
Zhul tengah mempersiapkan kamera ponselnya. Suci bergaya dengan baju dan celana yang sangat kedodoran untuknya namun ia sangat senang berkat pakain itu ia bisa langsung merasakan jika Zhul kini tengah berada bersama dirinya "baju kak zhul wangi, aku suka..aku suka, hehe!" batin Suci
"siap sayang.." ucap Zhul menatap Suci yang masih mencari gaya yang pas,
"udah kak" sedikit teriaknya, beberapa orang yang berada di luar cafe tengah memperhatikan kearah keduannya. Zhuldan suci tidak memperdulikan orang-orang disekitarnya itu.
"cekrekk..cekrekk.." bunyi ponsel Zhul mengambil beberapa foto Suci dengan berbagai gaya membuat Zhul semakin gemas dengan istri cantiknya.
Suci berlari kearah Zhul ingin segera melihat hasil bidikan suaminya itu "mana kak? Suci mau lihat!"
Zhul memberikan ponselnya pada Suci "Ni sayang dijamin hasilnya bagus-bagus!" Zhul mengacungkan salah satu jempolnya "siapa dulu foto modelnya?? Suci istri Zhul!" Zhul tak hentinya memuji Suci hingga kini wajah Suci memerah seperti tomat yang siap panen.
"kak.. nggak usah muji kaya gitu Suci jadi malu..!" Suci menundukkan pandangannya,
"Kalau lagi malu-malu kaya gini malah tambah cantik loh!" Zhul memegangi dagu Suci, ia mendongakka pandangan Suci untuk menatapnya.
Dengan cepat Suci melepaskan tangan Zhul dari dagunya, karena beberapa orang yang tengah menatap kearah mereka berdua,
Beberapa sisiwi SMA yang tengah nongki-nongki di cafe itu ikut menyoraki keduannya, mengalahkan supporter timnas.
Suci memilih foto yang menurutnya bagus dan pas untuk ia jadikan wallpaper di ponsel Zhul suaminya "kak Suci pilih ini yah? buat gantiin wallpaper kak, sucikan nggak mau kak pake wallpaper yang ini, jelek tahu..!" Suci mengganti fotonya yang ada dilayar depan ponsel Zhul yang tengah tertidur dengan foto yang baru saja Zhul bidik
wallpapers diponsel Zhul sebelum Suci ganti
diambil zhul ketika berada dirumah bundanya.
__ADS_1
ini Foto yang baru saja Zhul bidik dan langsung Suci ubah di wallpaper ponsel Zhul.
"bagus banget, dengan gaya apapun asalkan itu foto istrinya zhul, pasti kak suka banget sayang" puji zhul "langsung pulang? apa mau makan dulu sayang?" tanya zhul
"Pulang kak, capek pengen bobo!" Suci mengelus perutnya yang masih rata
keduanya memasuki mobil untuk perjalanan pulang "sebelum kak nyetir kak mau cium dede bayi dulu, boleh?" Zhul tersenyum manis pada Suci meminta persetujuannya,
"boleh suamiku!"
Zhul membuka sebagian baju Suci memperlihatkan setengah perut suci "cupp.. yang baik yah sayang diperut bunda" Suci mengulus kepala suaminya itu,
dan "cup.." zhul mencium kening Suci "makasih yah sayang sudah mau mengandung anak kak?"
"iya kak. Makasih juga udah mau jadi suami yang baik, tampan, nyenengin, tidak sombong, rajin menabung---" ucapan Suci terhenti saat zhul mencium bibirnya
****
Sinta menatap sosok wanita paruh baya yang sudah melahirkannya, sudah beberapa bulan ibunya dirawat disalah satu rumah sakit namun dengan kondisinya yang belum juga menunjukkan kabar baik.
"sinta.." ucap dokter 30 tahunan yang menangani keadaan ibunya
"ya pak Frans.." Sinta perlahan membuka kedua matanya, rasa lelahnya sangat terasa dikala ia harus bergantian menjaga Ibunya dengan adiknya Tio yang harus kuliah setiap harinya dengan jadwal yang tak menentu.
"Bagaimana dengan pendapat saya kemarin? sudah mendapat jawaban dari keluarga kamu!"
Sinta menggeleng cepat "tidak pak, bukankah sudah saya bilang, kalau ibu hanya memiliki saya dan Tio!"
Dokter frans mengangguk "iya aku ingat, lantas kamu mau menerima usulanku untuk membawa ibumu menjalani perawatan di luar negri?"
__ADS_1
Sinta mengehela nafas panjangnya "iya Frans.. tapi bisakah tunggu sebentar lagi, aku sedang berupaya untuk mencari dana untuk keberangkatan ibu!"
Frans memegang kedua pundak Sinta "apa kamu menolak dengan apa yang akan aku lakukan, aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk ibumu?" tanyanya penuh dengan penekanan
"Frans.. please kamu udah terlalu banyak bantuin aku, ibu dan Tio, lantas bagaimana aku harus membayar kamu jika kamu terus saja berniat untuk membantu perawatan ibu!" Sinta mencoba melepaskan tangan frans dari pundaknya,
Frans dengan segera menggenggam tangan Sinta, ia berjongkok bertumpu pada kakinya "jadilah istri aku, itu sudah cukup untuk membayar semua yang udah pernah aku lakuin buat kamu!" pinta Frans
"maaf Fran---" ucap Sinta terpotong kala adiknya Tio datang untuk bergantian mengunggu Ibunya.
Frans melepaskan tangan Sinta ia berdiri seolah sedang tidak terjadi apapun. Sinta berjalan menghampiri Tio, menepuk pundaknya "de, jagain ibu yah kak kerja dulu!"
"iya kak hati-hati.."
Shinta pergi menjauh dari ruangan ibunya, menyimpan kata yang akan ia ucapkan pada Frans seorang dokter yang selalu ada untuknya saat Sinta mengalami kesulitan.
.
..
...
**Jangan lupa like komen dan votenya yah
ikutin juga akunku "wini"
baca juga Novel wini..
- secret love affair** -
__ADS_1