PERNIKAHAN KE DUA

PERNIKAHAN KE DUA
KISAH MASA LALU


__ADS_3

Karolina menghela nafas panjang sebelum ia memulai untuk membuka kembali kisah hidupnya pada Wafa. Kisah hidup yang sudah ia kubur dalam-dalam ke dasar sebuah kenangan yang sebenarnya tak ingin ia ingat lagi. Tapi benar kata orang, yang namanya kenangan tetaplah kenangan, untuk di kenang bukan untuk di lupakan. Karena nyatanya, berpuluh-puluh tahun sudah terlewat, namun Karolina masih tak dapat melupakan kisah hidupnya di masa lalu. Semua itu masih membekas bak baru terjadi beberapa bulan lalu saja.


“Mi, kalau mami gak mau cerita juga gak papa.” Ucap Wafa, ia melihat raut sendu di wajah sang mertua.


“Tidak sayang, kamu putri mami dan putri ibu mu, tentu kamu harus tahu persahabatan seperti apa yang terjalin di antara kami.”


Wafa tersenyum lembut, ia duduk menghadap sang mami dan bersiap untuk mendengarkan kisah panjang dari kehidupan sang mami di masa lalu.

__ADS_1


“Dulu, mami dan ibu kamu berteman. Hanya teman yang saling mengenal biasa saja. Kami belum bersahabat waktu itu. Ibu kamu bekerja di perusahaan papinya Arsya sebagai office girl. Waktu itu, mami dan papi di jodohkan oleh orang tua kami, dari dulu hingga sekarang, mungkin perjodohan antar bisnis atau antar politik di anggap lumrah. Mami jatuh cinta sama papi saat kami di pertemukan untuk yang pertama kalinya, saat itu papi menolak di jodohkan, dia mengatakan sudah mempunyai seorang gadis yang di cintai. Dan kamu tahu siapa nak?? gadis beruntung itu adalah ibu mu.”


Wafa terkejut, ia tak menyangka jika kisah hidup ibu dan mami mertuanya sama peliknya dengannya, sama rumitnya dan sama-sama sulit untuk di jalani. “Ibu??” Tanya Wafa.


Karolina mengangguk. “Iya nak, saat it umami marah, mami tidak terima. Penolakan itu adalah penolakan yang pertama mami dapatkan. Karena mami terbiasa mendapatkan apapun yang mami mau dengan mudah, dan saat mami mendapatkan penolakan, mami sangat marah dan sakit hati. Saat itu mami bertekad akan berbuat apapun untuk mendapatkan papi, bagaimana pun caranya, papi dan ibu mu harus berpisah.”


“Jadi, ibu juga mencintai papi??”

__ADS_1


“Iya nak, mereka saling mencintai. Dan mami dapat melihat cinta yang besar di mata papi untuk ibu mu. Hal itu semakin membuat mami marah, dan cara yang mami ambil akibat kemarahan mami salah. Mami merencanakan penjebakan untuk papi. Agar papi tidak bisa lagi mengelak dan menolak perjodohan kami. Malam it umami menghubungi papi, mami mengatakan kalau mami akan menyerah dan membicarakan perjodohan itu di batalkan asal papi mau bertemu dan makan malam bersama mami untuk yang terakhir kalinya. Dan papi setuju, malam itu dia datang. Mami sudah bertekad untuk membuat papi bertekuk lutut di hadapan mami, mami menjebak papi nak. Mami mencampurkan obat perangs*ng di minumannya.”


“Apa?? Obat perangs*ng??” Ulang Wafa.


Mami mengangguk, ia mulai terisak. “Mami memang licik nak, dan sampai sekarang rasa sesal itu masih saja menghantui mami. Saat itu papi jatuh ke dalam jebakan mami, demi cinta dan obsesi mami, mami rela menyerahkan kehormatan mami pada papi. Padahal kami belum menikah. Papi menangis saat dia menyadari telah melakukan kesalahan pada mami, dia meminta maaf. Dan kamu tahu nak? dia meminta mami untuk melupakan semuanya dan menjauhinya. Mami terkejut, mami kira papi akan mau bertanggung jawab, tapi dia justru mengatakan tidak akan bisa menikahi mami karena dia sangat mencintai ibu mu. Mami mulai lelah, mami mulai menyerah. Mami mencoba untuk ikhlas dan menyadari kesalahan mami, mungkin itulah akibat dari obsesi yang terlalu besar, mami celaka karena ulah mami sendiri.”


“Lalu apa yang terjadi mi??”

__ADS_1


__ADS_2