
zhul membalikkan badannya setelah ia berhasil mengusir Reno dari ruanganya, kini ia menatap suci dan berjalan menghampirinya, sebelumnya ia sudah meminta novi untuk tidak mengganggunya saat ini. Dengan penuh pengertian novi menyetujui permintaan atasannya itu, meski sebenarnya zhul masih harus menandatangani beberapa berkas-berkas penting.
Suci kini tengah merapikan meja yang ketiganya pergunakan untuk makan siang tadi. Suci mengacuhkan zhul yang terus merengek padanya,
"kak masih laper loh sayang?" manja zhul
"makan aja sana diluar!" ketusnya
"ya kok gitu sih sayang, udah nggak peduli nih sama kak sekarang?"
"bia---, kak lepasin ikh,, lepasin..." zhul tengah menggendong tubuh Suci untuk ia bawa keruang istirahatnya yang masih berada diruangannya.
Suci menatap kagum pada ruangan tempat Zhul beristirahat, ruangan yang zhul padukan dengan warna favoritnya putih dan bedcover yang digunakan pun berwarna putih sesuai dengan kamar suci yang berada di apartemennya dulu. dikamar itu terdapat beberapa foto lawas suci, dengan beberapa model rambut dari gaya pendek, panjang atau saat ia masih mengikalkan rambutnya.
"kapan kak dapat foto2 suci yang ini, ini dan ini?" tanyanya dengan menunjuk2 fotonya sendiri,
"kapan yah,,,!" goda zhul, ia mengambil salah satu foto suci dan membuka foto itu dari bingkainya "setiap foto ada tanggal dan waktunya sayang, ini kamu lihat!"
"kak.. seberapa besarnya kak sayang suci" suci memeluk zhul, ia menitikan air matanya
"nggak bakal terukur dengan apapun besarnya itu, kak sayang dan cinta sama kamu semenjak kita belum bertemu. Kamu tahu sayang.. rasanya melihat tapi tidak terlihat?" suci menggeleng mendengar pertanyaan zhul.
__ADS_1
"rasanya sakit, tapi kak selalu mencoba untuk terus berusaha agar terlihat.. untuk mengetuk hati kamu walau sulit, untuk memberi tahu kamu kalau kak selalu berada didekat kamu itu sulit benar2 sulit. tapi kak selalu berdoa dan berusaha agar Tuhan suatu saat nanti akan mempersatukan kita.
"kak.. cupp" suci mencium bibir zhul kilas "maaf...!"
Zhul mengangguk "sekarang kak sangat amat bersyukur, Tuhan sudah mendengar doa dan membalas usaha kak untuk terus mencintai kamu, kamu sekarang bisa berada di dekat kak, selalu bersama kak semua itu anugerah yang luar bisa untuk kak sayang!"
keduanya berpelukan cukup lama, hingga zhul melepaskan pelukan itu "jangan nangis, kak udah janji sama almarhum papa, Kalau kak nggak akan pernah buat kamu sampai menitikan air mata."
"ini namanya terharu kak, bukan nangis karena rasa sakit hati!"
"oh..ya, berarti sekarang ngambeknya udah selesai dong, kak udah di maafin dengan sepenuh hati dong Kalau kaya gini!"
"kamu cemburu yah sayang? kak bahagia banget kamu punya rasa cemburu seperti itu sama kak!"
"ialah cemburu malah pake nanya lagi!" suci menyilangkan kedua lengannya di dada "lagian sama klien CIPIKA-CIPIKI segala, pake JABAT TANGAN lama lagi, ngobrol aja kayak bukan sama klien! yang paling parah dia panggil kak dengan sebutan MAS" cerocos suci, suci menekan kata yang menurutnya menyebalkan.
"iya maaf..sini sini! kak jelasin" zhul menuntun suci untuk duduk di ujung ranjang bersamanya
"dia namanya berta, orangnya emang SKSD, suka nyosor kaya cipiki cipiki yang tadi kamu lihat. Tapi sedikitpun tadi kak nggak bermaksud untuk membalas perlakuannya, kak malah males kalau harus meeting bareng Berta" jelas zhul
"iya,,tapi lain kali lebih jaga jarak satu atau dua meter misalnya, maklum kak sekarangkan virus lagi bertebaran dimana-mana" suci tengah berbisik di telinga zhul
__ADS_1
zhul tergelak mendengar ucapan suci yang sangat menggemaskan untuknya "bhaha..aduh perut kak sakit sayang" kini zhul menatap suci dengan serius "kalau kamu mau, kak bisa batalin kontrak dengan perusahaan Berta?"
"bukan begitu kak, tapi kata dede bayi.."suci mengelus perutnya dari luar bajunya "dede bayi nggak suka lihat papanya deket2 sama perempuan lain selain sama bundanya" zhul mesem2 mendengar ucapan suci.
"iya kak janji, kak jalanin semua sesuai dengan perintah kamu, jaga jarak 5 meter kalau perlu!"
Suci memukul gemas pundak zhul "masih bis---" zhul langsung mencium bibir suci agar istrinya itu berhenti untuk berbica bukan karena berisik atau bosan dengan setiap kata yang istrinya itu keluarkan dari mulutnya, zhul hanya gemas melihat bibir sexy istrinya itu yang terus berbicara dengan bibir yang naik turun, mengecil dan melebar saat berbicara, tingkat bicaranya pun semakin cepat dan lama saat suci mulai mengandung.
.
..
...
jangan lupa like komen dan votenya
ikutin juga yah akun dan grup chattku "wini"
baca juga Novel wini di
"secret love affair
__ADS_1