
"kak lepasin suci, apa yang mau kak lakukan lagi, haaaaah?"kak zhul kini menggendongku
"sayang apa kamu berfikir mesum"zhul
aku menunduk malu mendengar tuduhan kak zhul
"apa kamu mau mengulangi hal tadi malam itu?"kak zhul menggodaku lagi
"haha, sayang bukankah kamu tadi bilang mau kekamar mandi?, sekarang aku akan membawamu kesana"kak zhul menurunkan tubuhku didalam kamar mandi aku tertunduk malu
"apa aku perlu menunggu disini sayang"Zhul
"tidak perlu, keluarlah kak"suci
"ok, jika kamu sudah selesai panggil saja yah?" zhul
cupp
sebelum pergi meninggalkanmu kak zhul mencium bibirku kilas,"astaga kak zhul apa tidak malu pada diriku"batinku
Zhul duduk di pinggir ranjang,
"akh, Tuhan apa suci marah dengan perlakuanku tadi malam, aku tidak tega dengan keadaannya sekarang,akkhhh"zhul mengacak rambutnya
tok..
tok..
"masuk"Zhul
"maaf den, ini sarapan yang aden minta"ucap bi Sani
"simpan dimeja bi"zhul
"iya den, kalau begitu bibi permisi dulu ya den"bi Sani
^^^^^^^
"sayang, tok, tok.."zhul mengetuk pintu kamar mandi
__ADS_1
tak mendapatkan jawaban dari suci zhul memilih masuk kedalam kamar mandi
"sayang kamu sudah selesai, sayang kenapa kamu menangis?"Zhul memeluk tubuh suci dan menggendongnya keatas ranjang
"apa masih sakit sayang"tanya zhul
aku mengangguk malu
"dimana"tanya zhul penasaran
aku diam, karena terlalu malu untuk ku beri tahu kak zhul
"baiklah sayang, aku akan panggilkan dokter, sebentar ku ambil ponsel dulu, Kini kak zhul berjalan sedikit menjauh
"kak"
kak zhul menatapku, dan mendekatiku
"jangan panggil dokter kak, keadaan suci sudah membaik kok"alasanku
" Ayolah sayang bicaralah padaku, aku tahu walau hanya melihat dari raut wajahmu, kamu masih kesakitan!"Zhul
aku menunduk malu ku tunjukan jari telunjuk ku bagian yang ku sebut sakit,"di sini kak aku masih sakit di area ini"
"maaf sayang karena aku kamu harus merasakan sakit disini"kak Zhul mengelus area itu
"kakak"aku memelototinya
"hehe, apa sangat sakit sayang"Zhul
"linu dan perih kak"ucap suci
"tapi aku lihat tidak lecet sayang, malah semalam kamu mengerang bukan kesakitan"kak zhul terus menggodaku
"kak zhul hentikan, suci nggak mau dengar apa apa lagi"kututup kedua telingaku, kulihat kak zhul masih tertawa, oh tuhan apakah dia kini melihat wajahku yang memerah ini
kak zhul beranjak dari tempat tidur
"sayang makanlah, biar aku yang menyuapi, buka mulutmu"zhul
__ADS_1
aku dan kak zhul sarapan bersama dikamar, kini kami berdua saling menyuapi
"kak apa kak tidak bekerja hari ini?"tanyaku pada kak zhul
"nggak sayang, kakak mau disini aja sama kamu hari ini, masa sih suami suci ini mau ninggalin istri tersayangnya apa lagi lihat istrinya yang lagi kesakitan gitu"kak zhul tersenyum manis kepada suci
"Suci udah baikan kak zhul, tapi ada
yang mau suci tanyakan sama kak zhul"
"ehhmm, apa itu?"tanya zhul
"eh, eh nggak jadi kak"aku tersenyum pada kak zhul, Namun mataku sudah mulai berkaca-kaca
"kak tahu apa yang mau kamu tanya"zhul
"maafin kakak yah suci, semalam kakak udah minta hak kakak ke kamu, dengan cara dan waktu yang tidak tepat, kak zhul menghapuskan air mataku yang mengalir
"kakak dijebak melani, dia datang kekantor.....
kak zhul menceritakan awal kejadian yang terjadi sampai dia harus memintaku memberikan haknya dan menjalankan kewajibanku untuk nya,
"apa kamu marah sama kakak suci?" tanya kak zhul
aku menggelengkan kepala
"lantas kenapa kamu menangis"zhul
"maaf kak", kini entah mendapat keberanian dari mana aku memeluk tubuh kak zhul
"maaf, semalam itu sesuatu yang baru buat suci, Suci masih takut kak,
"maafin suci, karena suci juga kak zhul menahan hasratnya itu terlalu lama",aku menangis sejadi jadinya dipelukan kak zhul
"suci sayang, tataplah mataku, semalam pun hal yang baru buat kakak, dan terimakasih kamu udah mau melakukan hal itu untuk pertama kalinya dengan kakak"zhul
"apa maksud kakak untuk pertama kalinya buat kakak, bukan kah kakak dan melani sudah pern----
blum sempat aku meneruskan ucapanku
__ADS_1
"kamu bicara apa sayang, dengan melani itu adalah kesalah pahaman, tidak ada yang terjadi saat itu, kamu bisa tanyakan langsung pada bunda!
aku tak menjawab kak zhul kini kami berdua larut dalam pelukan