
Melani menggigit bibir bawahnya, menunjukkan ke sexiannya, mendekati zhul dengan kancing baju yang sudah ia buka beberapa, menampakkan bagian dada melani yang indah bagi setiap mata lelaki yang melihatnya, tapi tidak dengan zhul
"sayang apa kamu merindukanku?"Melani
"wanita sialan, masih saja pakai cara kotor untuk mendapatkanku" bantin zhul
mendekat dan mendekati zhul kini melani berhadapan dengan wajah zhul, dengan nafas zhul yang menggebu menandakan keberhasilan atas rencana liciknya itu,
"gila semakin panas, batin Zhul
cupp
Melani ******* bibir zhul, tak ada respon dari zhul,
"sabarlah meli, apa kamu lupa ini didalam kantor, bisa saja novi atau yang lainnya masuk kedalam, saat kita bercinta" zhul tersenyum memaksa, dan menutup bibir Melani dengan jari telunjuknya
"tunggu aku akan temui novi dan memintanya agar tidak mengganggu kita" ucap Zhul meninggalkan melani yang tersenyum bahagia, Zhul menutupi reaksi obat perangsang yang diberikan melani
"akhirnya zhul mau melakukannya denganku, oh tuhan aku sangat bahagia rencanaku berhasil" batin meli masih menampilkan wajah kebahagiaannya
zhul menemui Novi,
"novi beri saya kunci mobilmu cepat"titah zhul
"ini pak, apa bapak sedang sakit, wajah bapak" Novi menunjukkan jari telunjuknya kewajah atasannya itu yang berubah tak seperti biasanya terlihat tak karuan
"saya tidak apa apa, kamu pulang bawa mobil saya saja, dan jangan lupa usir wanita gila itu dari ruangan saya" nafas zhul semakin menggebu tak karuan,
zhul berlari secepat yang ia bisa, novi hanya kebingungan dengan sikap zhul
"lama banget sih zhul, apa sebaiknya aku temui dia" melani
"Novi, zhul kemana?"malani
__ADS_1
"maaf Bu sepertinya bapak sudah pulang, dan sebaiknya ibu juga pulang saja, karena saya dan rekan-rekan kerja yang lain akan pulang sekarang Bu" ucap novi
arrggg, bruuug
"zhul kenapa kamu ninggalin aku sih" melani marah dan menggebrak meja kerja Novi
^^^^^^^^
"wanita iblis...
"panas, panaaaas"
zhul mempercepat laju kendaraannya, sementara pikirannya masih berkecamuk dalam kebingungan dan menahan hasrat yang menggila itu karena efek dari obat perangsang yang diberikan melani tanpa sepengetahuannya, entah harus ia lampiaskan padahal istrinya suci atau harus ia tahan sampai menyiksa dirinya sendiri dengan hasrat yang menggebu itu setiap detiknya yang terus bertambah dan bertambah besar.
tookk
tookk
"suci...
"tolong aku suci,
zhul terus mengetuk pintu kamar suci, meski zhul tahu sepertinya suci tengah terlelap dalam mimpi indahnya.
saking kerasnya zhul mengetuk pintu, membuat suci terbangun dari tidurnya
"seperti suaranya kak zhul" ucap suci yang berjalan sedikit sempoyongan mengumpulkan sisa raganya
"breeg"
Kini zhul mendekap suci
"suci tolong aku, tolong aku suci, tolong" ucap zhul yang mulai tak tahan dengan hasrat itu
__ADS_1
"kak zhul kenapa, kak zhul sakit, kenapa pulang semalam ini?" tanya suci heran
"panasss, panasss suci tolong, aku mohon.."
suara zhul mulai meracau
"apa kak zhul mabuk, tapi tidak bau alkohol sedikitpun"batin suci
"melaniii sialan itu, dia memberikan obat perangsang pada minumanku suci, aku mohon tolong aku"
suci membelalakkan matanya,
"bagaimana ini bisa terjadi, sementara yang kudengar bila hasrat orang yang meminum obat perangsang tidak tersalurkan akan berdampak buruk pada orang itu, apa yang harus aku lakukan, aku belum siap dengan semua ini, tapi zhul adalah suamiku"
"tanpa mendengar persetujuan dariku zhul mendekapku lebih erat, zhul mencium dan ******* setiap inci bibirku, aku tak bisa menolaknya, meski hatiku berkata jangan lakukan itu tapi tidak dengan tubuhku yang menerima setiap sentuhan yang zhul berikan padaku
"jangan zhul,, aku menangis, mungkin suatu saat nanti aku menginginkan hal ini terjadi jika aku dan zhul sudah saling mencintai dan memiliki seutuhnya, bukan seperti saat ini, zhul menginginkan diriku hanya karena ia tidak bisa menahan hasratnya karena efek obat perangsang"
"tolong aku suci, aku tak mau melakukannya dengan melani"ucap zhul dengan nafas terengah
"kenapa kau tak mau melakukannya dengan Melani, bukankah kamu sudah pernah tidur dengannya"batin suci
Dengan nafas yang terengah zhul menggendong tubuhku keatas ranjang
Zhul melucuti pakaiannya, dia menatapku
"maafkan aku suci",kini ia menciumi leher dan dadaku mulai melucuti pakaianku, aku menangis, aku takut, ini sesuatu yang pertama kali akan aku lakukan dengan zhul suamiku.
zhul mengerahkan miliknya menerobos kepemilikanku, dengan beberapa kali hentakan karena buah loakku ini tak bisa mengimbangi terong yang zhul miliki, dengan susah payah kini zhul berhasil menerobos mahkota yang telah aku jaga selama ini,
aku menangis menahan perih, namun ku lihat zhul begitu menikmatinya, hingga tak begitu lama tubuhku berdesir hebat, apakah ini tanda masturbasiku untuk pertama kalinya, aku malu dengan zhul, zhul menatapku mencium bibirku, Zhul semakin mempercepat gerakannya, dan ia melakukan pelepasannya dan menyimpan benih benih miliknya didalam rahimku,
aku terlalu lelah dengan aktivitas yang zhul lakukan, aku tertidur begitupun dengan zhul yang tertidur disampingku.
__ADS_1