
Bi Sani menuruni anak tangga dengan tergesa, ia sudah mencari suci disetiap sudut rumah yang berada di lantai atas namun yang ia cari belum juga terlihat, langkahnya terhenti dipintu belakang dapur kala ia melihat bi elah yang tengah santai berdiri, sementara dirinya sudah kelelahan mencari suci,
"walah bi, saya mah capek nyari non suci sampean mah malah santai kaya gini...!" ucap bi Sani
"diem bi saya lagi asik!" ucap bi elah
"malah asik-asikan disini, trus gimana dengan perintah den zhul, kitakan disuruh nyari non suci, emang kamu sudah nemuin non suci bi El?"
"udah Bi, tuh lihat...gemas saya sama pasangan satu itu" bi elah menunjuk keberadaan zhul dan Suci yang tengah melepas rindu dibangku taman belakang rumah.
"astaga...kita mah nyari kemana-mana ternyata nonya sama tuan kita lagi asik berduaan, saya jadi kepingin muda lagi bi El!"
"bi Sani udah mulai ngaur, ya udah ayok kita lanjut masak!" ajak bi elah
"iya Bi,,bi tahu nggak sebentar lagi kita mau jadi oma...!"
"si Joko istrinya lagi hamil ya bi san?"
"bukan bi El, tapi non suci yang lagi hamil...."
Bi Elah menatap bi sani, meminta kebenaran dengan aparat yang ia dengar "benar bi non suci lagi hamil, Alhamdulillah...nyonya kita sebentar lagi bakalan jadi seorang ibu.."
keduanya berjingkrak jingkrak ria, setelah mendengar kabar kehamilan nyonya muda mereka,
****
suci sedikit mendorong tubuh zhul, nafasnya mulai sesak ulah cumbuan zhul padanya "kak udah ikkhh..." ucap suci dengan nafas terengah2.
"kak masih kangen sayang.." ucap Zhul "kita lanjut di dalam yah?" pinta zhul, ia menaik turunkan kedua alisnya untuk meminta persetujuan suci,
__ADS_1
suci tengah memikirkan permintaan suaminya itu, namun tanpa mendapat persetujuan dari suci zhul kini membopong tubuh suci ala bridal style,
"kak.. lepasin suci kan berat.!" ucap suci saat zhul tengah membopongnya melangkah Kedalam rumah,
"bukan berat sayang, tapi seksi.." goda zhul
tidak tinggal diam suci melingkarkan tangannya di tengkuk zhul, zhul tersenyum dengan apa yang suci lakukan, tidak ada penolakan lagi, hal itu sangat zhul suka.
Perlahan zhul membawa suci Kedalam kamar yang ada dilantai bawah, ia sudah tidak bisa menahan rasa rindunya lagi jika harus menaiki anak tangga untuk sampai di kamar lantai atas, walau dirinya harus beberapa kali mendengar pertanyaan dari suci.
"kak kok disini...?" tanya suci Ketika zhul membuka pintu salah satu kamar yang ada dilantai bawah.
"kak nggak kuat sayang.."
"dari tadi juga kan suci udah kasih tahu kalau suci berat kak, makanya jangan di gendong!" ucapnya
zhul sudah melepaskan bajunya, ia berusaha menutup kedua telinganya untuk tidak mendengarkan setiap pertanyaan istrinya itu,
"udah kak kunci sayang, jadi aman" zhul menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
zhul berhasil melepaskan pakaian atas suci, ia sudah tidak bisa bersabar lagi dengan rindunya yang sudah ia tahan selama tiga hari karena pekerjaan yang sangat mendesaknya.
perlahan zhul hendak melepaskan celana suci yang masih melekat sempurna itu, lagi2 tangannya terhenti karena suci yang terus bertanya dan menahan gerak tangan zhul,
"kak...trus nanti gimana sama pakain ganti suci?" tanyanya "suci nggak mau pakai yang ini lagi" suci mengambil baju yang zhul lepas yang anda disampingnya.
zhul melahap bibir suci dalam "udah yah itu urusan belakangan, please sayang kasian sama adik Kakak!" lirih zhul
suci mengkrinyitkan dahinya, ucapan Zhul blum bisa ia cerna dengan baik "apa hubungan ini semua dengan putri kak!" tanya suci
__ADS_1
zhul melepaskan lumatannya pada pay*d*ra suci setelah mendengar pertanyaan suci yang membuat dirinya benar2 sakit kepala,
"nggak ada hubungannya dengan putri, maksud kak, ini ni..ini sayang adik kecil kak minta teman, ok.. berhenti bertanya, kak udah gak tahan" zhul menggaruk kepalanya yang tidak gatal tanda frustasinya.
suci tertawa kecil melihat wajah merah suaminya, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan suci meraih tengkuk zhul dan Mel*mat bibir seksi suaminya itu, keduannya berpacu dalam waktu yang memburu,
zhul membalas ******n suci mencecap kedua gundukan indah suci, kini ia sudah bersiap untuk menelusuri hutan yang sangat ia rindukan,
"kak..." ucap suci membuat pandangan zhul mendongak padanya,
"apa lagi sayang?"
"pelan..pelan..!" pinta suci
"iya sayang, Sekarang diem yah,,!"
tidak ada lagi pertanyaan2 yang keluar dari mulut suci, kamar lantai bawah itu menjadi hangat, senyum senang keduannya terukir kala rasa rindu yang menggebu terbayar sudah.
.
..
...
**jangan lupa like komen dan votenya
ikutin juga yah akun dan grup chattku "wini"
baca juga Novel wini di
__ADS_1
"secret love affair**"