Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 76


__ADS_3

Suci merasakan berat dikakinya dan ada sesuatu yang melingkar di pinggangnya. Rasa kantuknya sudah kalah dengan rasa penasaran yang sedang menghinggapi hatinya "apa ini, berat sekali?" batin suci.


Perlahan Suci membuka matanya. Suci menatap sebuah tangan yang amat ia kenali tengah melingkar dipinggangnya. Dan sebuah kaki yang tengah menimpa kakinya. Suci merasakan orang yang ia kenal itu tengah menciumi rambutnya. Tubuhnya ia hadapkan kebelakang yang menjadi titik beratnya. Ditatapnya sosok pria yang amat ia cintai. Pria itu tersenyum manis pada Suci yang sudah berhasil mengganggu istirahatnya.


"Jam berapa ini, sudah pulang?" tanya penasaran Suci


"Kak pemiliknya, jadi kak berhak pulang jam berapapun!"jawabnya


"Sejak kapan kak jadi sombong kaya gini?"


"Sejak kak merasakan jika rindu itu berat!" ucapan Zhul langsung disambar sebuah cubitan gemas dari Suci dikedua pipi Zhul "sakit sayang!" ucap Zhul


"Sejak kapan belajar gombal?"


"Sejak kamu hadir di kehidupan kak, dan yang pasti gombalnya cuma buat kamu seorang!" tegas Zhul


"oh..oh..ohh..jadi selama ini semuanya yang kak ucapin cuma gombal doang yah sama Suci dan nggak ada seriusnya?" Suci mulai cemberut


Zhul duduk menghadap Suci, ia menepuk keningnya "astaga kak salah ngomong, kak cuma bercanda, sumpah!" Zhul memegangi kedua telinganya dengan kedua tangannya seolah meminta Suci untuk mempercayai ucapannya.


"Suci nggak percaya"


Zhul menundukkan pandangannya, merenungi ucapan yang baru saja ia lontarkan membuat istrinya itu kembali merajuk.


"aww..sayang, geli tahu..gelii...ampunnn.." teriak Zhul ulah Suci yang tengah mengklitiki pinggangnya.


"Makanya jangan gombal-gombal lagi!"


"janji kak nggak gombal lagi,Cupp.." Zhul mencium kening Suci

__ADS_1


"kak sini boboan!" ucap Suci menarik kemeja Zhul


"Manja banget sih sayang. Bikin gemesss banget..!"


"sakit kak, jadi cubit hidung Suci" Suci mengelus hidungnya yang kemerahan ulah suaminya


"maaf.. Makanya jangan ngegemesin!"


"idiiih...kak??"


"apa sayang?" tanya Zhul


"Suci lupa kasih tahu?"


"apa itu, mau apa? kasih tahu kak. Kak pasti berusaha untuk memenuhi semua yang kamu mau!"


"maaf. Trus mau apa? apa yang lupa?"


Suci duduk dari dekapan erat suaminya, ia mengambil sesuatu yang ada di dalam nakasnya "ini kak. Malam ini!"


Zhul menatap sebuah surat yang bertulis nama teman Suci "Carla dan zeky, malam ini sayang?"


suciiiii mengangguk "iya. Kak mau kan temenin Suci?"


"Astaghfirullah sayang. Pastilah kak temenin kamu. Kalau bukan sama kak mau sama siapa lagi? lagian kak nggak mau kalau sampai ada yang ganguin kamu atau lirik-lirik sama kamu!"


Suci tertawa geli mendengar ucapan suaminya. Bagaimana tidak suci merasa jika Zhul kini lebih pintar dalam berucap setelah dirinya mengandung.


"kok ketawa Sayang, ada yang lucu?"

__ADS_1


"iya. Kak tuh lucu banget"


Zhul menghadapkan posisi duduknya dan menatap Suci "ada yang mau dibeli untuk nanti malam?" tanya Zhul


Suci menggeleng "nggaklah udah kak, semua dress dan gaun ada kok yang masih layak dipakai. Masih bagus!"


"Padahal kak masih bisa loh beliin kamu banyak lagi gaun ataupun dress yang mahal-mahal."


"Sombongnya" Suci mencakup kedua pipi Zhul "Nggak usah kak."


Zhul ingin mendekatkan wajahnya pada Suci, namun langsung ditahan dengan tangan Suci "Jangan kak.. Suci mau mandi siang dulu. Gerah..!" Suci meninggalkan Zhul yang masih mematung


Dengan segera Zhul melangkahkan kakinya mengejar Suci "kak ikut..." setengah teriak Zhul. Ia mengejar suciiiii dan ikut masuk kedalam kamarnya mandi. Menguncinya..


wini nggak mau tanggung jawab apapun tentang apapun yang pembaca Budiman pikirkan..hehe


.


..


...


**jangan lupa like komen dan votenya


ikutin juga akunku "wini" difollow..


baca juga Novel wini


_ secret love affair** _

__ADS_1


__ADS_2