
"Karena aku mencintaimu!!"
Wafa tertegun mendengar kalimat keramat itu, fikirannya seolah menjadi kosong, ia tak tahu harus percaya pada Arsya atau tidak.
"Fa aku mohon jangan tinggalin aku." Kata Arsya lagi.
"Kamu, kamu mengatakan itu karena kamu tidak mau aku pergi bukan?"
Arsya meraih bahu Wafa kemudian membalikan tubuh perempuan itu agar ia dapat menatap mata indah istrinya dengan sungguh-sungguh. "Tatap mata ku Fa, apa disana ada kebohongan??"
Wafa memberanikan diri menatap mata tajam Arsya, ia berusaha mencari kebohongan atau keraguan di dalam mata pria itu, tapi tak ia temukan.
"Aku mencintaimu." Kata Arsya lagi. "Aku tidak tahu sejak kapan rasa ini datang, yang aku tahu aku begitu takut kehilanganmu. Yang aku tahu, kamu segalanya untuk ku, yang aku tahu, aku tidak akan bisa tanpa mu. Aku mencintaimu, aku mencintaimu."
Arsya menangkup kedua pipi Wafa, ia menghapus air mata yang masih mengalir di pipi Wafa dengan ibu jarinya. "Maafkan aku, aku selalu menyakiti mu. Maaf sayang."
Wafa menumpuk tangannya dengan tangan Arsya yang masih berada di pipinya. "Tapi yang kamu katakan kemarin menegaskan kalau kamu menyesal menikah dengan ku. Kamu menganggap kalau mami menjadikan kamu alat untuk membalas Budi. Kamu gak tahu betapa sakitnya hati aku saat aku mendengar hal itu. Masalah terus datang, menumpuk masalah yang belum juga selesai, dan semua itu membuat ku lelah mas. Aku ingin pergi sejauh-jauhnya, ke tempat baru yang tidak pernah aku kunjungi sebelumnya, agar aku bisa menjadi diri ku yang baru. Agar aku bisa melupakan kalau aku perempuan yang tidak pernah beruntung dalam mendapatkan cinta suamiku."
Wafa semakin terisak, dia merasa ditakdirkan untuk selalu terluka, dia merasa dirinya tidak pantas mendapatkan cinta siapapun.
"Maaf sayang maaf. Aku benar-benar tidak sengaja, aku mohon kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku ingin merubah semua kesedihan yang aku berikan padamu menjadi sebuah kebahagiaan. Menggantikan air mata ini menjadi sebuah senyuman. Aku mencintai mu, percayalah."
Wafa menunduk, ia melepaskan tangan suaminya dari pipinya. Kemudian melangkah mundur sedikit menjauh dari Arsya. "Kasih aku waktu mas, kasih aku waktu untuk memikirkan semuanya."
__ADS_1
"Tapi sayang.."
"Aku mohon.."
Arsya menghela nafas berat, ia tak punya pilihan lain selain mengangguk. Jika ia terlalu memaksa, ia takut Wafa justru akan semakin menjauhinya.
Wafa tak mengucapkan kata apapun lagi, ia keluar dari ruangannya meninggalkan Arsya yang masih diam terpaku di tempatnya. Tubuhnya pria itu terasa kaku, ingin mengejar tapi rasanya sangat berat, ingin berteriak tapi rasanya suaranya hanya tersangkut di tenggorokan saja.
Arsya mengusap pipinya dengan punggung tangan, kemudian ia tatap punggung tangannya sendiri. "Aku menangis??" Ucapnya seraya tersenyum kecut.
Baru saja hendak beranjak ke ruangannya, pintu ruangan Wafa yang kembali terbuka membuat ia menoleh. Wafa berdiri di ambang pintu, perempuan itu melangkah menghampirinya.
"Sayang..." Lirih Arsya.
Arsya terkejut, rasanya ia tak percaya mendengar pengakuan Wafa. "Apa sayang? Katakan, katakan sekali lagi." Pinta Arsya.
Wafa melangkah cepat menghampiri Arsya, ia peluk pria itu dengan erat. "Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu."
"Ya tuhan, terima kasih." Lirih Arsya seraya membalas pelukan istrinya.
Lama mereka saling memeluk dengan erat, saling menyampaikan ungkapan cinta lewat sentuhan.
Arsya melerai pelukannya, kemudian menggendong tubuh ramping Wafa hingga perempuan itu memekik tertahan.
__ADS_1
"Mas...."
"Sssttt, kamu harus membayar karena tadi malam membuatku tidur tidak nyenyak." Bisik Arsya seraya mengecup bibir Wafa sekilas.
"Tapi ini di kantor mas."
"Aku bosnya."
KLIK
Wafa tersenyum setelah mendengar bunyi itu, ruangan itu terkunci otomatis dengan tirai tertutup rapat.
Arsya kembali mengecup bibir Wafa, tentu saja Wafa membalas dengan senang hati. Kali ini pasti terasa berbeda, karena mereka melakukannya dengan perasaan yang sudah terungkap. Perasaan cinta yang selama ini tertahan, akan mereka luapkan saat ini. Bayangkan saja betapa hebohnya pertarungan penuh cinta itu, karena untuk pertama kalinya mereka melakukan itu setelah mereka saling mengungkapkan cinta mereka.
END
Terima kasih banyak-banyak buat kalian yang selalu mengikuti cerita mak. Kisah Wafa dan Arsya sampai disini yah, maaf kalau ada salah-salah kata atau ada cerita yang tak berkenan, yang melenceng dari realita, namanya juga dunia halu yakaaaannnn😂😂
Kalau kangen sama cerita mak, kalian bisa DM Mak yah, follow dulu IG Mak @savanagunawan, nanti Mak kasih tahu bocoran cerita yang Mak bikin.
Salah sayang buat kalian.
Jangan lupa jaga kesehatan ya guys. Wassalamu'alaikum....🙏🙏❤️❤️
__ADS_1