
"akkhhh" Eza menendang roda mobilnya "gak ada yang mau perdulikan perasaan aku!" lirihnya
"suciii, kenapa kamu nggak mau angkat telponku? nggak pernah mau balas pesanku?, sebegitu cintanya kah kamu pada zhul? lelaki brengsek yang udah ngerebut kamu dan dari aku!" eza mengacak acak rambut tanda frustasinya, ia memilih duduk disamping mobilnya
sebuah mobil matic melewati Eza tak lama mobil itu kembali, memundurkan mobilnya setelah melihat eza yang tengah terduduk disamping mobil miliknya.
seorang wanita cantik menghampiri eza dan duduk disamping eza tanpa meminta izin pria itu
"kenapa lo za?" tanyanya
eza menatap kedatangan wanita cantik disampingnya "Napa Lo disini? Lo mau ngina gue setelah kemarin gue ngina lo? tanya Eza
"haha" sinta tertawa mendengar tuduhan Eza
"cewek aneh ditanya malah ketawa!" sarkas eza
"bodo, suka suka gue, gue yang ketawa" jawab sinta
"so imut Lo!" ucap Eza
"emang gue imuttt, baru tahu lo?" jawab sinta " napa Lo za ada masalah? mau gue bantuin?" tanya Sinta
eza memikirkan ucapan Sinta, tidak ada pilihan lagi baginya selain menerima bantuan Sinta, tapi dengan gengsinya dia berniat untuk memberi imbalan jika sinta mau membantunya.
"mesti gue bayar berapa Lo buat bantu gue?" tanya eza
"tergantung kerjaan gue dulu" jawab sinta
"dasar matre mau kan Lo?" batin Eza
"ok kalau begitu ikut gue!" Eza menarik tangan sinta agar mengikutinya menaiki mobilnya.
__ADS_1
"woii dodol, gue mau dibawa kemana? tuh mobil gue gimana nasibnya?" ucap sinta memukul2 lengan Eza
"mobil lo urusan gampang, yang terpenting sekarang lo ikutin gue" jawab Eza
sepanjang perjalanan keduannya terdiam
"ni cewek mendadak jadi alim, preet" batin Eza
sesampainya disebuah parkiran, Eza memutar tubuhnya untuk membukakan pintu mobil yang diduduki sinta
"tok..tok" Eza mengetuk pintu mobil yang diduduki sinta " turun ayok!" eza membuka pintu mobil dan mengulurkan tangannya pada sinta
"loh za ko bawa gue kesini, ini kan butik baju pengantin?" ucap sinta
"lo mau duitkan?" tanyanya eza "udah ikutin gue aja!" titah Eza
"za, jangan bilang Lo mau jadiin gue istri pura2 Lo yah, buat hapus rasa sedih lo Karena lo yang udah ditinggal pacar Lo?" bisik sinta saat ke-duanya bergandengan "trus gue sekarang mesti pitting baju pengantin, no za no gue nggak mau jadi pengantin pengganti buat lo!" ucap panjang kali lebar sinta
"cuma lo aja yang bilang begitu, huhhh! gak tau aja cowok diluaran sana berebut buat jadiin gue istrinya!" tegas sinta
"ahh khayalan lo terlalu tinggi" eza mulai memilih beberapa gaun cantik yang akan sinta pakai saat menemani dirinya ke pesta pernikahan tari
"ini..ini..dan ini" ucap eza sembari memberikan beberapa gaun pada sinta "sekarang lo coba satu persatu!" titah Eza
sinta menuruti perkataan Eza untuk masuk keruang ganti mencoba beberapa gaun yang telah eza pilihkan untuknya.
sinta keluar dengan dress biru panjang dengan belahan dibagian dada yang terbuka, dengan senyum yang malas sinta keluarkan
"ganti!" ucap Eza
Sinta masuk kembali keruang ganti dengan wajah kesalnya
__ADS_1
Sinta keluar dari ruang ganti dengan memakai dress berwarna merah, kuning namun dengan gerakan tangannya yang cepat, eza meminta sinta untuk segera menggantinya,
"beneran rese tu si Eza, dibayar buat ngerjain gue doang!" batin sinta
sinta memberi isyarat pada pelayan butik yang ada di samping eza "mbak..mbak sini" dengan lambaian tangannya
eza memberi isyarat pada pelayan itu agar mendekati sinta
si pelayan mendekat dan langsung sinta tutup kembali pintu ruang ganti itu dengan cepat
si pelayan keluar dan Sinta mengekori dibelakangnya, Eza terpukau melihat penampilan sinta tubuh indahnya dibalut dengan drees coklat panjang, lengan panjang dengan belahan dada bagian bawah dari mata kaki sampe paha sinta
"ok, really good itu cocok banget buat Lo" puji Eza pada sinta
"mbak bungkus semua gaun yang pacar saya coba tadi yah!" titahnya pada pelayan yang ada disampingnya
"gila Lo, kalau mau ambil semua napa mesti gue coba satu2 dodol!" ucap sinta
"Lo nanti pake gaun yang warna coklat ya?" ucap eza mengabaikan ucapan sinta
keduanya menaiki mobil lagi
"za Lo tadi bilang pacar?" tanya sinta dirinya menahan untuk tidak menanyakan hal itu tapi pikirannya terus bertanya
"haha, baper Lo tadi gue ngomong asal aja!" jawab asal Eza
"siapa lagi yang baper!" jawab sinta ia membuang pandangannya pada cendela mobil disebelahnya
"cep, cep, gue cuma becanda jangan cemberut gitu" eza mengacak rambut sinta "ya Anggap aja Lo sekarang pacar bayaran gue" ucap asal eza
"iiikh, kenapa bisa gue terjebak sama cowok nyebelin kaya si eza ini" batin sinta
__ADS_1