PERNIKAHAN KE DUA

PERNIKAHAN KE DUA
GO PUBLIK


__ADS_3

Acara inti di mulai, semua tamu sudah tampak duduk di kursi dan meja yang sudah di sediakan. Selain para tamu, banyak juga para pemburu berita yang juga hadir disana untuk mencari bahan berita apa saja dari acara tersebut. Dan yang membuat para pemburu berita itu bertahan di sana adalah kehadiran Arsya yang menggandeng tangan seorang perempuan berhijab yang tampak cantik dan anggun. Karena setahu mereka, Gala Arsyanendra adalah seorang pria single.


Rangkaian demi rangkaian acara sudah terlaksana, dari mulai sambutan-sambutan hingga pemutaran iklan produk mereka untuk yang pertama kalinya sekaligus lounching produk untuk di sebarkan ke pasaran. Tinggal acara terakhir saja, yakni sesi tanya jawab dari para pemburu berita dan para petinggi perusahaan.


Harijaya, Arsya, Wafa, dan jajaran orang-orang penting lainnya yang bekerjasama dalam pembuatan produk tersebut sudah duduk berjajar di depan ruangan, termasuk juga Sisi. Mereka siap menjawab pertanyaan dari para wartawan.


Pertanyaan demi pertanyaan telah terjawab, namun ada salah satu wartawan yang bertanya pada Arsya mengenai hal pribadi pria itu.


“Maaf pak Gala, apa boleh bertanya tentang pribadi anda??”


Arsya tersenyum kemudian menganggu. “Silahkan, akan saya jawab jika saya bisa menjawabnya.”

__ADS_1


“Apakah anda mempunyai seseorang special pak Gala? Kami melihat anda datang bersama mbak cantik ini.” Kata salah seorang wartawan seraya menunjuk Wafa yang duduk di sebelah Arsya.


Arsya kembali tersenyum. “Baiklah, sepertinya saya memang harus mengumumkannya sekarang.” Kata Arsya, Wafa menoleh, ia menatap Arsya penuh tanya. Kemudian Arsya kembali berkata, “Ini Wafa Arsyanendra, istri saya.” Ucap Arsya dengan tegas. Membuat semua orang terkejut termasuk Wafa, ia tak menyangka jika Arsya akan mempublikasikan pernikahan mereka di hadapan media. Itu artinya, semua orang akan tahu tentang pernikahannya dengan Arsya.


“Mas..” Bisik Wafa. Namun Arsya tak mendengar, ia tak mau menyembunyikan Wafa lagi, ia mau semua orang tahu kalau Wafa adalah istrinya, miliknya.


Suasana menjadi riuh, kemudian kembali hening saat wartawan kembali bertanya. “Sudah berapa lama kalian menikah??”


“Kenapa anda baru mengumumkannya sekarang pak Gala??”


“Maaf sebelumnya, karena saya menghargai keinginan istri saya yang tidak mau banyak yang tahu tentang pernikahan kami. Tapi sekarang saya tidak mau lagi menyembunyikan ini, saya mau semua orang tahu kalau wanita cantik yang duduk di samping saya ini adalah istri saya, milik saya.” Arsya meraih tangan Wafa kemudian menggenggamnya. “Apa semua sudah jelas??”

__ADS_1


“Iya, terima kasih pak Gala.”


Arsya mengangguk seraya tersenyum. Kemudian pertanyaan kembali di tujukan pada Harijaya selaku pemimpin dalam acara tersebut.


Tak jauh dari Arsya, Sisi tampak mengepalkan tangannya seraya menatap Wafa penuh rasa kebencian. “Harusnya aku yang berada di posisi itu.” Batinnya, beruntungnya, baik Arsya maupun Wafa tak sempat bertemu secara langsung dengan Sisi, mereka saling menghindar untuk mengontrol diri masing-masing.


“Apa maksud kamu melakukan itu mas? Kamu kan udah janji sama aku kalau kamu tidak akan memberi tahu siapapun tentang pernikahan kita, tapi kamu malah mengumumkannya di hadapan media. Kamu juga gak ngomong dulu sama aku.” Ucap Wafa, sudah sedari tadi ia ingin menanyakan hal ini pada suaminya. Namun baru kali ini ia bisa melontarkannya, saat ini mereka baru saja memasuki mobil untuk kembali pulang.


“Gak ada maksud apa-apa sayang, harusnya dari dulu aku melakukannya.”


“Mas!!” Ucap Wafa, ia sedikit menaikan nada bicaranya karena kesal.

__ADS_1


__ADS_2