Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 82


__ADS_3

🌹🌹Hai..hai pembaca setia novel PERNIKAHAN YANG INDAH. Wini balik nih ada yang kangen nggak (duh PD deh authornya, wkwkwk)


Alhamdulillah berkah yang maha kuasa buat wini begitu indah dan nyata. Sebuah pengalaman yang mana menampilkan pemeran wanita di novel wini neng SUCI yang tengah berbadan dua dan hal hasil kenyataan itu berada di pihak wini.. Alhamdulillah..


Biasa yah pembacaku yang Budiman namanya juga orang yang tengah berbadan dua suka badmood tiba-tiba. Nah itu alasan wini belum sempet lanjutin ni novel dan baru update lagi. Dimaklumi yah, heheπŸ™πŸ™


Jangan lupa like dan votenya yah


lanjutkan yah kecerita kemarin πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


"ka..kk jangan seperti ini." ucap Suci tubuhnya gemetar kala tubuh Eza semakin dekat dengan tubuhnya, hanya memberi jarak yang siap terkam.

__ADS_1


Seolah tidak menghiraukan ucapan Suci, Eza lebih mendekatkan wajahnya pada Suci. Dengan gerakan cepat Suci memalingkan wajahnya dari tatapan Eza.


"Suci mohon kak.. jangan seperti ini." Suci semakin tersudutkan dengan perlakuan Eza, ia takut jika ada seseorang yang melihat mereka yang terlalu dekat seperti in akan mensalah artikan kedekatan itu. Dan sampai Zhul suaminya yang tahu entah apa yang akan terjadi. Suci takut jika suaminya akan marah atau bisa saja Zhul lebih mempercayai kondisi yang terjadi karena keduannya begitu sangat dekat. Atau mungkin bisa saja Zhul langsung menghajar Eza babak belur karena telah mengusik istrinya.


Suci meronta memukul dada Eza dan memukul pundak Eza beberapa kali sampai tangannya sendiri yang merasa kesakitan sampai Suci merintih.


"Maaf." satu kata terlontar dari mulut Eza setelah sekian kalinya Suci memintanya untuk dilepaskan dari kungkungan tubuhnya. Tapi nihil setelah kata maaf namun tetap saja Eza tak berniat untuk melepaskan kedua tangannya dari samping tubuh Suci. Eza melingkarkan satu tangannya pada pinggang Suci membuat Suci berteriak histeris.


Seolah masih bersikap egois dan dibutakan oleh cintanya Eza sama sekali tidak memperdulikan tangisan wanita yang amat ia cintai itu.


"aku mohon, tinggalkan Zhul dan kembalilah padaku. Kamu tahu aku tak bisa hidup tanpa kamu." suara Eza lirih matanya merah menahan air mata menahan harapan dan rasa kecewanya pada Suci.

__ADS_1


"Aku mohon kak lepasin Suci. Kak pasti dapetin perempuan yang lebih baik dari Suci. Suci nggak bisa tinggalin kak Zhul dia suami Suci kak." Dengan masih terisak dan berusaha melepaskan lingkaran tangan Eza, Suci terus memohon agar lelaki didepannya itu akan sadar dengan apa yang tengah ia lakukan pada Suci.


Harapan tinggal harapan. Eza semakin gila dengan ucapan Suci. Dengan kata yang Suci ucapkan suci yang tak bisa meninggalkan Zhul karena zhul suaminya. Kata yang menyakitkan untuk Indra pendengaran Eza kata yang teramat sakit untuk batin dan hati Eza meski Ezaa tahu itu bukan hanya sebuah kata dan kalimat kebohongan melainkan sebuah kenyataan yang seharusnya ia hargai tanpa harus mengganggu kehidupan Suci dan Zhul. Kalimat yang seharusnya bisa menjadi kesadaran untuk Eza terima dan berhenti untuk mencintai Suci.


Namun tidak, Eza sepertinya tidak akan bisa berhenti untuk terus mencintai Suci.


"Sungguh aku sangat mencintaimu Suci bahkan aku tahu kamu lebih paham dan tahu bagaimana dalamnya dan tulusnya aku mencintai kamu melebihi Zhul orang baru yang datang dalam kehidupan kamu. Orang baru yang sudah berhasil merebut kamu dari aku. Orang baru yang sudah mengubah perasaan kamu padaku." Lirih Eza ia mendekap tubuh Suci memeluk tubuh wanita dambaannya tanpa ada lagi teriakan ataupun rontaan Suci padanya.


Seperti tengah terhipnotis oleh perkataan Eza yang cukup memiriskan hatinya Suci tengah menerawang dan memikirkan akan apa yang terjadi padanya sampai ia benar-benar bisa mencintai Zhul suaminya itu yang baru ia kenal sementara Eza yang sudah bertahun tahun bersamanya Suci harus belajar untuk mencintai lelaki itu.


Bukan Suci yang bodoh melainkan cinta itu begity adanya. Cinta tidak bisa dipaksakan. Cinta bisa hadir diwaktu yang tidak tepat dan cinta bisa tumbuh dengan sendirinya tanpa harus mencintai seseorang yang sudah saling mengenal. Bahkan ada pepatah yang mengatakan jika Cinta tumbuh pada pandangan pertama.

__ADS_1


__ADS_2