Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 47


__ADS_3

zhul menarik nafas panjang "bunda!"


"kenapa zhul, apa banyak pekerjaan dikantor yang membebani kamu?"


"bukan bun!" zhul menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"lantas kenapa, sepertinya kamu sangat lelah!"


"zhul rasa ada yang salah dan aneh dengan sikap Suci hari ini!" ungkap zhul


"aneh bagaimana zhul? Apa Suci bertemu dengan eza tanpa memberi tahu kamu?" tanya bunda


"bukan itu bun!" zhul mengacak rambutnya


"lantas apa?" heran bunda


zhul mulai menceritakan kejadian tadi siang sampai ia menuju rumah bunda sesuai keinginan manja suci.


"haha, zhul kamu itu bagaimana sih, namanya istri manja sama suaminya ya wajar dong!! bukannya itu yang sedari dulu kamu mau?"


"ia sih Bu" zhul menggaruk kepalanya yang tidak gatal "tapi kok mendadak banget yah Bun manjanya?"


"zhul...apa jangan2 istrimu??!!!"


"kenapa dengan suci Bun?"


"hamillll" ucap bunda membuat zhul tercengang dan langsung menunjukkan ekspresi bahagianya.


"benarkah bun, benarkah suci hamil?"


"itu sih menurut bunda zhul, sama persis yang kamu ceritain tadi manjanya suci persis kaya dulu bunda pas lagi mengandung kamu, bunda tuh manja dan banyak maunya sama alm. papah kamu!"


"ahh, zhul nggak bisa membayangkan kalau emang suci hamil, trus zhul dan suci dipanggil papih dan mamih, menggemaskan sekali bun" ucap Zhul yang tersenyum sumringah

__ADS_1


"haha, kamu zhul" bunda senang melihat tingkah zhul seperti itu, karena ia teringat saat putranya dulu yang mengharapkan cinta suci dari kejauhan tanpa bisa mengungkapknnya.


"ya sudah sana kamu temanin istrimu tidur!"t


titah Bunda


"siap ibu komandan" zhul mencipika cipiki bundanya sebelum berlalu


*******


"gue udah didepan apartemen Lo" pesan yang eza kirimkan pada sinta


tak lama kemudian sinta membukakan pintu apartemennya,


ceklek...


"Lo za, ngapain pagi2 gini kesini? kurang kerjaan banget sih?!" sinta membukakan pintu apartemennya dengan masih menggunakan piyama pendek pink-nya.


pakkkk


Eza menaruh secarik cek yang ia janjikan pada Sinta "tuh anggep aja itu uang muka karena lo mau bantuin gue!" ucapnya


sinta mengambil cek itu dan menatapnya dengan salah satu sudut bibirnya ia angkat "ok thanks"


"main thinks, thenks, thanks aja Lo, cepetan mandi sana? Lo harus ikut gue sekarang!"


"kemana sih za, gue masih ngantuk semalam gue pulang malem!"


"dari mana Lo, gue cari ke club, Lo nggak ada?"


"gue abis kerum---- aah apan sih kepo sama hidup gue! sarkasnya


sinta berlalu dari pandangan eza dan menuju kamar mandinya tanpa menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


sinta keluar setelah acara mandinya selesai menggunakan handuk pendek diatas lutut dengan rambut panjang yang basah tergerai begitu saja


eza menelan salivanya susah payah, menatap pemandangan didepannya itu


eza menghampiri sinta yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil "Lo mau goda gue dengan berpakaian seperti ini? tanpa lo tutup tuh pintu" eza menunjuk pintu kamar sinta dan merapatkan tubuhnya pada tubuh Sinta


"apa sih Lo za, mesum banget" Sinta mencoba mendorong tubuh eza


Dengan cepat eza menarik tangan sinta dan mengangkat dagunya, kedua nafas itu berhembus menggebu, eza mendekati bibir imut sinta, Sinta mulai memejamkan matanya


seolah menerima apapun itu yang akan eza lakukan padanya.


eza melewati bibir sinta tanpa menyentuhnya beralih mendekati telinganya "cepetan ini keburu siang!" bisik Eza lalu melepaskan tangannya


sinta membuka matanya "pe'a Lo za" sinta menatap Eza


"Napa Lo mau lebih? tapi sayang bibir gue terlalu manis buat nyentuh bibir Lo" sarkas eza


"manis apanya biasa aja, bukannya dulu udah saling pautan!" lirih sinta


"Lo bilang apa?" tanya eza karena perkataan sinta yang kurang jelas terdengar oleh Eza


"gk, cepet, cepet keluar Lo Sono?" Sinta mendorong tubuh eza sampai depan pintu kamarnya dan menutup keras pintu itu.


"braaaagh"


"eh dodol, main banting aja Lo, buruan gak pake lama!" eza terus mengetuk pintu kamar sinta


"ngapain Lo lihat2 foto gue, kesemsem baru kerasa Lo!" ucap sinta yang baru keluar dari kamarnya menatap eza yang tengah berdiri memandang bingkai foto dirinya


"amit2..." batin Eza


keduanya keluar dari apartemen sinta, dengan sinta yang terus mengekor di belakang eza.

__ADS_1


__ADS_2