Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 63


__ADS_3

Eza Membawa Sinta pulang ke apartemennya selama dalam perjalanan mereka tidak mengeluarkan sepatah katapun, kini Sinta keluar dari mobil Eza dengan tergesa suara tangisnya menjadi sesegukan air mata tak henti mengalir dari dua matanya. Sinta menekan password apartemennya untuk segera masuk kedalam, hendak menutup pintu apartemen namun dengan cepat eza menahan pintu itu,


"Lo pulang aja za ini udah malem!"ucap Sinta


"nggak, gue mau masuk!" Jawab Eza


Dengan berat hati Shinta membuka kembali pintu apartemennya dan meninggalkan eza diruang tamu ia masuk kedalam kamarnya


"sin sini dulu duduk dulu disini?" Eza meraih lengan Sinta dan mendudukkannya di sofa disamping duduknya,


"Gue nggak bermaksud untuk bikin lo nangis kayak gini, tapi gue enggak tahu, gue nggak ngerti kenapa gue nggak bisa lihat Lo temenin tuh cowok!" jelas Eza


Eza mencakup ke-dua pipi sinta "maafin gue..!"


sinta melepas kasar tangan eza dari pipinya "gue juga nggak suka Lo terlalu ikut campur dikehidupan pribadi gue!" sarkas sinta


"sin, kalau lo ngambek ternyata lo tambah cantik ya?" goda Eza, sinta menatap eza tajam


"dari dulu gue cantik, mata lo aja yang buta!" kesal sinta

__ADS_1


"ya udah deh, gue akui kalau lo tu emang cantik!" pujian eza membuat wajah sinta merona "mumpung gue lagi bahagia, jadi gue ikhlas muji Lo!" tambah eza, sinta memukul paha eza kesalnya, membuat eza meringis kesakitan.


"sekarang lo dengerin gue yah, gue punya kabar bahagiaaaa banget" eza tersenyum semanis mungkin,


Sinta mangut2 dan mulai mendengarkan Eza,


"Tadi pagi gue telepon Suci dia angkat telepon gue, Lo bisa bayanginkan sin bisa denger suaranya bikin hati gue adeem banget"


"trus..." sinta dengan malasnya mendengarkan cerita Eza


"dia minta gue untuk datang ke rumahnya, coba Lo tebak dia minta di beliin apa coba ama gue? dia minta di beliin bubur sin, rasanya pengen banget tuh tukang buburnya sekalian gue beli saking bahagianya hati gue" senyum merekah di bibir Eza


"pas sampe rumahnya dia lihat gue tapi kok anehnya dia kelihatan kaget yah sama kedatangan gue? tapi tetap gue bahagia banget gue bisa lihat wajah cantiknya gue bisa lihat senyum manisnya. Sin lo bisa bayangin kan seberapa bahagianya hari ini gue?"


"sin...sin..dasar k*bo, nempel langsung molor!" eza membopong tubuh sinta kekamarnya


eza membaringkan sinta dan menutup tubuhnya dengan selimut, ia membiarkan sinta tidur dengan masih menggunakan pakaian yang di gunakan saat kerja Eza takut jika sampai ia mengganti pakaian sinta jiwa lelakinya akan keluar, mengingat jika ia hanyalah seorang lelaki biasa dimana birahinya akan naik jika melihat hal2 yang begitu-begitu.


"maafin gue buat Lo nangis!" eza mengelus puncak kepala Sinta sebelum ia meninggalkan apartemen sinta.

__ADS_1


Dirasa eza sudah pergi dari apartemennya, ia membuka kedua matanya yang sengaja ia tutup seolah dirinya sedang tertidur, ia sudah tidak tahan mendengar ucapan Eza, membuat hatinya terluka.


"eza..Lo terlalu egois, Lo mau gue ikutin apa yang lo mau, sementara lo seenaknya ceritain kebahagiaan Lo sama cewek yang lo sayang itu!" lirih sinta


"seharusnya Lo ngertiin juga perasaan gue za!" isak tangisnya kembali pecah.


.


..


...


jangan lupa like komen dan votenya


ikutin juga yah akun dan grup chattku "wini"


baca juga Novel wini di


"secret love affair

__ADS_1


__ADS_2