria itu dengan bibir bergetar merasakan sakit.


"Ketua, saya sudah menemukan di mana tempat para kelompokan Klan Hitam itu berdiam dan tulang naga tidak jauh dari tempat itu Yang Mulia," ungkap pria itu dengan wajah dingin dan mata tajamnya.


"Hm, baguslah Liu Te." Xiao Zhan memukul-mukul depan dadanya.


"Ketua, apa nantinya Anda tidak keberatan harus selalu bersama dengan gadis yang menyebabkan Anda terluka seperti ini? luka itu juga sangat sulit disembuhkan yang mulia karena Anda harus menemukan tulang naga. Bukankah terus bersama gadis itu Anda akan semakin sulit pasti banyak gadis di luaran sana berniat mencelakainya?" tukas pria itu bernama Liu Te, pengawal pribadi Kaisar Xiao Zhan.


Liu Te menatap wajah majikannya yang tampak menahan sakit akan tubuhnya.


"Tidak masalah, tubuhku baik-baik saja Liu Te, aku pasti bisa mendapatkan tulang naga itu dan luka ini bisa sembuh, ku akui Putri Sian atau adik Raja Zha Wey itu hebat membuat panah tersembunyi." Xiao Zhan tersenyum sambil melepaskan pakaian merah di tubuhnya.


"Anda menyukai Putri Sian?" tanya Liu Te dengan memicingkan mata.


Xiao Zhan terkekeh, "bodoh, untuk apa aku menyukai gadis yang membuatku terluka seperti ini?" tanyanya.


"Hah? bukankah Putri Fung Si eh Permaisuri Fung Si yang menyebabkannya? jadi Anda tidak menyalahkannya?" tanya Liu Te dengan wajah heran.

__ADS_1


"Benar, dia tidak bersalah lagipula aku yang memutuskan menolongnya dari niat buruk Putri Sian yang ingin mencelakainya, itu mungkin karena kodok yang akan bertunangan saat itu." Xiao Zhan tersenyum tipis berdiri dari dudukannya selesai melepas pakaian atasnya.


Tiba-tiba terdengar suara pintu digeser berasal dari ruang ganti pakaian.


Liu Te langsung sekejap menghilang di tempat, sementara Xiao Zhan meletakan pakaian atasnya di atas ranjang.


Fung Li keluar dari ruang ganti dengan pakaiannya yang belum berganti sama sekali membuat Xiao Zhan terheran.


"Kau sedang bicara dengan siapa tadi? sepertinya aku mendengar suara orang lain?" Fung Li berjalan mendekati Xiao Zhan dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


"Kau mengapa belum berganti juga, ingin bermalam pertama denganku?" tanya Xiao Zhan mengalihkan topik pembicaraan.


"Cih," decih Fung Li.


Saat berada di hadapan Xiao Zhan, Fung Li jadi terdiam melihat tubuh Pria di hadapannya yang sangat kekar.


'Emm, delapan kotak? baru pertama kali aku melihat otot sekekar itu, biasanya hanya ada enam' batin Fung Li.


"Jangan harap kau bisa menyentuh tubuhku, pergilah sana ganti pakaianmu," bisik Xiao Zhan.


Fung Li menyunggingkan bibirnya mendengar ucapan Xiao Zhan, "aku hanya ingin mengambil pisau di laci meja," lontarnya.


"Untuk apa?" tanya Xiao Zhan penasaran.


Fung Li terdiam, dia berjalan mendekati meja rias dan membuka laci.


"Tidak ada pisau di sini, dalam kamar ini tidak diperbolehkan bermain alat tajam, aku takut saat tidur kau diam-diam ingin membunuhku, kau kan gadis gila, pemarah dan cerewet." Lontaran Xiao Zhan membuat Fung Li seketika membalikan tubuh dan mendekatinya kembali.


"Kau suka sekali mengatur ini mengatur itu, kau pikir aku boneka opera yang dimainkan di atas panggung hah?" Fung Li menunjuk langsung wajah Xiao Zhan dengan jari telunjuknya begitu merasa kesal.


"Aku membencimu, sangat membencimu," geram Fung Li dengan menggertakan giginya.


Fung Li merasa tidak tahan terus berdekatan dengan Xiao Zhan membalikan tubuhnya. Dia ingin melangkah menjauh, tapi tiba-tiba tangannya ditarik kuat.


Xiao Zhan menarik tangan Fung Li sampai tubuh gadis itu terperangkap dalam dekapannya.


Fung Li melebarkan matanya memandang bidang dada kekar Xiao Zhan yang tak sengaja dipegangnya.


"Dasar pembohong," oceh Xiao Zhan.


Xiao Zhan mengeratkan pelukannya mengunci tubuh Fung Li dengan sangat erat.


"Apa yang kau lakukan lepaskan!" geram Fung Li tersadar merasakan tubuhnya seperti dililit ular oleh Xiao Zhan.


"Tidak," tolak Xiao Zhan.


"Lepaskan!" geram Fung Li memberontak kuat ingin terlepas dari dekapan Xiao Zhan.


"Tidak!"


"Kubilang lepaskan sialan!"


Pakaian merah luar yang dipakai Fung Li jadi melorot sebelah karena pergerakannya yang berusaha lepas.

__ADS_1


"Tidak, kubilang tidak! kau membuatku kesal kau tahu tanggungannya bukan?" lontar Xiao Zhan yang membuat Fung Li semakin kesal.


Fung Li mengepalkan kedua tangannya, dia mendorong kuat bidang dada Xiao Zhan merasa begitu marah.


Alhasil ia berhasil lepas dan langsung membalikan tubuh ingin pergi namun lagi lagi tidak disangkanya Xiao Zhan menarik tangannya kembali. Namun langsung cepat dia gigit pergelangan tangan pria itu dan berlari menjauh.


Xiao Zhan menggertakan giginya, ia jadi berlari mengejar Fung Li.


"Monyet sialan!" Xiao Zhan mengejar Fung Li yang berlari melewati ranjang.


"Brengsek!" teriak Fung Li. Kemudian dia naik keatas ranjang lalu turun kembali dengan lompatan gesit menghindari kejaran Xiao Zhan.


Dalam kamar luas yang memiliki beberapa ruangan itu. Dua orang itu saling berkejaran ke sana ke mari membuat kerusuhan.


Di luar kamar, para pelayan dan prajurit beserta penghuni istana lainnya yang sedang menguping apa yang didengar dari dalam kamar itu jadi heran.


"Monyet?"


"Siapa monyet sialan yang disebut Yang Mulia? itu pasti menganggu malam pertama baginda dengan permaisuri."


"Mereka sudah pasti melakukan itu."


"Suara barang berjatuhan, apa jangan-jangan Yang Mulia dan Permaisuri sama-sama liar sampai barang-barang berjatuhan xixixi."


Bisik-bisik para pelayan maupun prajurit menguping dari luar kamar. Bukannya bertugas menjaga keamanan mereka malah menguping malam pertama pemimpin itu.


"Minggir kalian semua," suruh seseorang dari luar kamar itu.


"Tiga Pangeran," bisik-bisik para pelayan dan prajurit dari luar kamar melihat tiga sosok pria tampan yang ikut bergabung menguping dekat pintu.


Dari dalam kamar...


Tubuh Fung Li dikunci habis-habisan oleh Xiao Zhan di atas ranjang. Kedua tangan Fung Li di atas kepala dicekal kuat oleh Xiao Zhan.


"Kera brengsek, ini sakit lepaskan!" Fung Li berusaha ingin duduk, tetapi dihadang pria yang menindih tubuhnya di atas.


"Apa? kau memanggilku kera?" Merasa kesal Xiao Zhan semakin mendekatkan wajahnya pada Fung Li menghilangkan jarak sejengkal pun di antara mereka.


"Mengapa? kau memang mirip kera tua sangat jelek," ejek Fung Li. Dia menatap bola mata Xiao Zhan yang bewarna biru.


Krekkk ...


Pintu terbuka tidak sengaja oleh tiga pria yang tertawa pelan bersandar di pintu tadi. Tiga pria tampan yang berdiri tepat di tengah pintu masuk itu kaget melihat ke dalam kamar.


Menangkap dua sosok orang yang berada di atas ranjang dengan penampilan tampak kacau, sementara sekitar kamar seperti kapal pecah yang baru saja terjadi.


Para pelayan dan prajurit jadi ikut melihat dan langsung memalingkan wajah mereka yang merona malu.


Xiao Zhan dan Fung Li yang berada di atas ranjang seketika bangkit. Mereka melirik kearah pintu secara bersamaan dengan wajah terkejut.


"Hahahaha, malam indah bulan bersinar di langit, tawa cinta, senyum cantik, mari semua kita kembali pada mulanya." Nyanyian Pangeran Xiao Fei membalikan tubuhnya niat kembali.


"Hah, kita salah tempat, ayo kembali," sambung Pangeran Xiao Jei merangkul pundak Xiao Fei dan berjalan pergi.

__ADS_1


...Bersambung ......


Nah tadi kalian pasti heran dan bingung sempat baca kata Kaisar Xiao Zhan yang nyebut "kodok" nh itu sebenarnya julukan si Pangeran Huang Li😂.


__ADS_2