PERNIKAHAN KE DUA

PERNIKAHAN KE DUA
TERPANA


__ADS_3

Wafa berdiri canggung, ia menunduk dengan jemari saling meremas. Dia berdiri di hadapan Arsya, menunggu apa pendapat pria itu tentang penampilannya saat ini. Namun beberapa saat menunggu, pria itu tak juga memberikan pendapatnya. Wafa pun mencoba bertanya meski ragu. “Mas… Gimana??”


Mike yang berdiri di samping Wafa mengulum senyum saat melihat Arsya yang hanya bisa diam terpaku dengan tatapan kekaguman pada istrinya. Dan melihat tatapan pria itu, sepertinya Mike berhasil menyulap istri pengusaha muda itu menjadi seorang ratu.


“Maaas..” Wafa kembali memanggil Arsya.


Arsya mengerjap, pesona Wafa benar-benar berbahaya, Arsya tak pernah hilang fokus seperti sekarang ini sebelumnya, dan itu karena seorang Wafa. Ia tak menjawab panggilan istrinya, namun tubuhnya bergerak berdiri dan menghampiri Wafa dengan langkah pelan dengan mata tak berkedip menatap wajah cantik Wafa yang kini juga tengah menatapnya.


“Sayang..” Panggilnya dengan lembut.


Wafa tak menjawab, ia hanya dia menatap Arsya menanti kata atau kalimat apa yang akan Arsya kembali ucapkan.


“Apa, apa sebaiknya kita pulang saja??” Tanya Arsya.

__ADS_1


Wafa mengerjap-ngerjapkan matanya dengan kening berkerut. “Ke..kenapa mas?? Apa aku jelek??”


“Tidak tidak tidak, justru kamu terlalu cantik sayang. Rasanya aku tidak rela pria lain melihat kecantikan kamu ini.”


Wafa mencebikkan bibirnya, ia memukul dada Arsya dengan gemas. “Kamu sendiri loh mas yang bawa aku kesini, dan jangan salahkan aku. Salahkan mbak Mike yang udah bikin aku kaya gini.”


Mike yang sedari tadi melihat adegan dan obrolan manis pasangan itu hanya bisa tersenyum-senyum saja, ia jadi merasa ikut tenggelam ke dalam keromantisan pasangan itu.


Arsyav menoleh pada Mike, ia berdecak kemudian berkata. “Dua kali lipat kamu batal.”


“Mas, jangan kaya gitu. Kasian mbak Mike.” Tegur Wafa.


“Dua kali lipat kamu gagal dan aku akan menggantikannya dengan empat kali lipat. Lihat saja notif di ponsel kamu.” Setelah mengatakan hal itu, Arsya merogoh ponselnya sendiri kemudian mengotak-ngatik benda itu sebentar dan kembali memasukan ponselnya ke saku jas yang ia kenakan.

__ADS_1


Tak lama terdengar suara ponsel Mike berdering singkat menandakan ada pesan masuk. Ia segera merogoh ponselnya dan membuka notif pesan dari salah satu aplikasi M-Banking, matanya membulat sempurna saat melihat deretan angka yang baru saja masuk ke rekeningnya. “Oh my God.” Gumamnya.


“Masih kurang??” Tanya Arsya.


Reflek saja Mike menggelengkan kepalanya dengan bibir menganga. “Bos, apa, apa ini tidak terlalu banyak??”


Arsya terkekeh, “Itu untuk keahlian tangan kamu yang sudah membuat istriku secantik ini.”


“Terima kasih bos.” Ucap Mike dengan senyum sumringahnya.


“Ok, kalau gitu kita pergi dulu. Sekali lagi terima kasih.” Ucap Arsya lagi.


Mike mengangguk, ia menatap pasangan yang semakin menjauh itu. Tatapan kekaguman tak juga luntur dari matanya. Betapa tidak, meski Arsya bukan orang sembaranga dan bukan dari kalangan ecek-ecek, tapi pria itu selalu tak ragu untuk mengucap kata TERIMA KASIH dan MAAF padanya. Kata orang Arsya itu tegas, dingin dan sedikit arogan. Tapi sejak ia bekerja pada Arsya, ia tak pernah menemukan itu dalam diri Arsya. Tegas mungkin iya, karena setiap pemimpin mempunyai jiwa tegas dan di segani, tapi untuk arogan rasanya tak mungkin. Arsya bahkan tak segan-segan membantunya saat Mike membutuhkan pertolongan.

__ADS_1


Dan sekarang pria itu sudah mempunyai istri, istri yang ternyata juga sangat baik dan polos. Cocok untuk bisa mengimbangi Arsya.


***


__ADS_2