PERNIKAHAN KE DUA

PERNIKAHAN KE DUA
AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

Wafa menatap kaca jendela mobil di sebelahnya, pemandangan pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang terlewat kini terasa lebih menarik untuknya ketimbang menatap suaminya atau berbincang dengan pria itu.


Hatinya masih saja kesal pada Arsya, pria itu bertindak seenaknya tanpa berbicara dulu dan mendengar pendapatnya. Arsya jadikan itu sebuah kejutan, tapi ya, Wafa memang terkejut. Ia tak menyangka jika Arsya akan mengumumkan pernikahannya di hadapan media, itu artinya, bukan hanya lingkungan kantor saja yang akan heboh, tapi juga seluruh Indonesia.


Jika saja Arsya orang biasa, mungkin itu akan menjadi hal yang biasa-biasa saja dan tidak akan menarik perhatian orang banyak. Tapi pria itu adalah seorang pengusaha ternama yang namanya dan kemampuannya sudah di akui di Negara ini, tentu saja semua hal tentang Arsya sangat menarik untuk di kupas. Apalagi kehidupan pribadi pria itu, itu akan menarik perhatian banyak orang dan akan berbuntut pada di koreknya informasi tentang Wafa.


Sampai mobil Arsya memasuki halaman rumah pun, mereka masih saling diam. Mulanya Arsya berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Wafa berbincang, tapi respon perempuan itu memperlihatkan jika perempuan itu masih marah padanya. Akhirnya Arsya memilih diam saja.


Wafa turun lebih dulu, tanpa menunggu Arsya membukakan pintu atau menggandeng tangannya seperti biasanya. Pintu rumah yang sebagian terbuka membuat Wafa tak perlu mengetuk pintu atau memencet bel lagi.


Di ruang tamu ada Karolina yang tengah berbincang-bincang dengan salah satu temannya.


“Assalamualaikum mi..” Ucap Wafa di ikuti Arsya di belakangnya.


“Waalaikumsalam sayang, udah pulang??” Tanya Karolina.


Wafa mengangguk, ia menyalami mami mertuanya dan teman sang mami yang tampak tersenyum padanya. Begitu pun dengan Arsya.


“Ini nih yang lagi tranding.” Ucap teman mami.


Wafa tak mengerti, ia memilih diam saja.


“Sayang, mami gak nyangka loh kamu bakalan umumin pernikahan kalian ke public.” Ucap Mami seraya menatap Wafa dan Arsya bergantian. “Kalian jadi trending tuh di social media,” Lanjut mami lagi.


“Iya loh, tante juga lihat. Lagi rame banget, padahal baru satu jam-an yah Arsya ngumumin pernikahannya.” Timpal sahabat mami.

__ADS_1


Wafa hanya bisa tersenyum, ia tak tahu harus menanggapinya seperti apa.


“Maaf mi, tante, aku permisi ke kamar.”


“Oh iya sayang, kalian pasti cape.” Ucap mami.


Arsya pun mengikuti Wafa, ia berusaha meraih tangan Wafa namun perempuan itu selalu menghindar. Dan hal itu tak luput dari perhatian mami, perempuan paruh baya itu mengerutkan dahinya melihat putra dan menantunya yang sepertinya sedang tidak baik. “Ada apa dengan mereka..” Batinnya.


***


Wafa duduk di kursi meja rias, tangannya perlahan membuka hijab yang ia pakai. Sesaat tatapannya bertemu dengan tatapan Arsya di dari pantulan cermin di depannya, namun Wafa menunduk menghindari tatapan pria itu.


Arsya menghampiri Wafa, ia berjongkok dan meraih kedua tangan Wafa kemudian ia genggam. Pria itu menengadah menatap wajah sendu istrinya. “Sayang…”


Wafa tak menjawab, ia memalingkan wajahnya menghindari tatapan lembut Arsya.


“Kamu tidak mencintai ku mas, itu yang membuat kamu melupakan hal yang menurutku penting.”


“Bukan seperti itu sayang.”


“Lalu seperti apa mas?? Kenyataannya memang begitu kan??”


Arsya terdiam, kenapa lidahnya begitu sulit untuk mengakui jika ia mencintai Wafa. Padahal jika ia di hadapkan oleh banyaknya klien penting ia akan bersikap santai dan lancar dalam berbicara. Tapi di hadapan Wafa, lidahnya terasa kelu.


“Sayang aku…”

__ADS_1


Tok..tok..tok


Suara ketukan pintu membuat Arsya harus mengurungkan niatnya untuk mengakui perasaanya. Padahal kini Arsya sudah yakin jika ia memang benar-nenar mencintai Wafa. Itu ia sadari ketika ia tak suka melihat Wafa bersama Ardi, tertawa, tersenyum lembut, berbicara akrab, semua itu membuat Arsya sangat marah dan cemburu. Ia tak ingin kehilangan Wafa.


Wafa beranjak untuk membuka pintu, ia kembali mengenakan hijabnya sebelum benar-benar sampai di daun pintu.


Tok..tok..tok


Pintu kembali terketuk.


“Sebentar..” Ucap Wafa, ia membuka pintu, mami tampak berdiri disana dengan senyuman lembut.


“Apa mami mengganggu??”


“Tidak mi, silahkan masuk.”


“Tidak sayang, mami mau ngobrol-ngobrol sama kamu sambil minum the. Kamu bisa kan??”


“Tentu bisa mi, apa aku boleh mandi sebentar??”


Mami mengangguk seraya mengusap pipi Wafa. “Boleh dong sayang, mami tunggu di dekat kolam renang yah.”


“Iya mi, aku juga gak lama kok.”


Setelah Wafa kembali menutup pintu, ia beranjak ke kamar mandi tanpa melihat ke arah Arsya sedikit pun. Arsya baru saja hendak membuka mulutnya untuk memanggil Wafa, namun harus ia urungkan ketika melihat Wafa tak menoleh sedikit pun padanya. “Aku mencintaimu..” Lirihnya

__ADS_1


GUYS FOLLOW AKUN NT MAK YAH.. FOLLOW JUGA IG MAK @SAVANAGUNAWAN


__ADS_2