
kak zhul sudah tertidur fikirku,
kini tangannya sedikit tak begitu kencang saat mendekapku,
waktu berlalu semakin sore, aku beranjak dari kamar zhul dan ingin mandi di kamarku
dreet..
dreet..
bunyi dari ponsel kak zhul,
"MELA"
telpon itu berbunyi Kembali, tapi aku tak mau mencampuri privasi kak zhul, tapi kalau aku bangunin kak zhul kasihan, kan kak zhul baru tidur, baik lah sebaiknya aku pergi sekarang,
tring...
bunyi pesan masuk
kulihat dilayar ponsel kak zhul
"MELA"
"sayang angkat, aku kangen..
kubuka ponsel kak zhul, sepertinya kalau sebuah pesan tak apalah aku baca,hehe fikirku
dan masuk lagi dering pesan dari Mela
"sayangku Apa kamu nggak Kangen sentuhan manja aku".
mendadak fikiranku menjadi panas, melebihi memakai balsem satu cup pada kepalaku,
"astaga suci, tarikan nafas keluarkan, okk, tenang dan rileks", ku mencoba menenangkan hatiku
entah apa yang kurasakan saat membaca pesan mela yang begitu mesra yang ditujukan mela untuk suamiku sendiri,
"pantas saja kak zhul membiarkan hubungan ku dan kak eza tetap berjalan, ya dia pun mungkin masih ingin berada didekat mela",batinku
"sayang sedang apa, kemarilah, kebiasaan ya suka ninggalin aku pas aku tidur", ucap Zhul mengagetkan ku, kesimpan Kembali ponsel Zhul diatas nakas,
__ADS_1
"sebentar kak suci mau kekamar dulu, aku berlari meninggalkan Zhul yang masih berbaring.
"kenapa dengan suci, kenapa matanya sedikit berkaca kaca?, batin Zhul
zhul bangun dari tidurnya, dan mengambil ponselnya dari atas nakas
"astaga melani sialan", umpat zhul
klik..
zhul menghubungi melani
kini aku berdiri didepan pintu kak Zhu, kak zhul sepertinya sedang menghubungi seseorang, pasti itu melani, mungkin kak zhul memberi alasan pada kekasihnya itu yang sedari tadi menelponnya, fikirku
aku masuk sedikit mengetuk pintu,
aku tersenyum pada kak Zhul, dengan segera kak zhul memutuskan sambungan telepon itu,
aku menaruh nampan yang berisi segela kopi kesukaan kak Zhul, Kiki kak Zhul mendekat padaku
"sayang maaf, ucap kak zhul dan medekap bahuku halus
"untuk apa kak ??", jawabku
"sudah kak aku tak apa, selama kak zhul nggak mempermasalahkan hubungan suci ama kak Eza, suci juga begitu sama hubungan kak zhul dan Melani, jadi tak apa kak,, ucapku memotong penjelasan kak zhul dan melepaskan tangannya dari bahuku.
"di minum kopinya kak, Suci mau mandi dulu", ku meninggalkan kak zhul yang kini terus menatap lekat padaku.
Zhul keluar dari kamarnya, melihat kamar suci yang tertutup, zhul pun bergegas turun ke bawah berfikir suci sedang menyiapkan makan malam untuknya,
hanya ada bi sani dan bi elah disana,
"bi suci mana?", tanya zhul
"anu den, tadi non Suci bilang kalo non mau makan dikamarnya, jadi tadi bibi udah bawain kekamar non suci, jelas bi elah
"ok, sekalian makan malam saya juga bawa ke kamar suci", ucap zhul
didalam kamar suci sedang sibuk berbincang dengan Seseorang diponselnya
"iya kak suci juga kangen"
__ADS_1
"Iyah maaf kak, hahaha
"ah masa Iyah, kak Eza bilang begitu sama kak carla, haha
"apa kak jarang makan,
"ya bukan maksud suci begitu, kak..
Kini zhul berdiri dibelakang suci yang tak Suci sadari karena asyiknya mengobrol dengan seseorang di telpon,
"kak,, kaget suci,,
"ya udah yah kak, suci tutup dulu, bye.. senyum Suci sumringah..
"kak sejak kapan ada dibelakang suci, tanya suci
"sejak kami sibuk dengan ponsel kamu, itu eza, tanya zhul
"ini", suci menunjuk ponselnya", bukan kak ini kak carla, ucapku
"Bagus deh, ucap zhul santai
"apa kak", tanya suci tak mendengar jelas.
"nggak apa-apa, kamu udah makan sayang, tanya zhul,
"baru mau kak, tadi sempat ketunda soalnya kak Carla telpon, ini juga mau lanjut makan, maaf yah kak, suci makan dikamar, soalnya udah kebiasaan kalau di apartemen suci suka makannya didalam kamar, ucapku lalu tersenyum pada zhul.
"tak apa, itu lebih baik, jadi kamu Bisa leluasa nyuapin aku disini, iya kan", tanya Zhul
tok..
tok..
"masuk",ucap Zhul
"maaf den ini makannya, ucap bi elah,
"Simpan Sini bi"ucap Zhul
"saya permisi den non", bi elah meninggalkan keduanya
__ADS_1
kini suci menyuapi zhul sesuai permintaan suaminya itu, bahkan suci sudah mulai terbiasa.